I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
59# BAB 59



 


Rumah Tesya


 


Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, entah mengapa hari ini dia sama sekali tak bersemangat seolah ada yang kurang tapi ga tahu apa.


Selesai mandi ia melihat tv sambil membolak balikkan tubuhnya di atas sofa mencari posisi paling enak.


" Ah.... aku ini kenapa udah ngantuk tapi mata diajak merem ga bisa. Apa aku kangen sama mas. Atau jangan jangan aku udah beneran jatuh cinta sama dia. batin Tesya."


" Andaikan iya, ga papa juga toh sudah terlanjur nikah juga.Lagian dia baik tanggung jawab pula,kata Tesya sambil mencoba memejamkan mata."


Pagi harinya seperti biasa Tesya membereskan rumah dan memasak. Selesai mandi dan sarapan ia bergegas menuju ke klinik yang tak jauh dari rumahnya buat memastikan hasil testpack yang tadi ia coba.


Klinik Mutiara Bunda


Setelah mendaftar ia duduk bersama pasien lain, banyak diantaranya yang memandangnya sebelah mata. Karena ada seorang gadis cantik datang seorang diri ke klinik khusus ibu dan anak.


" Nyonya Tesya, panggil seorang suster yang berjaga disana."


 


Tesya mulai masuk ke ruang periksa , perasaannya campur aduk tak karuan. Antara takut seneng binggung campur jadi satu.


 


" Kesini dulu mbak saya ukur tekanan darah, berat dan tinggi badannya."


 


" Iya sus,jawab Tesya."


" Tekanan darahnya 120/80 dok, beratnya 47 kg dan tingginya 165cm, kata suster tadi."


 


" Udah naik 2 kg aja ucap Tesya dalam hati."


" Keluhanya apa mbak tanya dokter yang hendak memeriksanya."


" Ga ada keluhan gimana gimana sih dok makanya saya binggung.Tadi pagi saya cek sampai pakai 5 testpack hasilnya samar semua."


" Terakhir datang bulan kapan mbak,tanya dokter itu lagi?"


" Kalau ga salah sekitar dua setengah bulan yang lalu dok."


" Wah udah lama ya,kok baru keinget sekarang mbak."


" Kalau dua setengah bulan yang lalu kalau di hitung sekitar 10\- 11 minggu mbak. Coba sekarang tiduran biar saya periksa biar jelas,kata dokter lagi."


Tesya merebahkan tubuhnya dan suster tadi menaruh gel diatas perutnya sebelum dilakukan USG. Tak berapa lama dokter mulai memeriksanya.


" Yang kecil ini janinnya mbak, kalau dilihat dari tinggi rahimnya usianya sudah 12 minggu. Berati udah mulai masuk trimester kedua mbak."


Selesai pemeriksaan Tesya menerima resep hasil USG dan buku KIA.


" Ada yang mau di tanyakan lagi mbak,tanya dokter itu lagi."


" Ga dok, saya permisi dulu, pamit Tesya."


" Kalau ada yang belum paham bisa baca buku ini,sambung dokter tadi."


" Iya dok terima kasih."


 


Rasa bahagia tergambar jelas di muka Tesya. Ia tak menyangka kalau usia 23 tahun ia sudah akan menjadi seorang ibu. Sepulang dari klinik ia melihat notivikasi kalau besok suaminya ulang tahun.


 


Ia langsung bergegas menuju ke toko roti dan membeli kado buat suaminya.


" Pasti mas akan sangat bahagia kalau tahu soal ini, kata Tesya dalam hati."


Sore harinya Tesya sedang menyiram bunga di taman belakang buat mengisi waktu luangnya. Tiba tiba handphonenya berbunyi, ada nama Kevin tampak.


" Hallo mas, sapa Tesya."


" Hallo juga sayang,baru apa nih,tanya Kevin?"


" Baru siram bunga mas di taman belakang, mas pulang jam berapa biar nanti aku siapin makan,tanya Tesya."


" Ini udah mau perjalanan pulang kok kalau ga macet jam 10\- 11 malam udah sampai. Ga usah di siapin makan nanti biar mas sama Arda makan di luar."


" Iya mas , hati hati ya mas ada yang menunggu di rumah,pesan Tesya."


" Nggih sayang, kamu juga hati di rumah, kata Kevin mengakhiri panggilannya."


Malam kedua di rumah sendiri Tesya merebahkan tubuhnya di atas kasur. Demi menggusir sepi Tesya membaca mangatoon aplikasi yang beberapa waktu lalu sempat ia tinggalkan karena sibuk.


Tak terasa jam udah nunjuk pukul 23.00 tapi Kevin belum juga sampai rumah , karena udah ga kuat nahan kantuk akhirnya ia putuskan buat tidur terlebih dahulu tanpa menunggu suaminya.