
Pukul 03.30 pagi alarm handphone Tesya berbunyi, ia yang sedari malam memang tak bisa memejamkan mata akhirnya memutuskan buat bersiap. Budhenya selaku penata riaspun sudah tampak mempersiapkan beberapa alat make upnya.
Selesai mandi Tesya duduk mematung di depan kaca. Kantung matanya tampak sedikit hitam tanda dia tak tidur semalaman.
" Kenapa nduk kok melamun sapa budhenya yang membuat Tesya terkejut."
" Ga papa kok budhe hanya saja Tesya belum yakin sama peraasaan sendiri."
" Lah kok bisa begitu,coba cerita sama budhe."
"Sebenarnya aku itu belum bisa terima mas Kevin budhe soanya dia itu bos di kantorku yang tiba tiba datang ke rumah lamar aku. Terus baru saja lamaran eh tiba tiba di ajak nikah,jelas Tesya."
" Oalah jadi gitu tow,kalau kamu sudah terima lamarannya berati juga harus sudah siap jadi istrinya. Ceritamu itu mirip sama cerita budhe bedanya cuma dulu budhe itu di jodohkan sama anak teman eyang kung."
" Masa budhe dulu di jodohin,tanya Tesya pensaran."
" Ehh beneran loh nduk,jangankan cinta sama beliau, bahkan budhe itu ketemu sama pakdhemu waktu selesai ijab qobul. Ya tapi lama lama rasa sayang itu datang seiring waktu berjalan. \*WITING TRESNO JALARAN SOKO KULINO*\. Kamu yakinkan dirimu kalau Kevin itu terbaik buat kamu, budhe yakin kalian akan bahagia."
"Iya budhe terima kasih sudah kasih tahu Tesya."
Sambil terus bercerita budhe Tesya mulai memoles wajah. Tepat pukul 06.00 Tesya selesai di rias wajahnya. Keluarga pun sudah banyak berdatangan.
" Wih kakak cantik banget Tya sampai pangling lihatnya.Pasti nanti kak Kevin bakal tambah jatuh cinta sama kakak,goda Tya."
" Apaan sih dek,eh iya mama sama papa mana kok dari tadi kakak belum ketemu."
" Ada kok tadi di depan baru nemuin saudara yang baru datang."
Tempat Lain Di Sana
Kevin tampak gagah memakai stelan jas, walaupun dia tampak gagah tak menutupi kegugupan di wajahnya. Bibirnya tampak komat kamit menghafal sesuatu.
" Dari tadi abang perhatiin kamu udah kaya dukun aja jalan mondar mandir mulut komat kamit,ledek Vano."
" Vin ayo sarapan dulu, panggil mamanya."
" Iya ma,jawab Kevin langsung bergegas ke meja makan."
Selesai makan semua keluarga Kevin tampak mempersiapkan barang bawaan. Mereka tampak berkumpul di ruang tamu. Sedangkan Kevin yang masih sibuk menghafal dari tadi.
" Vin,kesini sebentar mama mau bicara, panggil mamanya."
" Ada apa ma,jawab Kevin yang kini duduk di samping papa mamanya."
" Mulai hari ini Tesya sudah seutuhnya menjadi tanggung jawabmu. Mama pesan sama kamu, jaga hatimu dan jaga matanya."
" Maksud mama,tanya Kevin penasaran."
" Jaga hatimu biar kamu tidak berpaling kehati yang lain dan jaga matanya supaya dia tidak menangis,jelas mamanya."
" Iya ma,Kevin akan usaha sekuat tenaga menjaga semuanya."
" Papa juga mau pesan sama kamu,imbuh pak Sanjaya."
" Iya papa mau kasih tahu apa sama Kevin."
" Papa cuma mau biar secepatnya di kasih cucu ,kata papanya sambil tertawa."
" Papa ihh kirain mau kasih pesan apa, kalau soal itu Kevin ga janji ya soalnya kan papa tahu Tesya belum mau di sentuh."
" Pepet terus Vin lama lama juga bakal luluh kok,seru Vano dari depan."
Pukul 07.30 Kevin sekeluarga jalan menuju pendopo tempat acara akan berlangsung. Tesyapun sudah siap disana duduk di dampingi kedua orang tuanya dan sejumlah keluarga.