I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
174 # BAB 174



"Lah emang aku tahu ukuran kalian berapa aneh-aneh aja," kata Rama.


"Bilang aja sama Mbaknya kalau ukuran aku itu m kalau mas Kevin udahlah samain sama kamu aja mas kayaknya samaan kok," jelas Tesya.


"Berarti aku mau beli daleman juga dong buat kalian ih masa aku beliin kamu bra sih nggak lucu kali malu ah," kata Rama.


"Ayolah mas kan aku minta tolong, masa iya aku mau jalan keluar sendiri pakai infusan kayak gini. Nanti dikiranya aku kabur lagi dari sini. Kalau nggak nih aku kasih catatan aja biar nanti mbaknya yang pilihin gimana mau nggak ?"sambung Tesya lagi.


"Ya udah oke bentar aku mintain kertas dulu ke depan sekalian kalian mau beli apa," kata Rama.


Setelah catatan siap, Rama langsung keluar untuk membeli semua keperluan yang dibutuhkan oleh ketiganya.


" Eh iya Mas kan kita belum nengokin anaknya Lia sama Bram," kata Tesya.


"Wah iya udah besar kali ya anaknya ,enaknya mau dibeliin apaan ya. Malah aku nggak kepikiran kita juga belum ngasih apa-apa lagi buat Arda sama Intan,"jelas Kevin.


" Nah kan urusan kita sebelum liburan banyak banget gimana kalau kita tunda sampai bulan depan paling enggak kita cocokin semua jadwal libur biar sama-sama enaknya," kata Tesya.


"Oke aku sih nggak masalah tergantung kamunya maunya gimana kalau nggak kita luangin lah dua hari buat liburan ke Villa yang kita miliki.Bilang aja sama mereka kalau kita mau nengokin Resto yang ada di sana ,"ajak Kevin.


"Ide bagus itu mas tapi Kay diajak apa enggak .Kalau enggak kan kasihan pasti dia juga rindu sama kita udah sebulan lebih nggak kita kasih perhatian ,"jawab Tesya.


"Ya diajak lah masa mau ditinggal Mas juga kangen kali sama dia kangen ketawanya kangen senyumnya kangen lucunya pokoknya kangen semuanya," kata Kevin sambil senyum-senyum sendiri membayangkan kalau Kay ada di situ.


" Ah mas Kevin jangan bilang gitu bikin aku pengen cepet pengen cepet-cepet pulang ketemu sama dia pasti dia juga lagi lucu-lucunya," kata Tesya dengan mata berkaca-kaca.


"Hayo nggak boleh sedih kan kita udah sembuh nanti juga bisa pulang," kata Kevin memberikan semangat.


"Tapi pas kita sampai rumah Kaynya malah ke Jogja sama papa mama. Mana di rumah nggak ada yang nyambut kita pulang lagi. Semua pada sibuk dengan urusan masibg masing,"gerutu Tasya.


"Berarti Kay tahu kalau mama papanya masih butuh istirahat makanya dia jalan-jalan ke Jogja sama Uti kangkungnya," kata Kevin lagi.


" Eh iya Mas, Mas Rama ke sini pakai mobil nggak ya kalau nggak terus kita pulangnya gimana?" tanya Tesya lagi.


"Ya pakai taksi lah mau pakai apa lagi ,tapi kayaknya Mas Rama bawa mobil deh tapi nggak tahu bawa mobil siapa ya kalau mobilnya nggak muat buat kita nanti barang-barangnya saja,kita naikin taksi tapi masa iya nggak muat kata,"Kevin lagi.


"Kalau yang dibawa mobilnya kamu yang satunya yang nggak muat kan tempat duduknya cuman ada dua masa iya Mas Rama suruh balik naik taksi sama barang-barangnya nggak mungkin kalau nggak Mas Rama biar bawa mobil terus kita pulangnya naik taksi," kata Tesya.


"Ya nanti nunggu Mas Rama aja deh enaknya gimana," jawab Kevin.


"Iya mas aku mau nanya sebenarnya apa sih yang terjadi sama kita kok sampai kita kayak gini ?"tanya Tesya.


" Kamu ingat nggak sama mobil yang ikutin kita pas keluar dari rumah Mama Papa,kata Wawan itulah penyebabnya dan sebenarnya salah sasaran juga soalnya yang mau dicelakain itu bang Vano bukan kita."


" Kemarin pas aku sadar Wawan sama bang Vano cerita soal kejadian yang sesungguhnya.


"Terus mas Kevin pas sadar apa yang dikatain mama?"


" Kata mama awal-awal kita masuk masuk sini perkiraan aku itu lupa ingatan tapi setelah aku sadar dan semua diperiksa, semuanya baik-baik saja nyatanya aku masih ingat kan sama kamu.


"Terus orangnya nyelakain kita gimana?" tanya Tesya lagi.


"Ya itu udah jadi urusannya Bang Vano lah, orang salah sasaran juga Kkatanya sih urusan bisnis tapi nggak tahu bisnis yang mana yang bisa bikin kita kayak gini. Padahal setahu aku bang Vano itu nggak pernah punya musuh tapi ternyata ada juga yang benci sama dia," jelas Kevin.


" Aku kangen sama Kak Sita udah hamil besar banget ya Mas!"tanya Tesya lagi.


" Ya udahlah kan bentar lagi mau lahiran tapi belum tahu sih pastinya kapan. Kemarin aku juga ketemu di sini tapi cuma sebentar soalnya kasihan malam-malam masih di rumah sakit apalagi kehamilannya kan beresiko, jadi pas aku diperiksa sama dokter kak Sita balik sama mama sama papa."


"Oh gitu jadi ga sabar pengen cepet-cepet pulang terus ngobrol lagi sama Kak Sita. "


Ketika keduanya masih asik ngobrol datanglah suster dan dokter yang selama ini memantau kesehatan mereka.


"Bagaimana keadaan pak Kevin sama Bu Tesya apakah masih ada keluhan?" tanya salah seorang suster.


" Alhamdulillah nggak ada sus cuman capek aja tiduran terus pengen cepat-cepet pulang ketemu orang orang yang ada di rumah," jawab Tesya.


" Oke kalau begitu kalian rebahan lagi biar dokter periksa. Sebentar lagi kita bawa bapak sama ibu buat cek keseluruhan biar tahu masih ada yang sakit apa tidak ,"jelas dokter.


Satu jam berlalu hasil dari pemeriksaan Kevin dan Tessa keluar bersamaan dengan datangnya Rama.


"Loh kalian kok udah lepas infus padahal tadi pas aku keluar belum ada pemeriksaan lagi?" tanya Rama.


" Orang mas Rama aja perginya lama banget mana tahu aku sama mas Kevin diperiksa, gimana udah dapat belum semua pesanan aku?" tanya Tesya.


" Udah nih sana kalian mandi aku tadi udah mandi di depan," ujar Rama.


" Makasih ya Mas udah bantuin aku sama mas Kevin selama di sini Mas Rama baik deh nanti kalau Mas Rama nikah sama Dita Aku bakal kasih kado yang terbaik buat kalian ,"goda Tesya.


"Udah deh ya nggak usah diingetin mulu soal nikah katanya suruh buka usaha dulu ih. Ini malah bikin aku tambah pusing katanya suruh santai suruh santai diingetin mulu bikin sebel tau nggak."


" Iya iya maaf nggak lagi-lagi aku ingetin soal itu, dimaafin nggak nih mas masa gitu aja langsung ngambek kayak anak kecil udah nanti pulang dari sini kita langsung makan-makan,"kata Tesya.


" Alah kamu itu selalu gitu kalau aku ngambek paling sogokannya cuman makan,aku nggak mau maunya sama yang lain," kata Rama dengan wajah kesal.