I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
37# BAB 37



 


" Kamu ga papa Sya, tanya Vano."


" Ga papa kok bang, maaf sudah membuat keributan tadi,jelas Tesya."


" Iya santai saja,jawabnya."


" Saya permisi dulu,pamit Tesya."


Setelah Tesya pergi Vano dan Arda masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


" Da emang Tesya segalak itu ya,tanya Vano."


"Aku juga baru tahu bang kalau Tesya bisa seberani itu. Baru kali ini aku melihatnya biasanya anaknya itu diam, tapi sekalinya di ganggu bisa kaya macan,jelas Arda."


" Beberapa kali ketemu walaupun ga ngobrol banyak anaknya itu asik, ramah juga bahkan kalau di lihat anaknya ga bisa marah, ga nyangka juga dia bisa seberani itu,kata Vano."


Sementara di ruangan lain Tesya masih kesal dengan perlakuan mantannya Kevin. Tak habis pikir dia kalau hubungannya bakal di usik sama orang lain.


" Tadi senyum senyum sekarang muka di tekuk kenapa,tanya Lia."


" Gila tu mantannya pak Kevin,masa gara gara kemarin aku pulang bawa mobilnya pak Kevin di katain cewek murahan sok deketin bosnya. Iya kali aku suka sama dia orangnya aja galak dingin kaya es batu gitu,kata Tesya dengan emosi."


" Jangan ngomong gitu ntar suka loh,goda Intan."


" Iya jangan suka benci sama orang sampai kaya gitu,benci sama cinta itu beda tipis,sambung Lia."


" Apaan sih, ya ga lah masa aku sama pak Kevin,bisa runtuh dunia persilatan,elak Tesya."


" Sttt jangan gitu aku dulu juga gitu Sya,kata Lia memulai ceritanya."


" Gitu gimana,tanya Tesya penasaran? Tapi cepat atau lambat dia juga akan menikah dengan Kevin walaupun belum ada rasa sama dia."


" Ya dulu aku sama calon aku tu bencinya wow luar biasa,bahkan setiap ketemu saling ejek, kalau ga ketemu iseng kewat depan kelasnya kalau ga suka isengin dia pas di parkiran tapi kalau ga ketemu sehari saja suka ada yang kurang, Hasilnya sekarang udah jadi tunganganku dan kalau ga ada halangan lusa saya mau nikah sama dia,jelas Lia."


" Kok mendadak sih Li,kata Intan."


" Sebenarnya acaranya masih bulan depan,mumpung dia masih cuti. Eh baru di rumah 2 minggu sudah di email katanya suruh berangkat berlayar lagi, ya akhirnya acaranya di majuinlah,jelas Lia."


" Selamat ya sayang, kata Tesya dan Intan bersamaan kemudian sama sama memeluk Lia."


" Kalian harus datang jadi pendamping aku,kata Lia."


" Rabu tanggal merah Sya, semangat banget kerjanya sampai lupa ada tanggal merah."


" Eh iya besok siang meeting bareng pak Vano kalau nanti deal dan kita bisa dapatin proyeknya bakal ada bonus,jelas Tesya."


" Wah ada bonus kalau gini gimana ga semangat,sambung Lia.Eh iya nanti ngopi yuk ya buat acara perpisahan masa lajang aku."


" Oke siap di caffe biasa ya,seru Intan."


Dari jauh Arda memperhatikan mereka yang asik ngobrol walaupun tangan mereka tetap bekerja. Karena penasaran Arda datang menghampirinya.


" Asik ya ngobrolnya,awas nanti di omelin sama pak Vano,dia lebih galak dari pak Kevin, ujar Arda."


" Bilang saja pak Arda kesepian ga ada teman ngobrol, ejek Intan."


" Tahu saja kamu Tan, soalnya pak Vano balik ke kantornya jadi di ruangan hanya sendirian masa mau ngobrol sama tembok kan ga lucu."


Tiba tiba handphone Arda berdering terlihat nama Kevin di sana.Arda buru buru menjawab dan keluar dari ruangan Tesya.


" Lama amat angkatnya,omel Kevin."


" Sabar dong bro tadi lagi di ruangan Tesya,jawab Arda."


" Ngapain di ruangan Tesya,dia ga papakan tanya Kevin."


" Dia ga papa,panik amat sih bro biasa aja kenapa? Eh iya tadi Tesya berantem sama Rasti,terus Rasti sampai di tampar loh."


" Kok bisa sampai berantem,tanya Kevin?"


" Rasti cari gara gara lah apa lagi kaya ga tahu Rasti saja dia kan bucin."


" Eh iy la Da kemarin kamu ngomong apa sama Tesya kok tadi pagi oas aku tanya soal menikah kok dia jawabnya beda dari sebelumnya."


" Kemarin cuma bilang kalau jadi istri tu ga boleh nolak kalau suami minta di layani kalau nolak kata pak ustad dosa gitu, emang kenapa Vin."


" Pantas saja tadi pagi keningnya tak cium diem aja, makasih ya bro. Eh ya jangan lupa hari sabtu ikut ke Solo berangkatnya jumat habis pulang kerja, bareng sama bang Vano aja biar ga kesasar,ujar Kevin."


" Siap bro, eh iya udah jam balik kantor ntar sambung lagi ya bro,kata Arda sambil menutup teleponnya."