I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
79# BAB 79



 


Hari hari setelah Tesya keluar dari perusahaan , ia mulai bosan dan kesepian. Walaupun tetap membantu pekerjaan suaminya dari rumah tak bisa menghilangkan rasa itu.


 


Suatu malam ketika Kevin sedang santai di halaman belakang,tiba tiba Tesya datang menghampiri sambil membawa camilan dan kopi.


 


" Mas, aku bikinkan kopi dan kue, eh ya bang Vano mana ?"


 


" Makasih ya sayang,bang Vano tadi keluar ga tahu mau kemana. Ada apa kok kayanya ada yang mau di bicarain."


 


" Mas di rumah terus bosen, ga ada kegiatan kalau mas sama bang Vano berangkat kantor di cuma sendiri, bibi juga kalau udah selesai pekerjaanya pulang ga ada teman ngobrol."


" Terus maunya gimana, ikut mas ke kantor apa mau ke tempat cattring biar ada temannya , apa mau gimana?"


" Mas kalau aku buka toko kue di depan boleh ga, kan halamannya masih luas?"


" Ga boleh, kata Kevin"


 


Mendengar penolakan dari Kevn mata Tesya langsung berkaca kaca. Harapannya ga sesuai dengan kenyataan.


 


" Sayang mas itu melarang bukan karena apa apa, mas cuma kamu ga kecapekan ga banyak pikiran. Kalau memang kamu kesepian dan bosan di rumah sendiri, besok biar mas kerjannya dari rumah saja."


Tesya hanya diam kepalanya tertunduk, ia kecewa karena keinginnannya ga di penuhi. Tak berapa air matanya langsung mengalir membasahi pipinya lalu dengan cepat ia pergi kedalam.


" Tesya kenapa Vin, tanya Vano yang bary datang dan berpapasan dengan Tesya saat berlari ke kamarnya?"


 


" Ngambek, tadi minta ijin mau buka toko kue di depan tapi ga aku ijinkan."


" Lah kenapa ga Vin, jahat kamu kasian kayanya dia kecewa berat."


" Bang, Tesya kan baru hamil aku cuma ga mau dia kecapean."


 


" Kamu ga mau dia kecapean, tapi kalau sekarang dia kecewa dan setres apa ga bahaya buat kehamilannya. Udahlah Vin ngalah dikit biar dia bahagia."


 


" Jangan banyak mikir kasihan tuh Tesya. Ya jadilah , kenapa mau ikut?Kalau iya besok sore kita langsung berangkat. Lagian ga jauh kok dari sini, biar lama liburannya dan waktunya juga ga habis di perjalanan."


" Oke dech biar nanti, aku bicarain sama Tesya."


 


Di dalam kamar Tesya menangis sejadi jadinya sampai ia lelah dan tertidur. Ia benar benar kecewa dengan keputusan suaminya tadi.


 


Pagi harinya seperti biasa Tesya menyiapkan sarapan, matanya masih sembab gara gara semalam menanggis.


 


Kevin yang baru banggun langsung mencari keberadaan istrinya. Ia merasa bersalah sudah membuatnya menangis tapi ia juga ga mau kalau istrinya kecapekan.


 


" Pagi sayang , sapa Kevin ketika menemukan sosok yang ia cari."


 


" Pagi juga mas, kok belum siap siap ga ke kantor hari ini."


" Kan mas sudah bilang kalau mau kerja di rumah, tadi mas sudah kasih tahu Arda kalau ada file file yang penting biar di antar ke sini."


" Iya dech kalau gitu sarapan dulu, ajak Tesya."


" Sya kemarin bang Vano ngajak liburan, gimana mau ga. Kalau mau nanti sore langsung berangkat."


 


" Boleh berapa lama,tanya Tesya?"


" Belum tahu sih, tapi bang Vano bilang deket sini aja kok biar bisa lama dan ga capek di perjalanan."


" Ya udah habis ini langsung packing ya mas, eh ya bang Vano sama kak Sita kan."


" Iya lah masa sendirian, orang sekalian mau prewedding kok, jawab Vano yang baru keluar dari rumahnya."


Walaupun rumah orang tuanya sudah hampir selesai di renovasi dan kedua orang tuanya juga sudah kembali, Vano lebih kerasan tinggal di rumah Kevin dan malas mau balik ke sana.