I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
29# BAB 29



 


RUMAH KEVIN


Hari ini tanpa di minta Tesya mencium punggung tangannya.Satu kemajuan dalam hubungannya bahkan tangannya di pegangpun sudah tidak marah marah. Sejak awal saja jangankan di pegang ke senggolpun tidak mau.


 


" Ada hawa bahagia nih ,sapa bang Vano yang melihat adiknya masuk rumah."


"Aku kan selalu bawa bahagia,kata Kevin."


" Kok Tesya ga di ajak kesini,tanya abangnya."


" Udah malam bang nanti di marahi mamanya ngajak pergi malam malam,jelas Kevin."


 


" Aduh bro Tesya itu tunanganmu sudah jadi tanggung jawabmu."


" Ya belumlah bang,orang belum sah kok.Tumben udah pulang bang,mama papa kemana,kata Kevin mengalihkan pembicaraan."


 


" Papa mama kondangan ke tetangga bentar lagi pasti pulang,jawab Vano."


" Oke nanti kalau papa mama pulang panggil ya mau mandi dulu,pamit Kevin."


 


Malam ini Kevin akan memberi tahu keluarganya soal rencana pernikahannya.Kevin ga mau menunda terlalu lama,karena masih tergambar jelas rasa sakitnya waktu itu.


" Pa ma udah pulang, tanya Kevin sambil mencium punggung tangan keduanya."


"Kata bang Vano tadi ada yang mau kamu sampaikan sama mama."


" Kalau Kevin sama Tesya nikah duluan gimana ma pa,kata Kevin."


" Udah ga sabar ya bro,ledek kakaknya."


" Bukan ga sabar bang,tahu sendirikan dekati Tesya susahnya kaya apa,jelas Kevin."


" Gimana Vano kalau Kevin duluan yang menikah,tanya nyonya Sofi."


" Nanti aku tanya ke Sisi dulu ma,lagian kuliahnya juga belum selesaikan,jawab Vano."


" Ya sudah keputusannya nunggu jawaban Sisi dulu ya Vin,jelas pak Sanjaya."


" Sabar dulu ya bro, eh ya bro lama ga jalan keluar bareng.Kata papa miago depan minimarket enak loh,ajak Vano."


" Miago makanan apa sih bang,tanya Kevin penasaran."


" Masa miago ga tahu sih Vin,seru kakaknya."


" Miago itu mie ayam goreng,makannya ayo beli,ajak Vano."


 


Kevin dan Vano berjalan kaki membeli makanan. Dijalan mereka bercerita kesana kemari. Saat asik ngobrol Kevin melihat sesosok yang tak asing dimatanya dan membuatnya berhenti.


 


" Kenapa berhenti Vin,tanya bang Vano?"


" Coba lihat di depan ada siapa,kata Kevin panik."


Ketika Vano melihat kedepan betapa terkejutnya dia bahkan sampai ia setengah berteriak.


" Rasti,teriak Vano setengah tak percaya dengan pandangannya."


"Jangan keras keras bang nanti orangnya dengar,kata Kevin."


" Balik aja yuk bang,males ketemu Rasti,kalau ga pindah ke angkringan depan rumah,ajak Kevin."


Akhirnya mereka mengurungkan niatnya untuk makan miago.Luka yang Rasti berikan ke keluarga Kevin belum sembuh seutuhnya.


 


Pagi hari seperti biasa Kevin sudah siap menjemput Tesya dan berangkat ke kantor.Saat hendak berpamitan sama mama papanya terdengar suara bel berbunyi.


 


" Siapa sih pagi pagi begini bertamu,kata Kevin."


 


" Vano coba lihat siapa yang datang,ujar pak Sanjaya yang sedang mengoleskan selai pada rotinya."


 


Vano membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang datang ke rumahnya sepagi ini.


" Ngapain kamu kesini lagi,bentak Vano."


" Rasti cuma mau minta maaf bang dan ini ada sarapan buat kalian,jelasnya."


" Belum puas apa kamu membuat malu keluarga kami, atau rasa malumu benar benar sudah hilang,bentak Kevin lagi."


Mendengar keributan di depan membuat Kevin dan orang tuanya keluar. Mereka bertiga terkejut melihat tamunya yang datang dan Kevin langsung pergi meninggalkan rumahnya.


Karena dia tak mau lagi melihat Rasti .Melihat Kevin pergi Rasti berusaha mengejarnya,tapi apa daya Kevin terlebih dahulu pergi dengan mobilnya. Rasti kecewa melihat perlakuan Kevin kepadanya.


"Lihat saja Kevin kamu akan jadi milikku lagi.Aku yakin kamu masih cinta sama aku,gumam Rasti yang langsung pergi dari rumah Kevin tanpa pamit."