
" Sanjaya apa yang membuatmu berkunjung ke gubukku,tanya Bayu."
" Sebenarnya ada maksud tertentu yang harus saya sampaikan ,jawab Sanjaya."
" Katakanlah Sanjaya,jangan membuat kami sekeluarga penasaran,kata Bayu."
" Jadi bengini Bay, anak bujangku ini sudah lama menaruh hati pad anak gadismu,kata Sanjaya."
" Iya om ,saya bersama keluarga datang kesini bermaksud ingin melamar Tesya,kata Kevin dengan tegas."
Di saat yang bersamaan Tesya baru pulang dari kantor dan terkejut melihat mobil bosnya terparkir rapi di halaman rumahnya.Dan mendengar jelas ucapan bosnya.
" Masuk Sya ,papa kenalkan ini pak Sanjaya dan keluarganya.Pak Sanjaya dulu teman papa dan mama waktu SMA,kata Bayu."
Tesya masuk dan menyalami semua tamu dan duduk disamping mamanya.Hatinya tak karuan badannya panas dingin ia binggung harus menjawab apa.
" Nah sekarang yang di tunggu sudah datang,kita lanjutkan lagi ngobrolnya,kata pak Bayu."
" Saya datang bersama keluarga bermaksud melamar putri bapak untuk menjadi pendamping hidup, kata Kevin."
" Bagaimana sayang di terima atau tidak,tanya mamanya."
Keringat dingin membasahi tubuh Tesya, bibirnya bergetar sampai tak bisa berkata kata. Dia binggung harus menjawab apa.Walau sebenarnya ia mulai ada rasa sama bosnya itu.
"Saya akan terima lamaran bapak tapi ada syaratnya,jawab Tesya dengan gemetaran."
" Syaratnya apa,tanya Kevin."
" Kalau di kantor kita harus bersikap biasa,jangan sampai orang kantor tahu.Jangan ada panggilan sayang karena saya merasa geli mendengarnya,kata Tesya."
" Oke itu bisa di atur ada yang lain,tanya Kevin lagi."
"Saya juga ga mau ada kontak fisik,tambah Tesya."
" Semua syarat di terima,kata Kevin sambil tersenyum."
Nyonya Sofi memasangkan cincin ke jari manis Tesya. Tesya tak tahu harus bicara apa lagi perasaanya tak menentu ada rasa senang sedih campur aduk pokoknya.
Tesya hanya menundukan wajahnya ,sedang Kevin wajahnya terus dihiasi senyum.Ada rasa lega di hatinya.Akhirnya dia benar benar bisa memiliki Tesya seutuhnya.
" Ga nyangka ya Bay,kita bisa menjadi besan.Tak pernah terbayangkan sebelumnya,kata pak Sanjaya."
" Ini benar benar rencana indah dari Yang Kuasa buat kita.Bertahun tahun tak bertemu sekalinya bertemu dalam suasana yang bahagia,kata Bayu."
Acara lamaran selesai,Kevin dan keluarganya berpamitan untuk pulang. Semenjak lamarannya di terima wajahnya selalu berseri seri menunjukkan rasa bahagia.
Sementara di rumah, Tesya masih binggung dan tak percaya dengan keputusan yang baru saja di ambilnya.
" Sayang kamu sudah yakin sama keputusanmu tadi, tanya mamanya."
" Yakin ga yakin sih ma,makanya Tesya kasih beberapa syarat."
" Semoga keputusan yang kamu ambil tadi adalah jalan terbaik buat kehidupanmu nanti, kata pak Bayu meyakinkan hati Tesya."
" Ehem ehem .....cie yang tiba tiba di lamar,ledek Tia."
" Apaan sih dek,ga usah ngledek,Tesya sewot dengar ledekan Tia."
" Ma pa Tesya ke kamar dulu ya mau bersih bersih badan,pamit Tesya."
Sasampainya di kamar Tesya merebahkan tubuhnya, rasa deg degan membuat tubuhnya berasa tak bertulang.Tesya senyum senyum sendiri membayangkan wajah bosnya sambil memandangi cincin di jari manisnya.
"Eh ini bukannya cincin yang kemarin aku pilih buat kado ya kok,berati kemarin pak Kevin bohong.... huh dasar,gumam Tesya."
Rasa bahagia yang menyelimuti hati Tesya membuatnya susah memejamkan mata.Setiap ia memejamkan mata tampak wajah bosnya yang tersenyum kepadanya.
Tesya membolak balikan badanya mencari posisi enak buat tidur tapi berkali kali tak menemukan posisi yang pas.
Sedangkan Kevin sendiri akhirnya bisa tidur pulas.Keinginannya yang selama ini terlendam akhirnya bisa terlaksana.