
" Sini pak Arda ikut sarapan,ajak Tesya."
" Iya Da ga usah malu malu, sambil ngomongin rencana kamu besok, bujuk Kevin."
Akhirnya Arda ikut bergabung, entah mengapa kalau cerita sama mereka hatinya merasa nyaman dan damai.
" Lusa aku ajak Intan dan Lia ke tempat cattring, soalnya mereka pada mau belajar masak. Nanti pak Arda kesana aja pura pura mau pesan gitu."
" Terus Sya?tanya Arda."
" Ya terus nanti aku ajak ke taman belakang biar kalian jadi tambah deket. Selanjutnya tinggal pak Arda dech yang lanjutin."
" Makasih ya Sya, Vin udah di dukung kaya gini."
" Santai bro,dulu kamu bantuin aku sekarang gantian aku yang bantu."
" Kalian bener bener the best pokoknya,ucap Arda terharu."
" Mas, aku balik ke ruangan ya , sama minta amplopnya biar di kira dapat SP lagi. pamit Tesya."
" Iya, kerja yang serius, bentar mas mau cium anak papa,ucap Kevin."
Selanjutnya kehebohanpun terjadi ketika Tesya masuk ke ruangannya .
" Lama banget sih Sya,kamu diapain sama pak Kevin, tanya Intan?"
" Ga di apa apain Tan, biasalah dapat surat cjntab, kata Tesya sambil nunjuki amplop kosong."
" Dari dulu ga berubah dikit dikit langsung Sp,gerutu Lia."
" Kalau ga kaya gitu bukan pak Kevin namanya ,seru Tesya."
Ruangan Kevin
Handphone Kevin berbunyi tampak nama mamanya muncul dengan cepat ia langsung menjawab.
" Hallo ma."
" Hallo kesayangan mama, lagi sibuk."
" Ga sih ma ada apa,tanya Kevin."
" Bisa ke rumah sebentar ga ,ada yang pengen mama bicarain,jelas nyonya Sofi."
" Iya ma,bentar lagi aku langsung kesana,jawab Kevin."
Kevin langsung bergegas menuju kediaman mamanya, karena memang hampir tiga minggu belum bertemu. Sampai ia lupa ga pamit sama Tesya.
Kediaman Sanjaya
Begitu sampai ia langsung mencari mamanya di gazebo belakang. Biasanya jam segini mama sama papanya santai disana. Ketika bertemu ia langsung memeluk melepakan rindu.
" Ternyata anak mama masih manja juga ya,ledek mamanya."
" Manja sama mama sendiri kan ga papa, gerutu Kevin."
" Lihat pa ,anak papa semakin berisi ya setelah menikah,pasti tiap hari makan mulu nie,goda mamanya."
" Gimana kabar mantu kesayangan papa, tanya pak Sanjaya?"
" Aduh aku lupa belum bilang sama Tesya kalau kesini, pasti dia udah kirim ratusan pesan."
Dengan cepat Kevin langsung berlari mengambil handphonenya di dalam mobil. Benar saja ada banyak pesan masuk dari istrinya.
" Duduk dulu biar nanti mama yang kasih tahu Tesya biar nanti pulang kantor langsung kesini."
" Tesya mana mau sih ma, akhir akhir ini maunya baru nempel terus sama aku, orang habis ketemu di dalam kantor pas keluar dia nungguin di parkiran ketemu lagi udah minta di peluk, jelas Kevin."
" Bukannya dulu ga mau ya di pegang sama kamu,tanya pak Sanjaya?"
" Sekarang kalau ga di pegang ngomel ngomel pa, jelas Kevin."
" Haha rupanya mantu kita udah mulai jatuh cinta ma."
" Ma, emang kalau orang hamil moodnya berubah ubah ya,tanya Kevin?"
" Loh Tesya hamil Vin ,tanya papa dan mamanya bersamaan?"
" Iya ma, Kevin aja tahu baru dua hari yang lalu pas ulang tahun. Tesya sendiri juga lupa kalau 2 bulan lebih belum datang bulan, jelas Kevin."
" Selamat ya sayang seru mamanya."
" Akhirnya aku mau jadi kakek seru pak Sanjaya."
" Vin mama sama papa minggu depan itu mau ke Belanda, ya kira kira sekitar 1 sampai dua bulan dan rumah ini kan mau di renovasi juga, gimana kalau selama itu bang Vano tinggal disana?"
" Boleh kok ma, nanti biar Kevin bersihin kamar depan,jawab Kevin. Ma pa bentar lagi jam bubar kantor Kevin pulang ya takut Tesya nungguin lama ,pamit Kevin."
" Iya sayang hati hati salam buat Tesya."
Setelah mencium kedua tangan orang tuanya ia langsung tancap gas menuju kantornya.