I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
65# BAB 65



 


Sepulang keluarganya Kevin dan Tesya menata barang barang yang di bawa orang tuanya.


 


Beberapa kotak susu tertata rapi di almari dapur buah sayur pun tertata rapi di dalam kulkas.


 


" Akhirnya selesai juga , ucap Tesya."


" Iya sayang, bersih bersih gih terus istirahat, ujar Kevin."


" Mas kayanya aku beneran mau keluar dech dari kantor."


" Keluar juga ga papa kan, mas juga ga maksa kamu buat kerja kok."


" Kalau gitu besok aku buat surat pengunduran diri ya."


Kevin sudah tak merespon ucapan Tesya, saat Tesya nenggok ternyata Kevin sudah terlelap.


 


" Ihh di ajakin ngobrol malah tidur, gerutu Tesya."


 


Kantor Kevin


 


Biasa pagi ini Tesya datang lebih pagi dari biasanya sambil membawa beberapa camilan dan ga ketinggalan susu ibu hamil yang selalu Kevin siapin di tempat minumnya.


 


" Semangat kerja sayang jangan capek capek. Dan anak papa jadi anak pinter ya jangan rewel, ucap Kevin sambil mengelus perut Tesya."


 


" Mas juga yang semangat, aku masuk dulu ya mas, pamit Tesya dan mencium tangan Kevin."


Semenjak hamil porsi makan Tesya semakin ga terkontrol bawaanya pengen ngunyah terus, makanya ia selalu bawa banyak camilan di dalam tasnya.


 


Semakin hari perutnya bertambah besar membuat kedua temannya mulai curiga.


 


" Sya yang bener aja kamu bawa makanan sebanyak ini, tanya Intan heran ketika melihat meja Tesya penuh dengan makanan kecil."


" Hehehe musim hujan gini bawaanya pengen makan terus, ucapnya."


" Kaya ada yang aneh sama kamu dech Sya, kata Lia."


" Aneh gimana Li, biasa saja kali. Eh iya minggu ini terakhir aku kerja Li, Tan.kata Tesya."


 


" Elu ga bercandakan Sya, ga lagi ngeprank kita kan, teriak Intan."


" Sya emang kenapa,kata Lia dengan mata yang berkaca kaca."


" Jangan sedih kata Tesya, sebenarnya aku juga berat tinggalin kalian tapi ada suatu hal yang sangat penting,jelas Tesya sambil memeluk kedua sahabatnya."


 


" Tapi kita masih jadi temankan, kata Lia dengan sesegukan."


 


" Sya , hiks.... hiks hiks,,,, Intan tak kuasa menahan sedihnya."


" Jangan sedih ya , besok sabtu kita makan makan dech di tempat cattring, apapun yang kalian pengen aku masakkin, seru Tesya."


 


" Kalian .... ini jam kerja ngapain pada pelukan. tegur Arda."


" Ssttt, pak Arda ga tahu lagi sedih nie,seru Lia."


" Hemmm kalau gitu ikut pelukan,ledek pak Arda."


" Hussss sana sana jangan ganggu,usir Intan."


Arda pergi dan kembali ke ruangan Kevin.


" Tuh di ruangan Tesya ngapain pada nangis ,tanya Arda?"


 


" Tesya mau keluar, soalnya udah ga nyaman lama lama duduk, jelas Kevin."


" Hemm pantes pada mewek tu cewek cewek."


" Da semalam aku sempet ngobrol sama Tesya soal kamu sama Intan. Kata dia buruan kasihan Intan jomblo sendiri."


 


" Iya Vin weekend nanti pas makan makan di cattring Tesya bakal aku nyatain."


 


Pulang kantor Kevin dan Tesya santai di gazebo belakang sambil ngasik makan ikan.


 


" Sayang beneran udah yakin mau keluar,tanya Kevin meyakinkan."


" Udah mas, eh iya mas aku pengen dech nanti malam jalan jalan gitu ke depan."


 


" Iya nanti mas antar, emang mau beli apa sih, tanya Kevin."


 


" Ga beli apa apa sih mas cuma pengen aja keluar tapi jalan kaki."


" Oke dech, mas bakal temenin kata Kevin yang gemas sama tingkah manja istrinya itu."


Saat hendak keluar handphone Tesya berdering. Tampak nama Intan pada layar handphonenya.


" Sya......hiks hiks hiks.....,panggil Intan."


" Kenapa Tan, tanya Tesya penasaran?"


" Lia ..Sya......hiks hiks hiks..."


" Iya Tan , Lia kenapa, Tesya semakin penasaran dan binggung."


 


"Cepetan kesini Lia.... Sya..... Intan terus menangis membuat Tesya semakin binggung dan panik."