I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
93# BAB 93



 


Pukul 19.00, setelah makan malam Tesya mulai membuat puding buat acara kantor besok pagi.


 


" Ada yang bisa di bantu, tanya Kevin ketika melihat istrinya mulai sibuk di dapur."


 


" Yakin mas mau bantuin, goda Tesya."


 


" Mau ga nih di bantuin mumpung mas lagi ga banyak kerjaan, ujar Kevin."


" Iya dech kalau gitu adukin ini ya mas, aku mau nata cup pudingnya dulu."


Puding siap, kini mereka santai di depan tv sambil menikmati camilan. Tiba tiba suara bel berbunyi, dengan cepat Kevin beranjak dari tempat duduknya dan membukakan pintu.


 


" Kirain udah tidur, sapa Vano ketika melihat Kevin di balik pintu."


 


" Belumlah bang masih sore, mana mama, tanya Kevin yang tak melihat mamanya."


" Mama ga jadi ikut, katanya mau pergi sama papa ke kondangan."


" Ya udah ayo masuk itu Tesya ada di dalam, aja Kevin."


" Tesya, panggil Sita dari jauh sembari berlari dan memeluknya. Sya kapan kita jalan bareng lagi kangen nih, seru Sita."


" Aku juga kangen kak, lusa aja gimana sekalian aku mau ngecek cattring sama toko kue, jawab Tesya."


" Oke, tunggu kabar selanjutnya. Eh iya Sya ,awal bulan aku sama bang Vano mau ada acara lamaran jadi ya semua pesan sama kamu. Menu makan besarnya rendang, sate, sayur daun pepaya, baso, ayam pedas manis, yang lainnya nanti menyusul ya soalnya belum nanya sama mama juga."


" Terus apa lagi kak, jadi menu yang kemarin ganti nih, tanya Tesya."


 


" Iya Sya, eh iya kalau nanti pas acara selesai aku mau kasih mereka oleh oleh puding sama bolu gulung."


" Oke, untuk oleh olehnya berapa kardus, biar bisa persiapan dari sekarang."


"Besok kalau udah ada daftar undangannya aku langsung bilang sama kamu."


" Siap kak, eh iya nih di makan kak sama bang Vano, tadi aku sama mas Kevin bikin puding."


Vano dan Sita pulang, Tesya dan Kevin langsung istirahat mengingat besok pagi harus bikin kue. Tanpa menunggu lama mereka akhirnya terlelap.


 


 


Paginya Tesya tampak sudah memulai membuat kue,sedang Kevin membantu menata kue kedalam kardus. Keduanya tampak kompak saling membantu.


 


Ketika sedang asik Kevin di kejutkan dengan teriakan Tesya.


 


" Ada apa sayang kok teriak teriak, jangan bikin mas panik, kata Kevin."


 


" Mas, perut aku gerak gerak, kata Tesya dengan mata berkaca kaca karena bahagia."


 


Kevin menundukan tubuhnya lalu mengusap perut istrinya, setelah beberapa kali mencoba meraba akhirnya Kevin juga merasakan ada yang bergerak.


 


 


" Gerak lagi sayang, kata Kevin kegirangan. Lalu ia mencium perut Tesya dan berkata, sehat sehat ya nak, i love you."


" Mas, aku sudah ga sabar pengen USG lagi dech. penasaran udah seberapa anak kita."


 


" Masih minggu depan sayang, mas juga sudah ga sabar, kira kira mirip siapa ya, tanya Kevin."


 


" Mau mirip siapa ga masalah mas buat aku,yang jelas asal sehat dan lahir dengan selamat tanpa kurang sedikitpun itu sudah membuat aku bahagia mas."


 


" Iya sayang. Udah siang mas siap siap ke kantor ya, pamit Kevin."


Tesya masih melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai dan membuatkan sarapan buat suaminya.


" Sarapan dulu mas, sudah aku bikinkan nasi goreng,ajak Tesya."


" Kamu ga sekalian, tanya Kevin?"


" Ga mas nanggung bentar lagi selesai kok."


" Tapi nanti jangan lupa makan, Sayang nanti makananya sekalian mas bawa saja ya."


 


"Ga usah mas, biar aku yang antar. Sekalian mau ketemu Intan dan Lia, udah kangen. Tapi nanti kalau sampai lobby di jemput ya, soalnya kan aku bukan karyawan di sana takutnya di bilang macam macam."


" Iya nanti mas jemput, pas sudah sampai langsung kasih kabar. Ya memang bukan karyawan tapi sudah jadi istri bosnya kan, goda Kevin."


" Pagi pagi udah godain istrinya, buruan mas nanti telat ke kantornya."


 


" Godain istri sendiri ga ada yang melarang, udah halal juga. Aku berangkat ya sayang nanti hati hati ya kalau nyusul ke kantor, pamit Kevin."


" Iya mas, mas juga hati hati di jalan."