
~Kantin Kantor~
" Ada yang lihat Karina ga ,teriak Arda."
" Mbak Karina baru aja keluar dari sini pak sambil bawa makanan,kata ibu kantin."
Arda berlari mencoba mengejar Karina,tapi usahanya sia sia.Karina telah sampai di depan ruangan Kevin.Entah tadi dia lewat jalan mana.
"Ni orang nyari mati kata Arda dalam hati."
" Dicariin sampai ke kantin tahunya udah sampai sini,kata Arda."
" Ada apa pak, tumben nyariin kangen ya sama aku, kata Karina manja."
"Idih amit amit suka sama nenek lampir kaya elo, misal cewek di dunia ini tinggal elu, gue memilih jomblo tahu ga."
"Terus kenapa nyariin kalau ga kangen,kata Karina dengan gaya centilnya."
" Di cari sama pak Kevin tu,lagian jadi orang kok hobi nyari musuh,ucap Arda."
" Akhirnya hati pak bos terbuka juga setelah penantian panjangku."
"Jadi orang kok kePDan dasar nenek sihir,ledek Arda."
Arda dan Karina jalan beriringan masuk ke ruangan Kevin.Sedangkan di dalam ruangan Kevin menampakkan wajah seram, Tesya sampai tak berani menatap wajahnya.
"Duduk dulu Rin,perintah Kevin."
"Iya pak terima kasih,kalau boleh tahu ada apa ya bapak manggil saya kesini.Bapak mau terima saya ya jadi pendamping,kata Karina dengan centilnya."
" Dengar ya Karina dari dulu sampai sekarang saya ga akan dan ga bakal nerima kamu,jawab Kevin."
" Terus bapak panggil saya kesini buat apa dong."
" Karina Anjani buat apa kamu melarang Tesya memberi makan siang buat saya,tanya Kevin."
" Makanan yang di kasih Tesya kan belum tentu sehat pak,siapa tahu sayurannya ga segar cara masaknya ga higienis,jelas Karina."
" Mbak Karina yang terhormat anda jangan asal tuduh ya.Masakan yang saya bikin itu semua atas rekomendasi dari pak Kevin mulai dari sayuran dan bahan bahan yang lainnya,kata Tesya."
" Tapi pak,masakan saya lebih enak loh dari pada masakan Tesya."
" Jangan gitu dong pak,saya minta maaf. Saya tahu kalau saya salah,bela Karina."
" Saya sudah muak dengan janji janji kamu,setiap ada karyawan yang dekat dengan saya selalu kamu bully,terus kamu minta maaf tapi besok di ulang lagi,bentak Kevin."
Karina hanya menundukan kepalanya bahkan keputusan bosnya itu sudah tidak bisa berubah lagi. Mau marahpun percuma ga ada gunanya.
"Sana kembali ke tempat kerjamu,semakin lama kamu disini semakin menghancurkan moodku,usir Kevin."
Kini hati Karina benar benar hancur harapannya buat bersanding dengan bosnya pupus sudah. Ia sadar semua itu juga karena ulahnya sendiri menyesalpun tak akan mengubah semua yang terjadi.
Tesya juga keluar dari ruangan Kevin dengan wajah cerah ceria.Ya walaupun ia tetap jadi tukang masak pribadi buat bosnya. Tapi ya sudahlah dari pada menolak dan di turunkan jabatan ya mending nurut.
" Wis muka ceria bener neng,kata Intan."
" Kirain bakal di omelin sama si bos gara gara makanannya sudah habis,imbuh Lia."
" Awalnya sih iya si bos ngamuk gitu gara gara ga ada makanan di mejanya. Setelah aku kasih tahu yang sebenarnya juga masih ngamuk tapi bukan sama aku tapi sama Karina."
" Rasain tu mak lampir kena batunya, dari awal kerja disini tuh Karina sering banget nyari masalah,kata Intan."
" Ceritanya dia itu jadi bucin tapi terlalu over mana cintanya ga kesampaian lagi ,kasihan ya,ucap Lia."
"Buat pelajaran saja sih Intan Lia,yang jelas kita bakalan jarang ketemu Karina soalnya tadi pak Kevin udan mindahin dia ke bagian lapangan,jelas Tesya."
" Kenapa ga dari dulu saja di pindahnya,tapi ga papalah malai sekarang damai kita tanpa Karina,kata Lia."
Tesya dan kedua temannya tertawa lega karena biang si biang kerok sudah di pindah. Akhirnya mereka bisa bekerja dengan nyaman.