
Selang berapa menit pintu Kevin mendengar pintu kamarnya di ketuk.
" Mas Kevin itu ada yang mengantar makanan, kata bi Mun."
" Iya bi, tolong bilang suruh nunggu sebentar, ujar Kevin."
"Mau makan disini apa di bawah sayang tanya Kevin?"
" Di bawah saja mas, jawab Tesya dan menyusul suaminya yang duluan turun ke bawah."
Tesya menikmati setiap suapan makanan ke mulutnya. Sampai dua porsi seblak habis tanpa sisa.
" Wah rasanya benar benar juara sampai kenyang nih perut, ucap Tesya."
" Jelas saja kenyang dua porsi di habisin sendiri kok, ledek Kevin."
" Mas tadi siang bisik bisik apa sih sama bang Vano sampai bikin heboh gitu."
" Mas bisikin biar bang Vano bisa cetak gol malam ini."
" Hemm pantes aja ketawanya sampai bikin semua orang nenggok ke kalian."
" Kan kamu tahu sayang bang Vano udah lama nungguin kak Sita mau di ajak nikah.Bang Vano itu ngajak nikah kak Sita udah sekitar 3 sampai 4 tahun dan baru sekarang terlaksana. Soalnya kak Sita ngejar pendidikannya dulu."
" Aku acungi dua jempol buat kesetiaan bang Vano, bahkan mereka mampu LDR an sampai bertahun tahun."
" Iyalah kak Sita itu pacar pertamanya bang Vano loh. Kak Sita itu adik kelas bang Vano di SMP, eh pas SMA mereka satu sekolah lagi terus mereka kuliah di satu universitas tapi beda jurusan. Nah pas kuliah itu kuliah itu bang Vano baru nembak dia, padahal naksirnya udah dari SMP."
" Kalau mas, berapa kali pacaran , tanya Tesya."
" Pengennya sih sekali sayang tapi takdir berkata lain. Ya mungkin memang belum jodohnya. Kalau kamu berapa kali sayang?"
" Ih mas boro boro pacaran orang baru mau buka hati aja udah di ajakin nikah ya berati mas itu cinta pertama akulah."
" Hemmm so sweetnya jadi cinta pertamanya."
" Udah ga usah ngeledek gitu lah mas."
" Ga ngeledek kok sayang, mas bersyukur tahu bisa ketemu perempuan kaya kamu."
" Sini mas bantu jalannya."
Keesokan paginya, Kevin tampak sudah rapi mengenakan kemeja dan dasi di lehernya. Setelah seminggu lebih ia cuti hari ini ia harus ke kantor.
"Selamat pagi sayang, sapa Kevin ketika melihat istrinya bangun."
"Kok udah rapi sih mas, tadi kenapa ga bangunin aku."
" Mas ga tega mau bangunin kamu, soalnya kayanya capek banget terus tidurnya nyenyak."
" Mas mau sarapan apa biar aku masakin,kata Tesya."
" Buatkan kopi saja sayang kan sarapan udah bi Mun yang masakin."
" Aku cuci muka sebentar ya mas."
Tesya berjalan meninggalkan Kevin yang sedang memakai sepatu.
" Pagi bi Mun, sapa Tesya kepada assitant rumah tangganya."
" Pagi juga mbak Tesya, mau buat apa?"
" Mau buat kopi bi,oh iya bi tolong catat belanjaan yang sudah habis nanti siang kita belanja,ujar Tesya."
" Baik mbak,jawab bi Mun lalu menyelesaikan pekerjaannya."
" Mas nanti siang aku bolehkan ke supermarker sama bi Mun?"
" Boleh sayang, biar nanti di antar sama Wawan."
Selepas sarapan Tesya mengantar Kevin sampai ke depan pintu sambil membawakan tas miliknya.
" Mas berangkat dulu ya sayang, kalau ada apa apa langsung hubungi mas."
" Baik mas, mas hati hati di jalannya."
" Oh iya papa lupa belum pamit sama dedek. Anak papa yang baik jangan bikin mama repot ya, papa kerja dulu pamit Kevin sambil mengelus perut Tesya."