
Ruang Kerja Kevin
Kevin sedang memeriksa beberapa berkas dan Arda menyiapkan berkas buat meeting.
" Vin mau meeting jam berapa,tanya Arda?"
" Sebentar lagi Da masih ada berkas yang baru aku pelajari,jawabnya."
" Oke kita meeting sama bagian desain dan produksikan, tanya Arda memastikan."
" He eh ,eh iya Da laporan kemarin pas kalian meeting ada dimana?"
" Tuh di laci kemarin bang Vano yang taruh,takutnya ketumpuk sama berkas lain. Vin besok bang Vano kesananya naik apa?"
" Katanya sih mau naik kereta pengen nyoba katanya, jadi bareng?"
" Jadilah ntar nyasar lagi kalau ga, bang Vano sendiri apa sama om tante."
" Bareng semuanya, kayanya belum tahu juga sih coba nanti tanya sendiri."
Rasti yang semula masih di lobby kantor kini tengah berdiri di depan ruangan Kevin.Beberapa kali ia mengetuk pintu, karena ga di buka akhirnya langsung nerobos masuk.
" Kevin..... teriaknya ketika melihat orang yang beberapa hari di carinya duduk di depannya."
" Ngapain kesini lagi,belum puas cari masalah disinu,kata Arda kesal."
" Ga usah ikut campur, lagian aku nyari Kevin kok bukan kamu. Iya ga Kevin sayang."
" Rasti denger ya sekali lagi kita sudah ga ada hubungan apa apa,terus jangan pernah kesini lagi. Satu lagi saya sudah mau menikah dan sudah move on dari kamu. Sekarang silakan pergi, jelas Kevin."
" Da siapin berkas dan siapkan meeting,perintah Kevin."
" Ga mungin kamu akan menikah,kamu itu hanya milikku Vin."
" Ini bukti kalau ada seseorang yang tulus menerima saya,kata Kevin sambil memperlihatkan cincin di jari manisnya."
" Ga mungkin kamu ga boleh ada yang memiliki selain aku, Rasti kesal melihat ada cincin Kevin."
" Mau percaya atau tidak itu bukan urusanku, dulu aku kasih kepercayaan penuh sama kamu tapi di sia siain sekarang jangan pernah ganggu aku lagi,kata Kevin."
Arda keluar dari ruangan, tak berapa lama Kevin ikut keluar , ia benar benar muak kalau lama lama melihat Rasti yang ke genitan.
Di ruang meeting sudah berkumpul beberapa orang ada Tesya dan Intan juga. Arda dan Kevin juga sudah duduk rapi untuk memulai meeting.
" Kamu itu emang ga punya malu ya, harus sampai berapa kali saya bilang kalau kita ga akan bisa kaya dulu lagi,sebentar lagi saya akan menikah,ujar Kevin."
Beberapa karyawan yang mendengar kata kata bosnya tersenyum lebar karena sebentar lagi pimpinannya akan menikah. Walaupun ada juga yang taj percaya dengan ucapannya.
"Da panggil semua security,suruh cepat berkumpul di sini kata Kevin sambil terus memegang tangan Rasti."
"Oke,jawab Arda."
Semua security berkumpul,mereka binggung kenapa tiba tiba bosnya mengumpulkan mereka semua. Mereka yang berbaris rapi nunggu instruksi dari pimpinan mereka.
" Siang semuanya,pasti kalian bertanya tanya kenapa saya mengumpulkan kalian disini. Begini mulai hari ini dan seterusnya jangan ada satu orangpun membiarkan Rasti masuk ke sini,kalau sampai ada yang memberi ijin kalian tahu konsekensinya. Paham. Kata Kevin memberikan intruksi."
Kemudian mereka bubar sambil mengajak Rasti keluar.
" Vin mau lanjut meeting,tanya Arda?"
" Nanti saja sehabis istirahat,coba kamu panggil Tesya suruh ke ruangan,ujar Kevin."
Di ruangan Tesya dan Intan sedang ngobrol cantik.
" Sya ntar sore nonton yuk,ada film baru,ajak Intan."
" Oke tapi,jangan langsung dari kantor ya. Soalnya ga nyaman kalau masih pakai baju formal gini,kata Tesya."
" Oke kita ketemu disana ya."
" Iya,jam 7 aku jemput,sambung Arda yang ikut nimbrung."
" Ada apa pak Arda ,tanya Tesya?"
" Sya kamu di suruh ke ruangan pak Kevin katanya cepat ga pakai lama. Satu lagi di suruh bawa desain kamu yang baru."
" Siap,bentar ya Tan mau menghadap sama big bos, doakan desain kita di terima,kata Tesya."
" Baik baik di sana Sya,awas tadi bosnya habis ngamuk,goda Intan."
" Iya kamu juga baik baik sama pak Arda jangan kasih kendor,balas Tesya sambil berlalu meninggalkan Intan dan Arda."