
Hari terakhir liburan, Kevin dan Tesya mulai mengemasi pakaiannya dan perlengkapan yang lainnya. Walaupun masih berat buat mengakhiri liburannya tapi apa boleh buat ada pekerjaan penting yang sudah menantinya.
" Bang besok pagi aku sama Tesya langsung berangkat ke Jogja, soalnya ada metting yang ga bisa di tunda, kata Kevin saat makan malam bersama."
" Lah emang Tesya juga harus ikut, tanya Sita?"
" Harus kak soalnya klien minta desain langsung, terus udah biasa sama desain punya aku, takutnya kalau aku ga ikut bisa batal kontraknya kan sayang, jelas Tesya."
" Eh iya Vin, kemarin abang udah pesan kain di tempat biasa nanti kalau balik sekalian bawain ya. Aku udah trasnfer kok uangnya tinggal ambil aja."
" Ihh ngerepotin aja, kata Kevin kesal."
" Ya elah Vin, bantuin kenapa?Lagian sayang uangnya kalau buat ongkir sampai rumah, bujuk Vano."
" Emang berapa banyak bang?"
" Banyak sih lupa kemarin berapa, yang penting nanti pas ambil bilang aja atas nama aku gitu."
" Oke, tapi kita tukeran mobil ya bang, takut ga muat kalau pakai mobilku."
Malamnya Kevin dan Tesya langsung tidur takut kalau kesiangan. Apa lagi ini metting perdana dengan klien baru takut mereka kecewa.
Paginya setelah semua siap Kevin langsung melajukan mobilnya. Sebelumnya ia terlebih dahulu kasih tahu Arda buat pakai mobil yang besar dan menyiapkan semuanya.
" Kalau ngantuk tidur saja sayang, biar nanti enakkan, ujar Kevin."
" Tapi nanti mas ga ada teman ngobrol."
" Udah ga papa kamu tidur aja dulu toh sebentar lagi juga sampai. Jangan di paksain sayang,bujuk Kevin."
Karena memang sudah ngantuk akhirnya Tesya terlelap. Tak terasa mereka kini telah sampai di tempat yang sudah di janjikan. Tetapi Kevin lupa kalau dia belum beli pakaian kerja.
Dengan cepat ia lalu melajukan lagi mobilnya untuk mencari toko pakaian yang tak jauh dari sana.
Tesya masih enggan membuka mata, sambil menunggu istrinya bangun Kevin menelpone Arda untuk memastikan dia sudah datang atau belum.
Kring.....kring.....kring suara handphone Arda berdering sangat keras dengan cepat ia langsung memencet tombol hijau
" Hallo, kenapa Vin,tanya Arda."
" Udah sampai belum, terus mettingnya jam berapa,Kevin balik bertanya?"
" Ini baru saja sampai, kalau nyariin aku sama yang lain ada di resto hotel. Lah g dimana Vin, tanya Arda?"
" Beli baju Da, bentar lagi aku kesana, sekalian pesenin makan ya.jelas Kevin."
" Oke siap, di tunggu."
Acara metting berjalan lancar klien suka dengan desain yang di buat oleh Tesya dan kawan kawan. Kontrak jangka panjangpun mereka kantongi.
Malamnya mereka putuskan buat jalan jalan ke Malioboro buat merayakan ke suksesan.
" Ini beneran yang ga ada pasangan cuma aku, celetuk Lia."
Mendengar ucapan Lia semuanya langsung tertawa.
" Yang sabar ya Li, makanya suamimu di suruh pulang jangan di laut terus, ledek Intan."
" Ya kalau pulang siapa yang beliin aku barang barang branded, serunya."
" Dasar, kata Intan sambil menyenggol bahu Lia."
" Gimana liburannya Sya asik, tanya Arda."
" Iyalah orang aku bisa puas puasin beli bibit bunga kok, seru Tesya."
" Mau bikin taman ya bu, goda Intan. Halaman depan belakang isinya pohon semua, itu kalau dari jauh rumah kamu itu udah kaya hutan tahu ga."
" Biarin, habis kalau ga ada pohon kaya gimana gitu. Eh iya kalau libur minggu depan main dong ke rumah kebetulan mangga dan buah buahan yang lain sudah pada mateng. Asik kalau panas panas makan rujak, ujar Tesya."
" Wahh boleh itu, seru ketiga kawannya."