I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
95# BAB 95



 


" Sya, itu Intan, kata Lia panik."


 


" Coba nanti kalau udah balik kita tanya, jelas Tesya."


 


" Tapi aku curiga deh Sya, soalnya biasanya jadwal aku datang bulan itu barengan sama Intan, tapi bulan ini aku udah selesai dia belum. Apa jangan jangan Intan hamil ya."


 


" Huss jangan bilang gitu nanti kalau Intan dengarkan ga enak Li. Siapa tahu emang mundur jadwal datang bulannya, jelas Tesya."


 


" Tapi kan Sya, mereka pernah melakukan kaya gitu, Lia masih saja membahas itu."


 


" Udah Lia, itu anaknya datang, awas jangan keceplosan."


 


" Kamu ga papa Tan, tanya Lia penasaran?"


" Ga papa, kayanya asam lambung aku naik dech gara gara kemarin makan mangga tapi belum makan nasi, jelasnya bohong."


 


" Eh Sya, liburan nanti aku jadi main ke rumah ya, nganter saudara sama mau minta bibit bunga."


" Aku ikut ya Li, aku mau minta mangga nih kayanya seger dech siang siang makan mangga, boleh kan Sya."


 


Mendengar itu Lia menendang ujung kaki Tesya dan membuatnya melotot. Tesya paham yang di maksud sama Lia.


" Boleh kok, Li itu siapa yang jalan bareng sama pak Kevin sama pak Arda kok kecentilan gitu, tanya Tesya?"


"Oh itu anak baru, sekertarisnya pak Angga bagian produksi.Emang anaknya kecentilan lihat bentar lagi pasti nempel nempel."


 


Tesya cemburu melihat ada wanita lain yang dekat dekat dengan suaminya. Bahkan kata Lia tadi cewek itu sering kecentilan.


" Aku ke ruangan pak Kevin dulu ya, pamit Tesya."


Benar saja di ruangan Kevin anak baru itu baru tebar pesona sama suaminya. Melihat itu Tesya ga bisa menahan emosinya.


 


" Eh kamu anak baru ga usah tebar pesona sama suami orang, teriak Tesya."


 


" Suami orang, hahahaha anak baru itu tertawa."


" Pak Kevin itu suami saya, lihat aku juga baru hamil anaknya. Baru jadi sekertaris aja sudah sok kaya gitu apa lagi jadi bos, bentak Tesya."


 


" Jangan halu dech mbak, ngaku ngaku jadi istrinya pak Kevin.Semua karyawan sini tahu kok kalau pak Kevin belum menikah."


Mendengar keributan karyawan yang melintasi ruangan Kevin berhenti sejenak buat melihat ada keributan apa disana.


 


" Saya memang istrinya kok, mau percaya silakan ga juga terserah."


" Hahaha , tawa anak baru itu semakin menjadi. Jangan jangan mbak hamil sama orang lain terus nysuh pak Kevin buat tanggung jawab."


Karena emosinya sudah di ubun ubun Tesya menampar pipi anak baru itu. Sementara Kevin yang menenangkan Tesyapun kewalahan.


" Sudah cukup kamu itu anak baru jangan bikin ulah di sini. Tesya memang istri saya, kami menikah beberapa bulan yang lalu tapi kami tak mengadakan resepsi, jelas Kevin."


"Ah pak Kevin yang benar kayanya ga mungkin dech bapak suka sama perempuan kaya gini."


" Eh itu mulut bisa diam ga sih, kata Tesya."


 


Akhirnya ia melayangkan tamparannya lagi plakk plakk suara tangan Tesya beradu dengan pipi. Anak baru itu tak terima dan mendong Tesya sampai perutnya terbentur meja. Seketika Tesya menangis dan memegangi perutnya.


 


Kevin dengan sigap menggendong Tesya dan membawanya ke rumah sakit. Mata Kevin berkaca kaca tak kuasa melihat istrinya kesakitan.


" Arda ayo antar ke rumah sakit, ujar Kevin."


Sepanjang perjalanan Tesya terus megangi perutnya. Wajahnya menjadi pucat membuat Kevin cemas.


"Sabar ya sayang sebentar lagi sampai."


 


 


 


 


-------------------------------


 


Rumah Sakit


 


Tesya sedang di tangani dokter, sementara Kevin dan Arda menunggu di luar.


 


"Yang sabar Vin, berdoa saja semoga ga terjadi apa apa sama Tesya dan bayinya, kata Arda mencoba menenangkan Kevin."


 


" Iya Da, makasih ya. Besok pagi kamu buatkan SP 3 buat anak baru tadi dan kamu bikun daftar nama kolega dan teman teman kita. Setelah Tesya sembuh aku mau bikin resepsi biar semua orang tahu kalau Tesya istriku. "


" Oke, besok aku kerjakan."


" Keluarga nyonya Tesya, panggil seorang dokter."


" Ya dok, saya suaminya kata Kevin."


 


" Bisa ikut saya sebentar ada yang mau saya sampaikan, ujarnya."


" Baik dok, ucap Kevin dan berjalan di belakang dokter tadi."