
Seperti biasa setelah Kevin berangkat ke kantor, Tesya pergi ke toko kue yang ada tepat di samping rumah. Karyawan sift pagi sudah tampak memulai aktivitas mereka.
Dita juga sudah keliling sambil membawa buku untuk mengecek bahan apa saja yang habis dan bahan apa saja yang harus di beli.
"Selamat pagi semua, sapa Tesya ketika memasuki toko."
" Pagi mbak, jawab semua karyawan bersamaan."
" Dita, ke ruangan sebentar, ujar Tesya."
" Iya mbak, jawab Dita lalu berjalan di belakang Tesya."
" Kamu sudah kontrol apa saja yang sudah habis. Kalau sudah nanti datanya kasih ke saya biar bisa langsung belanja."
" Sudah mbak, tapi belum semua. Tadi pagi sebelum mbak datang ada yang mau pesan buat acara pengajian kue basah sama kalau bisa sekalian makan besarnya, jelas Dita."
" Buat kapan, tanya Tesya sambil melihat daftar orderan."
" Tadi bilang, kalau mau mbak sudah datang suruh kasih kabar, nanti orangnya mau langsung ke sini."
" Coba kamu hubungi, nanti kalau pasti mau kesini kasih tahu saya. Eh ya Dit, nitip toko ya saya mau masak makan siang dulu, pamit Tesya."
Tak selang berapa lama Dita masuk mencari Tesya.
" Mbak, itu kliennya sudah datang, kata Dita."
"Iya, sebetar lagi saya kesana, kamu suruh masuk dulu dan buatin minum, ujar Tesya sambil melanjutkan masak."
" Iya mbak, kalau gitu saya permisi dulu."
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Tesya menyiapkan makan siang buat Kevin, dan meminta supir buat mengantarkan ke kantor.
Tiba tiba handphone Tesya berbunyi, disana tampak nama Lia.
"Tumben Lia telpon ada apa ya, kata Tesya dalam hati."
" Sya, kamu di rumah kan, aku kesana sekarang ya, kata Lia."
" Ah nanti aja, sekarang aku ke rumah kamu, kata Lia mengakhiri panggilannya."
Tesya semakin penasaran, ia tak sabar menunggu Lia datang. Tiga puluh menit kemudian Lia tampak turun dari mobilnya.
" Sya.. gawat gawat gawat , teriak Lia."
" Apaan sih Li, jangan bikin aku binggung dan panik kaya gini. Di kantor ga ada apa apa kan, kata Tesya ikut panik. Duduk dulu ambil napas panjang cerita pelan pelan, imbuhnya."
" Gini Sya, sudah beberapa hari ini Intan itu udah ga nemeni aku di rumah. Kemarin sore aku ga sengaja lihat dia pulang bareng sama pak Arda, karena penasaran aku ikuti mereka. Tapi mereka ga menuju rumah Intan ataupun apartemen pak Arda. Mereka malah masuk ke hotel Sya, teriak Lia."
" Lia, ayo ikut aku sebentar ada yang mau aku tunjukin sama kamu. Tapi sebelumnya kamu harus janji dan anggap kamu ga tahy apa apa."
" Emang mau kemana sih Sya,tanya Lia. Kini dia sekarang gantian di buat penasaran sama Tesya."
Sesampainya di ruangan kerja Kevin, Tesya menunjukan rekaman cctv beberapa waktu yang lalu. Ketika melihat itu betapa terkejutnya Lia."
" Sya ini beneran Intan sama pak Arda ya, kata Lia tak percaya."
" Iya Li, awalnya aku juga ga percaya pas di kasih tahu sama mas Kevin, tapi waktu lihat sendiri aku kaget bukan main. Kok Intan berani berbuat seperti itu dan parahnya lagi di rumahku Li."
" Kenapa ya Sya kok mereka sampai berbuat seperti itu?"
" Entahlah Li, dari pada pusing mikirin mereka mending kita makan yuk, kebetulan aku juga udah masak, ajak Tesya."
" Wahhh pasti menu istimewa nih, goda Lia."
" Menu rumahan biasa kok Li, sekarang udah males mau masak yang aneh aneh. Perut semakin buncit suka cepet capek."
" Doain ya Sya, biar aku cepet nyusul hamil lagi, kata Lia sambil mengelus perutnya sendiri ."
Hay readers terima kasih banyak sudah membaca hasil karya saya. Mohon kritik dan sarannya biar ceritanya lebih menarik lagi. Jangan lupa vote, like dan komennya.
Buat semua readers, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN. Tetap jaga kesehatan dan ikuti anjuran pemerintah.