I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
54 # BAB 54



 


Brukkk Tesya jatuk lagi ke sofa dan kakinya menabarak kaki meja.Dia tampak meringis kesakitan.


 


" Sakit tahu mas, lagian mas ga mau ganti saluran tv kok, katanya kesal."


" Ya udah tidur aja yuk biar besok ga kesiangan, ajaknya."


Di dalam kamar keduanya tampak menatap langit langit kamar. Tak ada suara yang keluar dari mulut mereka.


" Mas"


" Sya"


 


Mereka secara bersamaan memanggil.


" Mas aja duluan mau bilang apa,kata Tesya."


" Kamu aja duluan Sya,ujar Kevin."


" Ga ah mas aja, kata Tesya."


" Sya kalau nanti cattring kamu rame, kamu bakal keluar dari kantor apa masih tetap kerja?"


" Kemarin sih pas ngobrol sama mama, pengennya mama aku tetep kerja di sana bakal di urus sama beliau. Kalau mau bantu ya pas libur kerja gitu."


 


" Tapi apa ga kasihan sama mama Sya, kalau semuanya di urus sendiri?"


" Mas disana mas banyak yang bantuin kok tenang saja.Lagian nanti kalau aku ga kerja mas genit sama cewek cewek di kantor."


Mendengar kata kata Tesya Kevin memalingkan wajahnya dan mulai mendekatkan tubuhnya.


" Emang mas pernah genit sama cewek cewek di kantor?"


" Ya mana aku tahu,kan aku ada disana jadi mas ga berani,ledeknya."


Karena gemas mendengar ledekan Tesya, Kevin merubah posisi tidurnya dan menggelitiki pinggang Tesya.


Sampai membuat wajah keduanya bertatapan,keduanya langsung diam. Tesya takut tangannya gemetar dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.


Melihat ada kesempatan Kevin langsung memulai melancarkan aksinya. Mulai dia mencium bibir Tesya sampai membobol benteng pertahanan yang sudah berhari hari gagal dia robohkan.


" Maaf ya Sya, kata Kevin melihat Tesya yang kelelahan di sampingnya."


" Iya ga papa mas, toh sekarang atau besok pasti bakal terjadi kok, jawab Tesya."


" Makasih ya sayang, ucap Kevin sambil mengecup kening Tesya."


Akhirnya mereka mengulanginya lagi sampai keduanya kelelahan. Paginya mereka kesiangan,dan memutuskan tidak ke kantor.


 


" Gara mas jadi kesiangan kan, kata Tesya yang baru saja keluar dari kamar mandi."


" Ya sekali kali bolos kerja ga papa kan, biar nanti mas bilang sama Arda."


 


Kini keduanya santai di depan tv menikmati waktu berdua. Walaupun tiap hari ketemu momen seperti ini baru kali ini di lakukan. Sampai tiba tiba bel berbunyi.


" Mas tolong bukain ya,pinta Tesya."


" Udah PW sayang,kamu aja sana,Kevin gantian menyuruh Tesya."


" Ayolah mas bukain, soalnya itu aku masih sakit kalau buat jalan."


" Tapi enakkan,bisik Kevin dan beranjak menuju pintu."


Ternyata Arda yang datang membawa beberapa file yang harus di tanda tangani.


" Ngapain ga ngantor kata Arda begitu masuk ke rumah."


" Kesiangan bro jadi males mau ngantor,jawab Kevin santai."


" Tumben kesiangan biasanya alarmmu ga pernah telat."


Belum sempat di jawab sama Kevin, Tesya datang sambil membawa minum dan roti kering. Walaupun masih sedikit sakit ia berjalan perlahan.


" Minumnya pak Arda, kata Tesya."


" Makasih Sya,jawab Arda. Lalu Tesya kembali ke dalam."


" Vin, kata Arda sambil melirik sahabatnya."


"Apa,jawab Kevin yang paham dengan maksud Arda bakal kemana."


" Habis elu apain anak orang,tanya Arda penasaran."


"Mau tahu aja sih bro."


" Gila elu Vin , emang berapa kali sampe kaya gitu jalannya?"


" Hehe lupa bro, yang jelas udah gol, jelas Kevin sambil tertawa."


 


" Eh ya Vin tadi pak Santoso bilang kalau soal rumah udah selesai kuncinya mau di anter ke sini apa mau di ambil."


 


" Ntar aku ambil saja sekalian mau cek lagi rumahnya biar langsung di renovasi."


" Oke dech, nie kan udah kelar aku balik kantor ya,pamit Arda."


 


" Kok buru buru pak Arda, ini kan udah jam makan siang,makan disini saja, kata Tesya."


" Ya udah dech sesekali makan gratis, ga jajan mulu,celoteh Arda."


 


" Makanya cepetan halalin Intan biar ga galau terus, ledek Kevin."


" Pengennya sih bro tunggu moment yang pas dulu. Dan aku minta tolong banget sama kamu Sya buat deketin aku sama dia, pinta Arda."