I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
77# BAB 77



 


" Wah kalau kaya gini bisa betah di rumah, semua fasilits ada tinggal pilih mau yang mana, kata Intan yang masih kagum dengan rumah Tesya."


 


" Intan Lia ayo ke dalam, ajak Tesya yang melihat kedua temannya masih benggong di ruang tamu."


 


Intan dan Lia berada di gasebo belakang sambil menikmati angin sepoi sepoi. Sedangkan Tesya sibuk di dapur menyiapkan beberapa masakan dan makanan buat teman temannya dan buat menjamu ibu ibu yang bakal datang.


Dirumah sebesar itu Tesya hanya di bantu 2 assisten rumah tangga yang tugasnya hanya bersih bersih kalau soal masak ia sendiri yang turun tangan.


"Mas bantuin bawa ke belakang dong, pinta Tesya."


" Hemm oke tapi harus ada imbalannya ya, goda Kevin."


" Apa sih mas, ayolah bantuin sebentar aja, mas baik dech, rayu Tesya."


 


" Iya tapi ini dulu, kata Kevin sambil menepuk pipinya pakai jari."


Karena malas berdebat dengan suaminya akhirnya Tesya dengan berat hati menenuhi keinginannya.


 


" Hemmm kelakuan ya, ga inget ada orang lain yang tinggal disini ,kalau mau mersa mesaraan di kamar sana, Vano kesal melihat kedua adiknya bermesraan."


 


" Maaf bang lagian udah biasa juga, makanya abang buruan nyusul. Pasti bakal gitu juga, Kevin tak kalah kesal karena ritualnya di ganggu."


Selesai membantu Tesya, Kevin memilih mencari abangnya dan main game berdua. Mereka sudah lama ga main game bersama, Kevin rindu masa kecilnya rindu saat kemana mana di temani abangnya.


 


Sementara itu di belakang tampak tiga sahabat sedang asik bercerita tentang pernikahan Tesya. Tawa bahagia menyelimuti ketiganya. Tak lama kemudian beberapa ibu ibu datang berkunjung.


 


Mereka pada cocok sama masakan di cattring Tesya. Bahkan salah seorang di sana ada yang secara khusus memesan buat acara pernikahan adiknya mulai dari pengajian sampai acara selesai.


" Saya benar benar cocok sama masakan di tempat mbak Tesya, walaupun masakan sederhana tapi rasanya juara. Ibu ibu bagaimana kalau setiap ada kegiatan di sini makanannya pesan di tempat mbak Tesya."


 


Hari ini benar benar membuat Tesya lelah, setelah semua tamunya pulang ia langsung ke kamar buat sejenak melepaskan rasa penat. Ia sampai tak sadar kalua belum mandi.


 


Beberapa kali Kevin mencoba membanggunkannya tapi nihil, Tesya tetap tak membuka matanya. Kevin putus asa dan memilih itu terlelap.


 


Sementara itu setelah mengantar Lia pulang Intan menghubungi Arda buat memastikan kalau dia baik baik saja. Beberapa kali ia melakukan panggilan tapi sama sekali tak ada jawaban.


 


Intan mulai panik pikiran mulai kemana mana. Untuk terakhir kalinya ia mencoba dan kali ini membuahkan hasil, suara Arda terdengar dari sana.


" Iya ada apa Tan, tanya Arda."


" Pak Arda baik baik saja kan, kok baru di jawab , tanya Intan."


 


" Iya aku baik baik saja, kamu sendiri gimana. Dari kemarin aku hubungi ga bisa terus."


" Aku juga baik pak, hanya saja ada sesuatu yang ga bisa aku ceritain sama bapak."


" Kenapa Tan cerita sama aku, biar lega. Sekarang kamu dimana biar aku kesana."


Alamat kontrakan Intan sudah di tangan dengan cepat Arda langsung melajukan mobilnya. Tak butuk waktu lama buat Arda menemukan alamat Intan.


Begitu sampai dan melihat kalau Intan baik baik saja membuat Arda bernapas lega. Keduanya saling bertukar cerita bersendau gurau seolah tak ada yang terjadi sebelumnya.