
" Sya, cattring kamu nanti langsung buka apa ga?tanya Lia yang baru saja datang."
" Iyalah kan semua udah siap tinggal nunggu orderan aja, emang kenapa?"
" Semalam suamiku bilang kalau awal bulan depan dia udah balik,terus rumah yang kemarin dia beli mau langsung di tempati dari pada ribet masak sendiri mending pesan aja di tempat kamu."
" Oke dech nanti kalau udah deket waktunya datang aja kesana langsung biar lebih jelas,terang Tesya."
" Tan desain aku yang kemarin udah di acc belum sama pak Kevin,tanya Lia."
" Udah tuh ada di atas meja, kemarin pas kamu pulang di taruh situ sama pak Arda katanya pagi ini kamu langsung antar ke bagian produksi."
" Oke dech aku langsung ke bagian produksi sekarang, kata Lia sambil lari lari kecil pergi ke bagian produksi."
Pulang Kantor
" Li aku bareng ya kata Intan."
" Iya, kamu ga bawa mobil Sya,tanya Lia?"
" Ga, lagi males nanti panggil taksi aja,seru Tesya."
Mereka bertiga berpisah di parkiran Intan dan Lia pulang bareng sedangkan Tesya masih nunggu Kevin datang.
" Udah lama sayang,sapa Kevin yang baru datang bareng sama Arda."
" Aku juga baru sampai kok mas."
" Wah aku salah tempat nih, bisa merusak suasana yang lagi berbunga bunga, celetuk Arda."
" Makanya gercep,biar ga keduluan sama yang lain, balas Kevin."
" Sya, bantuin ya buat bilang sama Intan, rengek Arda."
" Siap nanti kalau. ada momen pas aku kasih tahu dech, sabar dulu ya pak Arda soalnya Intan juga ada hati kok sama bapak."
" Oke dech, Vin Sya duluan ya capek banget nih mau langsung gas biar cepet rebahan."
" Iya hati hati."
Sepeninggal Arda , Kevin dan Tesya juga langsung bergegas pulang.
" Malam ini mas mau dimasakkin apa,tanya Tesya."
" Apa ajalan yang penting kamu yang masak,jawab Kevin."
Makan malam selesai Kevin membantu Tesya beresin meja sebelum akhirnya dia ke balkon buat lanjutin pekerjaan.
" Makasih Sya,eh iya mas mau ngasih tahu kamu sesuatu coba sini deketan,ujar Kevin."
Tesya mendekatkan kursinya ke dekat Kevin. Disana Kevin tampak memperlihatkan beberapa gambar rumah kepada Tesya."
" Kamu mau yang mana Sya,tanya Kevin."
" Mas mau beli rumah,Tesya balik bertanya."
" Iya,kalau kamu mau. Coba kamu pilih satu yang menurut kamu cocok."
" Aku ngikut mas aja yang penting ga jauh dari kantor dan ga jauh dari tempat cattring."
" Kalau yang ga jauh ini Sya, gimana menurut kamu."
" Bagus kok mas halamannya juga luas banyak pohon pohonnya juga."
" Kalau gitu besok pulang kerja kita lihat ya sekalian mampir ke tempat cattring kamu."
" Iya mas, udah malam mas aku mau tidur dulu,mas jangan begadang ya kalau udah selesai kerjaannya langsung tidur."
" Siap bos,ucap Kevin semangat."
Tak butuh waktu lama Kevin langsung mematikan laptopnya dan menyusul Tesya kedalam. Tesya tampak sudah terlelap terbuai mimpi. Di sampingnya masih ada guling buat buat membatasi dirinya dan Kevin.
" Hemmm masih ada guling disana, mau sampai kapan sayang kamu siksa suami kamu, gumam Kevin."
Dengan cepat dia memindahkan guling dan ia merebahkan tubuhnya di samping Tesya. Walaupun ia tak melakukan apa apa yang penting bisa lebih dekat dengan istrinya tanpa batasan.
Pagi Hari
" Aaaaaaaaa, Tesya teriak membuat Kevin kaget dan cepat cepat membuka matanya."
" Kenapa Sya, pagi pagi teriak teriak."
" Ini mas kok kaya gini lagi,guling yang disini kemana?"
" Ya mana mas tahu kan kita sama sama tidur, tapi enakkan bobok di peluk, goda Kevin."
" Tahuah mas,Tesya marah dan pergi keluar meninggalkan Kevin yang seneng karena sukses membuatnya marah."