I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
74# BAB 74



 


Sepulang dari taman di depan rumahnya ada beberapa mobil membawa berbagai jenis pohon. Bahkan pohon buahnya sudah ada yang berbuah.


 


" Vin, itu mobil siapa sih kok parkir di depan gerbang? Ga bisa masuk kan kita."


" Aduh aku lupa ,kemarin sudah bilang kalau tanamannya di kirim hari ini. Sebentar ya bang aku kesana dulu, Kevin keluar dari mobil dan menghampiri pengirim tanaman."


" Sya, kamu bahagia ga setelah menikah, tanya Vano?"


 


" Ya awalnya sih tertekan bang karena mendadak, tapi lama lama hati aku luluh sama kebaikan mas Kevin. Ya seperti yang bang Vano lihat sekarang aku bahagia. Ayo kapan giliran abang ajakin kak Sita buruan nikah biar tahu sensasinya gimana."


 


" Bantu bujukin ya Sya biar mau. Eh Sya itu Kevin beli tanaman banyak banget buat apa, mau jualan dia."


" Iya nanti aku bujukin kalau pas ketemu, ga tahu bang kemarin sih ngobrol soal tanaman gitu sama papa, entah mau di jual lagi apa mau di tanam sendiri aku ga tahu."


Siang harinya setelah tanaman semua di turunkan Kevin mengantar Tesya ke usaha cattringnnya. Setelah berpamitan dengan abangnya mereka berdua langsung pergi.


Karena capek Tesya tertidur sepanjang perjalanan. Kevin yang melihat itu hanya tersenyum dan sama sekali tak membanggunkannya.


 


Di tempat cattting semua sudah di siapkan dan tinggal mengambil.


" Mbak kardus yang ini macam macam kuenya , yang ini buat macam macam sayur dan yang lainnya, jelas salah satu karyawannya."


" Iya, terima kasih sudah di siapin. Hari ini gimana lancar semuanyakan. Apa masih ada yang kerjakan pesanan,tanya Tesya."


 


" Semua lancar mbak, sepertinya tinggal bersih bersih saja. Soalnya hari ini hanya beberapa pesanan. Saya permisi ya mbak mau bantu yang lainnya, pamit karyawannya tadi."


Tesya mengecek semua pesanan yang masuk hari ini dan mengecek beberapa bahan yang sudah habis disana. Kegiatan yang biasa ia lakukan pada akhir pekan.


Beberapa bahan tampak sudah mulai menipis persediaannya. Tesya terjun langsung buat mencatat semuanya. Selesai itu ia lalu berpamitan ke karyawannya untuk berbelanja.


" Mau pulang mas mbak tanya karyawannya yang bertugas berjaga disana."


" Iya pak, nanti kalau ada barang datang langsung di masukkan ya, pesan Tesya sebelum pergi."


 


Kevin melajukan mobilnya menuju ke toko bahan kue dan plastik langganan Tesya buat memesan beberapa bahan yang sudah di catat Tesya.


" Habis ini mau kemana sayang?"


" Mall ya mas, pengen jalan jalan sebentar, masih cukup kok waktunya sebelum sore."


" Emang mau beli apa sayang.Bukannya semua masih ada ya di rumah."


" Ga beli apa apa sich mas, cuma pengen jalan jalan saja."


 


Di belahan bumi lain , melalui panggilan telepon Lia mengajak Intan buat jalan juga. Intan mengiyakan ajakan Lia, lagi pula ada yang perlu ia beli buat memenuhi kebutuhannya di tempat tinggalnya yang baru.


 


 


Lia tidak tahu menahu apa masalah apa yang menimpa Intan tak banyak bertanya. Keduanya bercanda seperti biasanya. Walaupun Lia melihat mata Intan bengkak seperti habis menanggis tapi dia tak berani bertanya.


" Li, emang kamu udah benar enakkan kok sekarabg ngajak jalan, tanya Intan sambil melajukan mobilnya menuju ke pusat perbelanjaan."


" Udah kok Tan, bosen di rumah terus, lagian mas Bram juga ga pulang kamu sendiri juga udah ga tinggal di rumah sepi di rumah sendiri,jelasnnya."


 


" Ya kan aku kira Bram pulang makanya aku ga kesana. Lagian kenapa ga kasih tahu kalau di rumah sendiri kan aku bisa kesana."


 


" Kalau gitu habis jalan kamu langsung ke rumah ya Tan, pinta Lia."


" Ga hari ini juga kali Li, kan aku belum bawa baju, besok sore saja ya. Aku janji bakal temani kamu."


" Makasih teriak Lia karena senangnya."