
" Lhoh Sya kok ikut kesini,tanya Kevin keget melihat Tesya yang jalan di belakangnya."
" Kalau aku tetap disana ga enak sama yang lain masa suaminya di sini sendiri."
Kevin hanya tersenyum mendengar jawaban istrinya.
Setelah selesai bersih bersih Tesya duduk di depan tv sambil menikmati coklat panas,sementara itu Kevib yang baru saja keluar dari kamar langsung duduk di sampingnya.
" Mas mau coklat panas, kata Tesya."
" Boleh, jawabnya sambil membenarkan posisi duduknya."
Tesya bergegas menuju dapur, walaupun rumah eyangnya jarang di tempati tapi setiap hari ada yang bertugas bersih bersih. Bahan makan juga selalu tersedia disana.
" Ini mas, Tesya memberikan segelas coklat panas dan kue kering."
" Terima kasih, eh ya Sya gimana soal cattring kamu udah dapat karyawan lagi tanya Kevin."
" Kemarin sih udah ada sekitar 10 orang yang nglamar terus mereka semua kebanyakan bisa masak, sama mama langsung di terima."
" Oh oke, jadi kalau udah opening kamu ga ngantor lagi dong,kata Kevin sambil mencolek bahu Tesya."
" Ke kantor lah kan nanti di sana ada mama ,takutnya kalau ga ngantor mas genit sama cewek lain jawab Tesya sambil tertawa."
" Hemm.. udah mulai berani ya, takut ya kalau suamimu yang tampan ini melirik wanita lain, goda Kevin."
" Kalau mas berani ya ga papa,kata Tesya dengan tampang marah."
" Cieee cie ada yang cemburu ya , Kevin mulai gemas dengan tingkah Tesya."
" Siapa yang cemburu, kata Tesya yang mulai salah tingkah karena tiba tiba wajah Kevin hanya selisih beberapa centi dari wajahnya."
" Cepat atau lambat pasti rasa itu akan muncul dengan sendirinya mas. Apa lagi setiap hari kita ketemu. Mas Tesya capek mau tidur dulu ,pamitnya."
Kevin menggangukan kepalanya dan melanjutkan melihat tv.
" Kamu mau jadi istriku aja itu sudah buat aku bahagia apa lagi sampai kamu bisa benar benar buka hati, aku akan jadi laki laki paling beruntung di dunia ini."
Malam ini Tesya dan Kevin tidur beda kamar sesuai kesepakatan sebelum mereka menikah.
Di dalam kamar Tesya merasa bersalah sama Kevin saharusnya malam ini dia ga tidur sendiri karena dia sudah menikah .
" Maaf ya mas mungkin tidak untuk malam ini,mungkin besok atau lusa dan semoga aku bisa menjalankan semuanya,"
Pagi harinya Tesya menyiapkan sarapan, karena Kevin belum keluar dari kamar dia mulai mengemas barang barang bawaanya.
" Pagi sapa Kevin ketika melihat Tesya di ruang tamu sambil menenteng tas besar."
" Pagi juga mas, sarapan dulu yuk nanti keburu dingin. Tadi aku bikin roti bakar sama coklat panas,ajak Tesya."
" Ayo, kamu mau kemana kok tasnya udah di bawa keluar,tanya Kevin."
" Pulanglah mas ,tadi pagi pagi banget papa sama mama udah pulang duluan, lagian aku mau nyari kain buat sragam sama oleh oleh buat Lia dan Intan. Bisa ngamuk nanti kalau ga di bawain."
" Oke dech habis sarapan kita langsung berangkat.jawab Kevin semangat."
Sebelum pulang keduanya tampak berpamitan sama eyang dan keluarga yang lain mereka masih tak percaya Tesya yang pendiam dan tak pernah mengajak laki laki pulang tiba tiba memutuskan buat menikah.
Tetapi mereka juga bersyukur karena yang meminangnya laki laki baik, mapan dan tanggung jawab.