
" Intan ngapain kamu buka hpnya Tesya?"
" Penasaran Lia, soalnya dari pagi dia itu ga konsen sama kerjaan. Di panggil juga ga nyaut nyaut, malah asik sama ini,jawab Intan sambil memegang hp."
" Baru jatuh cinta kali si Tesya, makanya otaknya ga konek."
"Sepertinya begitu sih Li, kan dulu banget dia kan pernah bilang ,dia mau buka hatinya kala udah punya usaha sendiri."
Saat kedunya mulai menyalakan handphone, empunya sudah datang membuat recananya gatot\( gagal total\).
" Cepet banget Sya,kata Intan yang masih gugup ketika melihat Tesya sudah datang."
" Iya tadi pas keluar orangnya masih di depan,jawab Tesya santai."
Intan hanya menjawab Ohhhh sambil menganggukan anggukan kepalanya.
" Eh iya Li, kamu nanti ke klinik mana,tanya Tesya."
" Ke Klinik Ibu Dan Anak, itu loh sebrang kantor belok dikit, emang kenapa Sya,Lia balik bertanya?"
" Wah kebetulan kalau di situ nanti sekalian bisa makan di resto biasa, jawab Tesya."
Padahal sebenarnya ia hanya ga mau nanti satu klinik dengan Lia.
" Iya nih udah lama ga makan nasi goreng udang disana,seru Lia."
" Li,emang kalau malam makan banyak ga mual mual ya,tanya Intan?"
" Ga cuma pagi aja sih, sama kalau nyium bau yang gimana gitu,jelas Lia."
Jam bubar kantor,Tesya sanggat berantusias mengantar Lia ke klinik.Rasa ingin tahunya soal kehamilan sangat tinggi. Bahkan ia yang gugup ketika Lia di panggil oleh seorang suster di bagian pendaftaran.
" Nyonya Lia,panggilnya."
"Iya ,jawabnya yang langsung bergegas masuk dan di temani kedua sahabatnya."
Setelah semua di cek mulai tekanan darah,berat dan tinggi badan. Lia di minta tiduran dan seorang suster menaruh gel di atas perutnya.
" Yang ini janinnya ya mbk, masih kecil sekali, usia segini atau trimester pertama itu masih rentan di usahakan jangan capek capek banyak istirahat,jangan setres juga,jelas dokternya."
" Ini resepnya mbak,nanti bisa di ambil di apotek depan, sambung dokter tadi."
" Lia, emang kalau hamil selalu mual gitu ya,tanya Intan?"
" Katanya sih gitu Tan, makanya harus minum susu, vitamin juga wajib. Makanan pun harus yang banyak gizi ga boleh sembarangan."
"Kata Lia kalau hamil mesti mual, apa mungkin aku cuma capek makanya jadwal datang bulanq ga beraturan, batin Tesya."
" Sya kok dari tadi pas di klinik sampe udah di resto diem aja kenapa,tanya Lia."
" Gapapa Lia lagi capek aja ,jawabnya. Eh ya aku ke kamar mandi dulu nanti sekalian pesenin ya,tambahnya."
" Tuhkan Li,emang ada yang di sembunyikan sama Tesya, kata Intan sambil mengambil handphone Tesya yang ada di atas meja."
" Masih penasaran aja kamu Tan, seru Lia."
" Gimana ga penasaran sih Li, dari tadi cuma diem,sekalinya ia senyum eh pas di hpnya ada notivikasi pesan masuk. Ini membuat jiwa kekepoanku meronta Lia."
Deg Intan dan Lia kaget begitu melihat wallpaper di handphonnya disana tampak Tesya sedang di peluk mesra seorang laki laki tapi sayangnya wajah sosok itu di tutup emogi.
" Lia"
" Iya Intan."
" Wow ini ga bisa di percaya kamu lihat kan Li,seru Intan."
" Iya Tan,jawabnya sambil menganguk anggukkan kepala. Tapi kaya ga asing dech sama postur tubuhnya kaya pernah lihat tapi dimana gitu,tambah Lia."
" Lihat dech Lia, kalau aku lihat lihat ini jam tangan kaya punya pak Kevin dech,seru Intan."
" Ah masa sama pak Kevin sih Tan, lagian jam kaya gitukan banyak yang punya."
" Ssstttt, yang punya datang kata Lia begitu melihat Tesya berjalan mendekat."
Setelah makan dan pulang ke rumah masing masing Intan dan Lia masih berdebat tentang sosok misterius yang jadi wallpaper Tesya.