I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
108# BAB 108



 


" Acara abang kan tinggal beberapa minggu lagi emang ga pakai di pingit gitu?"


 


" Ya ga lah, emang kamu Vin, tapi ga tahu juga sih mama belum bilang. Tapi santai aja Vin kan masih bisa videocall, jaman udah canggih gini kok."


" Aku kasih tahu ya bang, mama itu bilangnya dadakan, terus handphone juga di sita sama mama mana bisa videocall."


" Kamu dulu berapa lama Vin?"


" Seminggu , banyangin aja gimana rasanya bang seminggu di rumah tanpa pegang handphone."


" Ihh sumpah mama tega kalau gitu, kalau nolak gimana ya?"


" Kalau nolak abang di coret dari kartu keluarga, ledek Kevin."


 


" Jahat lu Vin."


" Jahat gimana orang aku udah rasain itu kok, kalau berani protes sama mama."


" Lagian asik kok bang di rumah aja minta ini itu di turutin di lulurin di pijat di masker juga, sambung Tesya."


" Ah itukan kamu cewek masa iya abang mau luluran juga."


 


" Jangan salah bang, aku kemarin juga gitu pokoknya asal abang nurut sama mama enak kok, jelas Kevin."


" Pulang yuk ajak Vano."


 


" Tapikan kita bawa mobil sendiri sendiri."


" Mobil kamu tinggal sini saja, lagian besok pagi pas ke kantor aku antar kesini lagi."


" Oke dech. Sya , Vin aku pulang dulu ya besok kita sambung lagi ceritanya,pamit Sita."


" Hati hato di jalan kak, maaf ga bisa antar sampai depan."


 


Hari hari berikutnya Tesya lalui dengan aman dan nyaman, karena pembuat onar sudah di berikan efek jera.Luka di kakinya juga sudah pulih ia mulai beraktivitas seperti biasanya. Walaupun perutnya sudah mulai membesar tak menghalanginya buat terus bekerja.


Ia mulai sibuk dengan persiapan pernikahan kakak iparnya. Walaupun sudah di siapkan jauh jauh hari masih ada saja masalah yang datang.


 


" Dita, bahan bahan yang kemarin saya pesan apa sudah datang?"


" Sudah mbak, tapi untuk tepung dan gulanya baru hari ini di kirim."


"Oke, terus kardus besar yang buat bingkisan sudah siap?"


" Kurang dikit lagi mbak, biar nanti malam aku lembur buat lanjutin itu."


 


"Oke, kalau gitu nitip toko dulu ya, mbak mau ke tempat catring."


 


 


Tesya kini sudah ada di tempat cattringnnya. Semua karyawannya tampak sibuk dengan tugas masing masing . Setelah apa yang di perlukan untuk pesta siap ia langsung pulang.


 


Seperti yang sudah sudah setiap habis keliling ke tempat usahanya ia langsung tidur. Bahkan sampai suaminya pulangpun kadabg ia tak tahu.


" Mas udah pulang,tanya Tesya ketika mendapati suaminya tidur di sampingnya."


" Iya, sayang baru saja selesai mandi."


" Maaf ya mas, belum buatin kamu kopi."


"Ga papa sayang, mas tahu kok pasti kamu hari ini capek banget habis keliling. Seminggu lagikan acara bang Vano, kamu pasti tambah sibuk. Mulai besok mas mau cuti buat bantu kamu."


 


" Semua udah beres kok tinggal nunggu pengiriman beberapa bahan. Kalau mas besok libur gimana kalau kita jalan jalan saja."


" Mau jalan jalan kemana sih sayang?"


"Beli baju mas, soalnya baju yang baru jadi kemarin ga muat mas."


" Masa sih ga muat sayang?"


"Iya mas, lihat saja sekarang aku tambah bulat. Bajunya udah pada ga muat mas."


" Walaupun bulat tapi kamu tetap cantik kok, kata Kevin sambil mencubit pipi Tesya yang semakin bulat."


 


" Sakit mas...teriaknya."


" Ihhh habis mas gemas lihat pipi kamu yang kaya bakpau."


" Ledek terus, mentang mentang mas kurus. Aku gendut juga gara gara perbuatan kamu,gerutu Tesya."


" Gara gara aku tapi kamu sukakan,apa jangan jangan mau lagi nih, balasnya."


" Mas itu sukanya nyari kesempatan bilang aja kalau mas mau. "


" Tahu dari mana kalau mas lagi pengen? Ah kamu juga mau kan."


" Mau ga mau harus mau kan, tapi pelan pelan ya mas aku takut,jawab Tesya pasrah."


" Bisa di atur sayang, ucapnya penuh kemenangan."