I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
81# BAB 81



 


Hari ini sesuai rencana setelah abang dan calonnya melakukan prewedding tak ketinggalan Kevin dan Tesya melakukan maternity.


 


Pukul 17.00 pemotretan selesai Kevin dan Tesya kembali ke villa sedangkan Vano dan Sita masih jalan ke toko souvenir. Setelah mendapat rayuan maut dari Tesya, akhirnya tanpa berpikir panjang Sita mau menikah dengan Vano.


 


Walaupun mereka sudah bertunangan tetapi dengan segudang kesibukan keduanya akhirnya mereka menunda pernikahan sampai mau di lompati Kevin.


" Ini sayang di minum dulu susunya, kata Kevin sambil menyodorkan segelas susu ibu hamil dan kue kering."


" Mas baik dech, goda Tesya."


" Bukannya udah dari dulu ya, kapan sih masmu ini ga baik, kata Kevin."


" Kalau baik boleh dong aku buka toko kue di rumah, rengek Tesya."


 


" Mulai lagi kan, sayang bukannya mas ga mau, tapi mas cuma ga pengen kamu itu kecapean kan kamu udah urus cattring terus kamu juga masih bantuin mas di kantor, masa mas tega sih, jelas Kevin."


Tesya hanya diam, karena sekali Kevin bilang tidak ya selamanya ga akan berubah. Dengan berat hati Tesya memupus harapanya buat memiliki toko kue.


 


" Jangan marah ya sayang, ini mas lakuin buat kebaikan kamu sama dede, kata Kevin sambil mendekati Tesya yang duduk di tepi ranjang."


 


" Iya , jawabnya walaupun ia kecewa untuk kesekian kalinya."


" Senyum dong, jangan cemberut jelek tahu, goda Kevin yang melihat istrinya cemberut."


 


Tesya masih saja cemberut, mukanya masih di tekuk. Karena kesal rayuannya tidak mempan Kevin langsung mencium bibir Tesya.


Saat sedang asik dengan mencumbu istrinya tiba tiba handphonenya berbunyi. Kevin kesal karena baru saja mau memulai ritualnya.


Nama Arda tampak tertera di layar handphonenya, membuat Kevin semakin kesal.


" Kenapa Da, tanya Kevin kesal."


" Wihhh santai kenapa bos,ga usah ngegas gitu kata Arda."


 


" Ya maaf ga tahu bro, tadi dapat ada email kalau lusa kita harus ke Jogja, ada metting dadakan, katanya mereka dapat recomen dari PT Sejahtera."


 


" Oke, ada lagi?"


" Mereka minta Tesya dan timnya yang mendesain secara khusus. Jadi mereka mau ga mau harus ikut. Terus tadi sore bunga satu mobil bak udah dateng. Rencanamu buat kejuatan juga udah mulai aku kerjain.


 Nanti sepulang dari metting semua udah ready, jelas Arda."


 


" Udah, tanya Kevin lagi."


 


" Buru buru banget sih bos, jadi aku Intan sama Lia berangkat dari sini kita langsung ketemu disana, sambung Arda."


 


" Oke file filenya jangan sampai ada yang ketinggalan, kalau baju biar nanti aku beli aja. Kalau ada apa langsung kasih kabar ya soal kejutan tadi jangan sampai bocor. Satu lagi aku nitip rumah jaga baik baik,ujar Kevin sebelum mengakhiri panggilannya."


 


Saat menengok ke arah Tesya ternyata ia sudah terlelap. Kevin semakin kesal karena ritualnya benar benar gagal. Akhirnya Kevin ikut merebahkan tubuhnya di samping Tesya.


 


Keesokan paginya Tesya tampak sudah bersiap siap buat jalan jalan sedang Kevin baru selesai mandi.


" Mas semalam siapa yang telpon, maaf ya aku kecapean jadi tidur duluan."


" Oh semalam Arda yang telpon ngasih tahu kalau bunganya udah sampai terus sementara mas minta Arda tinggal disana soalnya kalau malam kan ga ada yang menempati. Eh ya sayang, lusa kita harus langsung ke Jogja ada metting dadakan sama perusahaan yang baru mau kerja sama dengan perusahaan kita. Arda bilang mereka maunya kamu sama tim yang langsung desain di sana, jadi nanti Arda, Intan sama Lia langsung kesana, jelas Kevin."


" Tapikan kita ga bawa baju kerja mas, tanya Tesya?"


" Itu gampang nanti kita beli saja disana, lagian mettingnya ga lama kok, jelasnya. Udah siap yuk langsung jalan ajak Kevin."