
Dua hari kemudian dimana tepat hari pernikahan Lia, Tesya sedari pagi sibuk mempersipakan dirinya biar tampil maksimal. Satu stel kebaya sudah di kenakan make uppun telah selesai kini ia akan langsung menuju rumah Lia.
" Kakak berangkat duluan, tanya Tya?"
" Iya dik,kemarin kakak diminta jadi pendampingnya,jawab Tesya."
"Kirain kakak bareng mama,eh kakak grogi ga sih kan dua hari lagi kakak menikah,tanya Tya?"
" Ga cuma grogi orang kakak sampai ga bisa tidur kok."
" Sya berakat sama siapa,tanya papanya."
" Sendiri pa, nanti ketemu Intan disana."
" Kevin ga kamu ajak Sya,tanya papanya lagi."
" Nanti nyusul bareng sama pak Arda langsung ke rumah Lia.Pa ma Tesya berangkat dulu ya ,pamit Tesya kepada kedua orang tuanya."
Rumah Lia tampak ramai banyak orang berlalu lalang. Tesya tengok kanan kiri ga ada satu orang pun yang dia kenal sampai tiba tiba ada tangan yang menyentuh bahunya. Sontak ia kaget dan membalikkan tubuhnya.
" Nyari siapa tengak tengok dari tadi,sapa Kevin."
" Mas ngageti aja,pak Arda mana,tanya Tesya?".
" Kok malah nyari Arda sih Sya,Arda baru jemput Intan, Kamu udah dari tadi tanya Kevin lagi?"
" Baru aja kok mas,mas sendiri kok sepagi ini udah sampai."
" Iya semalam habis kamu kasih tahu mas langsung berangkat,kalau berangkatnya pagi ini takut ga bisa ngobrol dulu sama kamu."
Tesya dan Kevin menyempatkan foto bersama bahkan pakaian merekapun tampak sedana membuat keduanya tampak serasi.
Lia yang baru saja selesai di make up keluar menemui Tesya dan bosnya. Ehm ehm.... Lia berdehem membuat keduanya menyudahi ngobrol asiknya.
" Sya, sempurna banget dandannya ga mau kalah sama aku,goda Lia."
" Bisa aja kamu Li, ya siapa tahu ada cowok yang kepincut sama aku. Biar ga sendiri terus gitu,jawab Tesya."
Mendengar jawaban Tesya, Kevin melotot ke arahnya. Tesya yang melihat tingkah Kevin hanya tersenyum.
" Ceritanya sambil menyelam minum air gitu Sya,datang ke kondangan sambil cari gandengan,goda Lia."
" Ya kali aja ada yang mau kan ga salah di coba,jawab Tesya."
" Tahu dari Arda, kebetulan semalam baru pulang dari luar kota di jemput Arda dan di ajak kesini paginya."
" Terus pak Arda sekarang dimana?"
" Pak Arda baru jemput permaisurinya dong, calon suamimu mana Li,tanya Tesya."
" Ada tadi baru ganti,sebentar aku panggil dulu,kata Lia lalu kembali kedalam memanggil suaminya."
Sepeninggal Lia Tesya dan Kevin kembali bercanda. Mencoba saling mendekatkan diri masing masing.
" Yakin masih mau cari yang lain,goda Kevin."
" Ya galah mas, satu aja sudah cukup buat aku,yang penting mas jangan putus asa mengajari aku sampai bisa membuka hati buat mas."
" Mas juga janji bakal setia sama kamu dan membimbing kamu. Kita sama sama belajar ya Sya, kata Kevin."
Lia dan calon suaminya datang dari dalam di susul Intan dan Arda. Kemudian mereka saling berjabat tangan dan berkenalan.
" Kenalin ini suami aku mas Hendra,kata Lia mengenalakan calon suaminya. Dan mas Hendra ini Tesya, ini Intan mereka teman aku di kantor, yang ini pak Arda assisten bos dan yang ini pak Kevin bos di kantorku."
" Kamu Kevin Sanjaya kan, inget sama aku ga,kata Hendra."
" Iya aku Kevin Sanjaya, tahu dari mana nama aku,tanya Kevin penasaran?"
" Aku Hendra adik kelasmu waktu SMP dulu satu tim basket.jelas Hendra."
" Iya aku ingat sekarang, dulu kamu yang sukanya di tungguin mamamu waktu latihan. Kamu ingat ga ini siapa, tanya Kevin sambil menunjuk Arda."
" Kok masih ingat saja kalau dulu suka di antar mama. Ini pasti Arda ya anak paling jahil yang sukanya ngumpetin air minum,jelas Hendra."
Kemudian mereka tertawa bersama bahkan sedang reuni.Padahal hari ini satu di antara mereka akan menikah. Mereka ga menyangka kalau akan bertemu lagi.