I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
155# BAB 155



" Pagi semua," sapa Tesya kepada rekan sesama timnya.


" Pagi juga,"jawab semuanya.


" Ada kabar gembira buat kalian semua, kalau sehabis project ini kita libur dulu 1- 2 bulan, setelah itu kita di carikan project lagi. Tapi untuk kalian kembali lagi ke kantor,soalnya kantor mulai kewalahan," jelas Tesya.


" Tapi kita dapat jatah libur dulu ga mbak?"


" Kalian dapat libur juga tapi cuma seminggu, buat kejar target yang di kantor," sambung Tesya.


" Siap mbak, seneng ya punya bos yang baik gini."


Mereka melanjutkan lagi pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi.


" Mbak itu ada tamu mau ketemu sama mbak," kata bi Mun.


" Terima kasih bi."


" Maaf mau nyari siapa ya?" tanya Tesya.


" Perkenalkan nama saya Hary rekan bisnis pak Kevin."


" Saya Tesya istri pak Kevin, tapi maaf suami saya sudah ke kantor sekitar satu jam yang lalu. Apa sebelumnya bapak sudah janji sama suami saya?"


" Saya datang kesini bukan untuk bertemu dengan pak Kevin tapi mau bertemu dengan istrinya."


" Wah ada apa ya pak, maaf saya tidak pernah ada keperluan sama bapak."


" Mbak Tesya saya mohon cabut laporan atas anak saya, saya yakin dia khilaf."


" Khilaf kok terus terusan," jawab Kevin dari ambang pintu.


" Loh kok balik lagi ada apa mas?"


" Tadi satpam depan bilang sama mas kalau ada tamu laki yang bertemu sama kamu. Ternyata orang yang sudah berhari hari di tunggu etikat baiknya ga muncul eh sekarang ada di sini. Asal bapak tahu, anak bapak itu sudah keterlaluan mengusik kehidupan keluarga saya. Bahkan anak bapak juga ga segan segan mengancam istri saya, kalau kelakuan seperti itu di diamkan saja akan terus terjadi. Saya tidak mau kalau kelakuan anak bapak membuat istri saya setres."


" Tapi anak saya melakukan seperti itu ada sebabnya."


" Iya anak bapak itu terlalu terobsesi sama saya, bukankah anda juga tahu dari dulu saya sama sekali tak merespon perasaannya. Tapi kenapa anak bapak itu keterlaluan seperti itu."


" Saya mohon pak Kevin mencabut semua laporannya," katanya lagi.


" Ga bisa pak, biarkan hukum yang memberikan efek jera buat anak bapak. Sekarang silakan keluar dari rumah saya," tambah Kevin.


" Untung kamu cepat pulang mas, kalau tidak aku ga tahu harus gimana menghadapinya."


" Oke, mas mau ke kantor lagi atau mau di rumah saja?"


" Di rumah sajalah, aku mau main ke rumah bang Vano mumpung dia lagi ada di rumah."


" Kalau gitu aku lanjut kerja ya mas."


" Kerja yang bener biar cepat selesai, katanya pengen liburan."


" Siap bos."


" Akhirnya tinggal 25 gambar lagi," kata Lia.


" Semangat yuk besok biar selesai terus liburan," sambung Intan.


" Ada apa nih kok kalian seneng gitu?"tanya Tesya yang baru kembali.


" Tinggal 25 gambar lagi Sya, kalau sampai sore nanti bisa nambah 10 berati besokkan tinggal 15 lagi. Terus kita liburan yeiiii," teriak Lia kegirangan.


" Wihhh mantap, besok kalau selesai kita makan makan," tambah Tesya.


" Itu yang di tunggu tunggu," imbuh Intan.


" Yuk kerja lagi,biar besok bisa selesai dan kita bisa makan makan terus liburan."


Malam ini setelah Kay tidur Tesya langsung membuka laptopnya kembali melanjutkan pekerjaannya.


" Hemm sekarang ikut ikutan kerja kalau sudah malam,"kata Kevin.


" Biar besok bisa selesai mas, besok pulang awal ya mas aku sama anak anak mau barbeque an di halaman belakang mas, jangan lupa ajak pak Arda sekalian ya."


" Ya udah sini aku bantuin kalau gitu, emang kurang berapa lagi sih?"


" Kurang 16 lagi mas, besok misal satu anak bisa 3 kan cepat selesai."


" Ya udah sekarang istirahat saja," ujar Kevin.


Tesya menaikan selimutnya tapi bukan untuk tidur tapi melanjutkan film kemarin yang yang belum selesai.


" Di suruh istirahat kok malah lihat film lagi."


" Nanggung mas dikit lagi selesai kok, kalau mas mau bisa ikut nonton."