I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
101# BAB 101



 


Tesya berjalan berdampingan dengan suaminya, sepanjang jalan ia tersenyum menyapa seluruh karyawan yang ia temui. Beberapa karyawan juga membalas senyumnya walaupun banyak di antara mereka yang patah hati di buatnya.


 


" Sayang nanti siang mas mau metting kamu mau di sini apa ke tempat Lia sama Intan?"


 


" Mau ke kantin aja mas, nanti kalau ke ruangan mereka takutnya ganggu."


Tesya merebahkan tubuhnya di sofa sambil mengontrol perkerjaanya lewat handphonenya. Kevin juga mulai sibuk dengan berkas berkasnya.


 


Sesekali Tesya memperhatikan wajah suaminya yang lagi serius membaca. Ia mulai iseng mengambil foto dan mengeditnya. Kevin yang sadar dari tadi melihat istrinya menatap layar handphone sambil senyam senyum sendiri membuatnya penasaran.


Tapi ia memilih melanjutkan pekerjaannya.Bahkan ia juga sadar beberapa kalinya Tesya memandangnya begitu lama.


 


"Baru tahu sadar ya kalau suamimu ini tampan. Awas jangan lama lama lihatnya nanti naksir loh, kata Kevin yang memergoki mata istrinya sedang menatapnya."


" Ah mas tahu aja sih kalau lagi di lihatin, padahal matanya fokus baca.Emang ga boleh ya kalau naksir, goda Tesya."


"Ya bolehlah malah di wajibkan, jawab Kevin sambil terkekeh."


" Huuu itukan maunya mas."


" Iyalah, kalau yang naksir kamu dengan senang hati mas menerimanya. Dari tadi mas pethatiin senyam senyum sendiri emang ada yang aneh ya sama mas?"


" Mas kalau lagi serius itu lucu. Tapi kok dulu pas aku masuk kerja ga kaya gini ya."


" Emang dulu mas kaya gimana?"


" Wajahnya seram kaya singa mau nerkam mangsanya. Habis itu sukanya marah marah lagi. Tapi sekarang ga sama karyawannya ramah murah senyum lagi.Kenapa ga kaya gitu aja dari dulu mas?"


" Ya kan dulu belum dapat mangsanya makanya mas kaya singa, kalau sekarang mangsanya udah dapat ya ga perlu pasang wajah seram lagi."


" Ihh mas bisa aja ngelesnya. Kalau mas dari dulu ramah pasti banyak dech yang suka. "


" Orang mas serem aja banyak yang suka kok. Tapi yang buat mas heran kenapa kamu ga suka ya."


" Berati aku normallah mas, masa iya naksir sama orang yang cuek ga punya senyum sedikitpun udah gitu galak lagi."


" Habisnya di paksa harus mau gimana lagi. Mau ga mau ya harus mau toh menolak juga ga bisa.Mungkin memang mas jodohku kali."


 


Belum sempat Tesya melanjutkan ucapannya Kevin terlebih dulu menghentikan ucapan istrinya dengan ciuman mesra. Mendapat serangan mendadak Tesya kaget dan dengan cepat mendorong tubuh suaminya.


 


" Kenapa sayang?"


" Inikan di kantor mas,takut kalau ada yang tiba tiba datang."


" Ya udah kalau gitu nanti aja pas udah di rumah. Udah jam sepuluh mas ke ruang metting ya, ga enak kalau di tunggiin."


 


" Bareng keluarnya mas, aku mau ke kantin, pinta Tesya."


 


Tesya belok ke arah kantin sementara Kevin melanjutkan perjalanannya menuju ke ruang metting. Kantn pagi ini masih sepi hanya ada beberapa pegawai kantin yang baru bersih bersih.


Tiba tiba datang seorang perempuan yang usianya ga terpaut jauh darinya.


" Maaf permisi mbak mejanya mau di lap dulu, kata perempuan tadi."


" Oh silakan mbak, sama nanti kalau sudah saya mau pesan air hangat ya sama tolong sekalian basonya, ujar Tesya."


 


" Baik mbak tunggu sebentar ya, pamit perempuan tadi."


 


Dari jauh perempuan tadi memperhatikan gerak gerik Tesya. Bahkan ia tampak seperti mata mata yang selalu mengintai Tesya.