
Keesokan paginya di temani Kevin dan Sita, Tesya datang ke kantor polisi buat memberikan keterangan. Disana juga ada beberapa karyawan Kevin untuk menjadi saksi.Dengan di papah suaminya Tesya masuk ke ruangan.
Satu jam berlalu, semuanya keluar dari ruangan penyelidikan. Kevin dan karyawannya kembali ke kantor sementara Tesya pulang bersama Sita.
"Sya, makan dulu yuk, ajak Sita."
" Ayo,kira kira mau makan apa ya yang enak di daerah sini?"
" Makan di resto depan itu aja ya Sya, udah lapar banget kalau mau nyari resto yang enak keburu cacingnya pada dangdutan."
" Iya kak, lagian aku juga udah lapar."
Keduanya memilih beberapa makanan,ternyata selera keduannya sama.Selesai makan Sita langsung melajukan lagi mobilnya menuju ke rumah Tesya.
Di gazebo belakang mereka kini asik bercerita.Saling berbagi cerita suka dukanya menikah.
" Kakak kenapa kok bengong, tanya Tesya ketika tiba tiba Sita terdiam."
" Kenapa ya Sya semakin dekat dengan hari H kok ada aja masalahnya.Aku sampai binggung Sya, kadang masalah kecil aja bisa jadi gede."
" Ya begitulah kak, apalagi nanti kalau udah nikah harus menyesuaikan diri sama pasangan.Mulai bangun tidur sampai tidur lagi kita ketemunya dia terus. Awalnya aku juga binggung kak soalnya aku sama sekali belum tahu kebiasan mas Kevin gimana, tapi lama lama paham kok."
" Pusing aku Sya."
"Eh iya, kakak dulu dekat ga sama mantannya mas Kevin?"
" Dekat sih ga Sya, kan kamu tahu kakak jarang di Indonesia.Ketemu juga baru beberapa kali,itupun pas di rumah mama ada acara jadi ya ga ngobrol."
" Kirain kakak dekat?"
" Ga kok Sya, dari awal tahu Kevin sama dia kakak udah ga suka. Anaknya sok gitu, emang ada apa sih Sya kok nanyain mantan Kevin?"
" Cuma mau tahu aja sih kak, aku ga habis pikir kak kenapa dia sampai senekat itu padahal dia juga sudah punya suami dan anak."
"Kalau ga salah dia udah pisah sama suaminya gara gara masih terobsesi sama Kevin."
" Dulu yang ninggalin dia, sekarang binggung pengen balikan lagi."
"Ga usah ngomongin dia lagi Sya, bikin mood tambah buruk aja. Jujur Sya pas dengar dia nyelakain kamu kakak udah kepengen labrak itu orang, tapi kakak tahan kalau sampai kejadian kan ga lucu masa kakak nikah di penjara."
" Ternyata ngobrol sama kakak asik loh, jadi pengen cepet cepet kakak tinggal di sini biar ga kesepian di rumah sendiri,seru Tesya."
" Kakak pengen dech Sya punya usaha kaya kamu gitu tapi kira kira apa ya?"
" Ibu ibu kalau udah ngobrol sampai ga ingat waktu ya, seru Vano dari ruang tamu."
" Bang Vano, sini bang ikut gabung. Kok tumben pulang kerja langsung kesini ada apa?"
" Habis dari tadi kakakmu di telpon ga di angkat di chat juga ga di balas. Tadi pagi kan perginya sama kamu, pasti masih disini ya udah selesai kantor langsung kesini. Eh ternyata bener masih asik ngobrol."
" Maaf maaf ga tahu kalau ada telpon d
soalnya handphonenya aku silent."
" Kebiasaan, gerutu Vano."
" Mau minum apa bang,biar di buatin sama bi Mun?"
" Ga usah repot repot Sya, biar di ambilin saja sama Sita. Sekalian belajar buatin kopi kalau suami pulang kerja. Kevin mana kok dari tadi belum kelihatan."
" Kenapa bang nyariin kangen, jawab Kevin dari depan."
"Idih kangen kok sama kamu kaya ga ada yang di kangenin saja."
Kevin yang baru datang langsung duduk di samping istrinya lalu mencium kening dan mengelus perut Tesya.
" Nih adik kurang ajar ya, ga usah pamer kaya gitu kenapa?"
" Makanya cepetan nikah biar bisa kaya gini iri bilang bang, ledek Kevin."
"Huuu dasar adik ga punya akhlak,gerutu Vano."
Dari dulu tak pernah berubah, kalau lagi sama sama sukanya berantem tapi kalau jauhan nyariin.