I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
142 # BAB 142



" Mas jalan kemana gitu yuk kangen jalan berdua saja?"


" Ya ayo maunya kemana mas antar, tapi Kay gimana?


" Jalan yang dekat dekat saja, Kay titip dulu sama Dita."


" Tapi nanti malam saja ya sayang biar romantis, ujar Kevin."


" Lah kalau perginya nanti malam, terus siangnya mau kemana?"


" Di rumah sajalah masih ngantuk, sudah kamu jangan kemana mana di sini saja. Kayla juga masih tidur kok, pokoknya disini, ujar Kevin lalu memeluk tangan istrinya."


" Mas, nanti ke rumah kak Sita yuk, beberapa hari ga kesana. Pengen tahu keadaannya sekarang."


" Iya lama ga kesana, kasian kak Sita kalau siang kesepian. Sya kamu ga pengen kasih adik buat Kay, goda Kevin."


" Ah kalau nanya soal itu pasti ada maunya. Mau sih mas tapi ga sekarang, masih ngeri kalau bayangin rasanya bukaan kemarin."


" Tahu saja kamu kalau mas lagi pengen, yuk sayang mumpung Kay bobok, ajak Kevin."


Ketika hendak melancarkan aksinya terdengar tangis Kayla dari box bayi. Seketika wajah Kevin berubah cemberut.


" Aduh Kay kenapa kamu ga berpihak sama papa sih, gerutu Kevin."


" Kan Kay kangen sama papa pengen di ajak jalan jalan, kata Tesya menirukan suara anak kecil."


" Oke Kay ayo kita jalan jalan, mama mandi dulu biar Kay papa yang mandiin,kata Kevin."


"Siap papa, jawab Tesya kegirangan kaya anak kecil yang hendak diajak pergi sama orang tuanya."


Dengan lincah Kevin memandikan Kayla, bahkan Tesya sampai kagum melihat pemandangan indah itu. Ia sampai menunda mandi untuk mengabadikan moment itu. Kalau hanya memakaikan popok dan baju sudah biasa tapi untuk memandikan baru kali ini dan wow juara untuk pemula.


" Loh mama kok belum mandi, Kay sudah selesai nih, kata Kevin."


" Iya sebentar sayang, mama mandinya ga lama kok."


Kay sudah selesai mandi dan sudah rapi, Kevin mengajaknya ke depan untuk berjemur.


" Bi, tolong gendong Kay sebentar aku mau ke kamar ada yang ketinggalan,ujar Kevin."


" Baik mas, jawab bi Mun."


" Haha kali ini ga bakal ada yang ganggu, batin Kevin."


Sesampainya di kamar Kevin langsung masuk ke kamar mandi, tanpa menunggu lama ia langsung memeluk tubuh Tesya.


" Mas, ngagetin saja Kay mana?"


" Kay di bawah sama bibi, sekali ya sayang rengek Kevin."


"Sepertinya mas memang belum beruntung, tamu bulananku baru datang, jelas Tesya."


" Huhhhh kejamnya, harus nunggu lagi sampai seminggu. Dosa apa sih aku sampai gini amat balasannya."


" Dosa udah prank aku kemarin, yang sabar ya mas. Karena sudah basah kuyup sekarang mas sekalian mandi terus dandan yang rapi lalu jalan jalan dech."


" Siap bu bos, kata Kevin dengan nada kecewa berat."


Selesai sarapan mereka langsung pergi jalan jalan. Entah mereka akan kemana yang jales keluar dari rumah dulu urusan tujuan nanti di pikir sambil jalan.


" Mas kita ke resto kamu saja, kan lama gak kesana. Sekarang sudah seramai apa ya?"


" Oke ide yang bagus, gimana sayangnya papa seneng ga di ajak jalan jalan?"


Kay, tersenyum tanda ia senang dengan perjalanannya kali ini.


" Aduh aduh papa ga kuat kalau di lihatin kamu sambil senyum gitu bikin hati papa leleh nak. Pasti mama ya yang ngajari?"


" Masa sih, goda Kevin."


" Ada Kay mas, jangan genit genit."


" Berati mama dulu kesengsem sama senyuman papa ya?"


" Ihhh papa GR ya Kay."


" Cerita donk kemarin kamu bisa sampai nyusul ke Jogja?"


" Mau tahu aja apa mau tahu banget?"


" Mau tahu banget."


" Jadi pas papa berangkat perasaanku udah gimana gitu, soalnya kalau mau keluar kota biasanya beberapa hari sebelumnya pasti cerita. Lah kemarin kok tiba tiba saja mau pergi kan aku curiga. Siangnya aku main ke tempat Intan curhat dong sama dia, eh malah dikatain lagi hamil orang sensi gitu. Terus dia kasih saran buat mata matain papa di sana eh malah kena prank."


" Oh jadi Intan yang kasih ide, makanya sampai nekad ke Jogja ajak Kay. Iya benar baru sensi soalnya tamunya mau datang."


" Ah papa tahu saja kalau aku sensi tamunya mau datang. Sekarang sudah peka ternyata,habis kalau Kay ga di ajak kasihan di rumah sendiri."


" Kalau gitu lusa yuk kita kesana lagi, mas kenalin sama Laras kalau dia belum berangkat ke luar."


" Malulah papa aku sudah marah marah sama dia di tempat umum pula."


" Kenapa harus malu, orang Laras juga tahu kok kalau papa mau prank kamu. Bahkan dia dengan ikhlas bantuin dan sukses dech."


" Teganya, tapi boleh juga kita liburan ke Jogja dan kayanya aku wajib minta maaf sama Laras karena salah paham ."


Di resto Kevin langsung masuk ke meja kerjanya, beberapa file tampak numpuk di atas meja. Sementara Tesya menidurkan Kay di sofa.


" Mas, suami Lia beneran ga mau kerja di sini tanya Tesya?"


" Ga mau sayang, katanya mau buka usaha sendiri saja. Tapi tenang saja ada mas percayakan sama Angga, anak sini walaupun sekolahnya hanya lulusan SMA tapi berbakat."


" Maaf pak ,kok kemari tak kasih kabar dulu kata Angga."


" Iya tadi ga punya ide mau jalan jalan kemana akhirnya ibu ajak kesini."


" Pak itu ada beberapa surat lamaran, dan beberapa file yang perlu bapak baca."


" Iya, tadi sebagian sudah saya baca, mumpung saya disini dan tolong telpon semua yang sudah masukan lamaran kesini kalau nanti jam 2 suruh datang untuk interviu. Saya sama ibu mau ke villa belakang."


" Baik pak, jawab Angga."


Villa yang jarang ia kunjungi sudah selesai di renovasi, sesuai dengan yang Tesya inginkan.


" Suasananya enak ya mas, udara segar dan tiupan angin sepoi sepoi membuat syahdu."


" Suasananya ngajak rebahan terus di manjain, tapi yang mau di ajak manja manjaan lagi galak, kata Kevin."


" Sabar mas, seminggu ga lama kok, kemarin saja nunggu 40 hari bisa masa ini hanya seminggu mau nyerah."


Tesya menyandarkan kepalanya ke bahu Kevin. Keduanya terdiam sambil melihat pemandangan kebun teh yang berkabut.


" Makasih ya mas buat semuanya, aku bahagia bisa sama mas."


" Kok tiba tiba jadi melow gini sih sayang, kata Kevin."


Mata Tesya mulai berkaca kaca, Kevin yang menyadari hal itu langsung mendekap tubuhnya.


" Tuh kan kalau habis ngomong kaya gitu pasti langsung nangis, mas juga bersyukur punya kamu sayang jangan pernah pergi dari mas ya. Kamulah satu satunya perempuan yang bisa membuat aku bahagia setelah mama. Kita sama sama terus ya sayang."


" Habis aku bahagia bisa menjadi pendamping mas. Walaupun awalnya aku ga suka sama mas, tapi jangan tanya sekarang bagaimana yang jelas aku takut kehilangan kamu mas."


" Mas janji ga bakal meninggalkan kamu sayang, ucap Kevin lalu mencium bibir mungil istrinya."