
Pukul 23.30 Kevin dan Arda baru sampai rasa capek dan kantuk sudah melekat pada tubuh mereka.
" Ga usah pulang Da, udah larut dan pasti capek kalau harus nyetir sendirian,ujar Kevin."
" Tapi ga ganggu kan kalau aku nginep,tanya Arda?"
" Ya galah disini ada banyak kamar kok santai saja tinggal pilih mau yang mana,jelas Kevin."
" Oke dech kalau gitu, kata Arda sambil mengekor Kevin."
" Ini kamar kamu Da, aku ke atas ya kalau lapar atau minum ke dapur aja, kata Kevin sambil berjalan menuju kamarnya."
" Siap,ucap Arda ."
Sampainya di kamar Kevin melihat Tesya yang tertidur lelap. Setelah bersih bersih badan ia merebahkan tubuhnya di samping Tesya. Ia memeluknya melepaskan rasa rindu yang sudah penuh di dalam dadanya.
" Benar kata teman temannya kalau Tesya mulai berisi, terutama bagian perut dada dan pantatnya,gumam Kevin."
Merasa ada seseorang di belakangnya ia mulai membuka mata.
"Udah pulang mas,tanya Tesya?"
" Iya kira kira setengah jam yang lalu."
" Maaf ya mas aku tidur duluan soalnya udah ga kuat nahan ngantuk, jelas Tesya."
" Iya ga papa sayang, mas tahu kok pasti kamu capek."
" Iya mas, maaf ya."
" Iya sayang udah sekarang lanjut tidur mas juga capek, eh iya Arda nginep di sini besok kalau bikin sarapan di banyakin ya."
" Siap boz,ucap Tesya sambil membenahi posisi tidurnya."
Pagi hari di rumah Tesya dan Kevin rame karena ada satu penghuni lagi yaitu Arda. Mereka bertiga sarapan bersama awalnya tampak tenang giliran Tesya tiba tiba bagas soal Intan jadi heboh semuanya.
" Kemarin ada yang nyariini loh pak Arda, sampai bolak balik lewat depan ruangan gara gara dari pagi sama sekali belum lihat, kata Tesya."
" Siapa sayang ,tanya Kevin penasaran?"
" Intan lah mas siapa lagi,jelas Tesya."
" Kok mas tahu, tanya Tesya."
" Apa sih yang ga Kevin tahu orang cctv ruang kerja kamu langsung terhubung ke hpnya kok. Bahkan cctv rumah ini juga sebentar lagi handphone kamu juga bakal dipasang GPS,jelas Arda."
" Hemmmm, Tesya berdehem."
" Lagian kamu Da udah tahu sama sama suka kok ga buru buru di nyatain, aku aja yang satu belum mau buka hati langsung sikat, goda Kevin."
" Apaan sih mas,ga usah ungkit ungkit itu dech,orang sekarang udah cinta kok, kata Tesya malu malu."
" Coba bilang sekali lagi,goda Kevin."
" I Love you bos, ucap Tesya."
" I Love you too sayang kata Kevin sambil mencium kening Tesya."
" Nasib nasib pagi pagi lihat beginian gini amat ya jadi jomblo, kata Arda memelas."
" Tenang saja besok aku bantu atur biar Intan bisa ketemu sama pak Arda."
" Iya dech sebelumnya terima kasih dan satu lagi bantuin sampai Intan jadi milik aku."
" Siap."
Selesai itu Kevin dan Arda ngomongin kerjaan di gazebo belakang, sedangkan Tesya kembali ke kamarnya buat menyiapkan kejutan buat suaminya.
" Sya , baru ngapain kok pintunya di kunci,panggil Kevin."
" Bentar mas baru selesai ganti baju,teriak Tesya."
Tesya membuka pintu dan berdiri di belakangnya. Saat membuka pintu dan...
" Selamat ulang tahun mas, kata Tesya sambil membawa kue tart kecil."
" Makasih ya sayang aku kira kamu ga tahu,kata Kevin."
" Tahu lah mas, ayo di tiup lilinnya tapi jangan lupa berdoa dulu,ucap Tesya."
" Aku ke bawah dulu ya mas mau ambil cawan sama sendok, pamit Tesya."
Tapi Tesya menyiapkan kejutan lain di dalam kamar. Saat Tesya hendak kembali lagi ke kamar, Kevin terlebih dahulu memeluknya dari belakang.