I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
179 # BAB 179



" Udah yuk Dit masuk kamar aku capek ,besok aku harus ke kantor Kevin juga ,"kata Rama.


"Emang mas Rama di sana masih ada kerjaan?"tanya Dita.


"Kalau kerjaan sih nggak ada sih cuman aku mau cek beberapa orang yang mencurigakan di kantor Kevin."


" Mencurigakan gimana mas ?"tanya Dita lagi.


" Beberapa laporan keuangan di kantor Kevin banyak yang berantakan,bahkan itu terjadi kayaknya sebelum Kevin kecelakaan deh. Soalnya banyak laporan yang ngaco gitu sementara Vano nggak setiap hari bisa cek, terus papanya Kevin juga sibuk kan bolak-balik luar kota akan luar negeri juga. Banyak kantor yang harus dia pantau makanya mereka nggak full di kantor Kevin."


"Emang ga serem mas ya mas ?"tanya Dita lagi.


"Ya nggak serem-serem amat sih cuman itu kan uang perusahaan masa iya mau digelapkan terus Kevinnya polos lagi nggak tahu apa apa," kata Rama.


"Perasaan dulu mbak Tesya selalu deh cek itu keuangan di kantor Mas Kevin. Apa semenjak mereka suka kerja di rumah kali ya makanya mbak Tesya nggak sempat ke kantor," kata Dita.


"Loh emang Tesya masih kerja juga di rumah ?"Rama balik bertanya.


"Iya mas dulu sempat kayaknya berapa ratus orderan gitu, maunya yang kerjain mbak Tesya sama timnya yang dulu, sementara timnya yang dulu itu udah resign. Mas Rama tahu kan mbak Lia sama mbak Intan yang dulu suka main ke sini."


"Oh iya tahu-tahu pernah beberapa kali ketemu sih cuman nggak paham,emang berapa lama Tesya kerja di rumah sama timnya itu ?"tanya Rama.


"Kalau berapa lamanya aku lupa sih mas, cuman kayaknya kalau sebulan itu lebih deh. Bukannya di kantor ada mas Arda ya orang kepercayaannya mas Kevin ?"tanya Dita.


" Iya sih tapi masa iya tiap hari ada harus ngecek ini itu, sementara Kevin jadwal meetingnya banyak banget. Kalau nggak Kevin sendiri yang berangkat ya Arda yang berangkat, makanya Arda sendiri juga nggak tahu kalau itu uang banyak yang keluar terus masuk ke kantong karyawan."


" Emang karyawan mas Kevin nggak tahu kalau mas Rama itu saudaranya ?".


" Ya ada sih yang tahu tapi cuman beberapa aja sih. Itu. juga di bagian di bagian produksi bukan di bagian keuangan."


" Emang mas Rama berani ngutak-atik kantornya mas Kevin?"


"Ya kenapa enggak selama yang aku lakukan itu benar dan aku juga udah dapat persetujuan dari Kevin juga."


"Semangat berjuang ya mas aku doakan semoga masalah di kantor mas Kevin segera selesai," ucap Dita.


" Iya doakan saja,udah yuk buruan udah capek ngantuk juga takut besok kesiangan.Soalnya kalau pagi-pagi sekali aku ke kantor Kevin banyak yang belum datang terus aku bisa deh ngecek apa saja yang mulai kacau di sana."


" Oke selamat istirahat," kata Dita sambil melambaikan tangan kemudian ia pergi ke dapur untuk mencuci gelas bekas mereka minum kopi tadi.


Sementara itu di dalam kamar Tesya dan Kevin sedang ngobrol asik.


" Sayang kok aku lama-lama kasihan ya sama mas Rama,"kata Kevin.


"Kasihan gimana sih mas?" Tesya balik bertanya.


" Ya kasihan aja dia udah kepengen nikah sama Dita, tapi kamu tahu sendiri kan terus mas Rama belum dapat kerja yang menetap."


" Iya juga ya mas, tapi mau gimana lagi kita juga nggak bisa kan memaksa kehendak pak Udin sama bi Mun."


" Apa kita percepat aja kali mas pembangunan toko kue yang di dekat kampus Dita. Biar mereka berdua bisa cepat-cepat nabung terus nikah," kata Tesya .


"Ya itu prinsipnya mas Rama kali,dia pengennya semua itu dari nol nggak mau embel-embel orang tua gitu sih," kata eyang.


"Tapi enggak tahu juga, kamu kasih tahu gih sana sama kakak kamu itu .Maunya gimana gitu,kalau emang dia benar-benar kepengin nikah."


"Bahas besok sajalah urusan mas Rama yang mau nikah."


" Kalau bisa sekarang kenapa harus besok?"


" Males bahasnya mas, eh iya besok mas Rama mau ke kantor kamu katanya mau ngecek semua keuangan di kantor."


" Oh iya aku lupa mungkin malam kali ya aku ke sana sama mas Rama. Kan kalau malam kan semua karyawan udah pada pulang kecuali satpam."


"Tapi kalau mas Kevin ke sana nanti mereka tahu dong kalau mas udah sembuh terus gimana?"


"Gimana ya enaknya ,apa aku ke sananya pakai topi atau apa gitu biar nggak ketahuan," kata Kevin lagi.


" Pikir besok ah mas udah malam juga capek otakku udah udah nggak bisa buat mikir.Lagian kita juga baru keluar rumah sakit nih ngapain diajak mikir-mikir yang berat-berat biar besok mas Rama ke sana dulu terus kasih tahu kita gimana enaknya kalau emang udah kacau banget baru deh Mas Kevin ke kantor .Kenapa sih bisa kecolongan kayak gini bukanya sebelumnya aman-aman aja ya.


"Iya aman itu kamu kalau yang ngecek kalau aku mana sempat.Tapi kok mas Rama bisa tahu ya kalau kantorku acak-acakan keuangannya, kira-kira dia tahu dari mana ya," Kevin penasaran.


"Besok deh kalau sarapan kamu tanya sama Mas Rama dia tahu dari mana," kata Tesya.


" Iya besok aku bakal tanya, mumpung ini Kay nya belum pulang sama eyang sama Omanya. Gimana kalau kita besok pergi aja berdua?"


" Kok tiba-tiba emang mau ke mana ? Nggak usah aneh aneh deh, kita taruh aja keluar rumah sakit masa udah mau pergi-pergi aja. Nanti kalau ada yang lihat kan nggak lucu ya ."


" Kita jalan pakai mobil nggak usah jauh-jauh lah ke mana gitu kek buat refress, katanya kamu bosan tiap hari yang di rumah terus."


"Emang mau ke mana kalau boleh tahu ?"tanya Tesya.


"Blum kepikiran juga mau ke mana,"jawab Kevin sambil cengengesan.


" Ah kamu mas ngajak-ngajak tapi nggak pernah dapat tempatnya ujung-ujungnya aku juga kan yang mikir mau ke mana."


"Iya sayang, kamu Ingat nggak rumah makan yang pas kita lewatin waktu pulang rumah sakit tadi ?" tanya Kevin.


"Inget emang kenapa, sekarang gantian aku yang penasaran.


"Kamu tahu nggak di belakang Resto itu ada sebuah Villa yang pas banget buat kita untuk refreshing," kata Kevin


"Emang kayak apa sih tempatnya mas .


" Ya pokoknya di belakang situ ada Villa yang pemandangannya itu langsung berhadapan dengan tiga gunung eh berapa ya aku lupa pastinya," jelas Kevin .


"Wah boleh dong tapi masa iya harus besok banget," kata Tesya lagi.


"Ya habis mau kapan? Nanti kalau semuanya udah pulang, kita sama sama liburan. Nggak mungkin tega ninggalin mereka, kita pasti ajak deh ," kata Kevin lagi