
~ Hari Pertama~
Pagi ini sebelum melakukan aktivitasnya Kevin terlebih dahulu memberikan kabar kepada Tesya,bahwa dia baik baik saja disana.
" Pagi kesayangan papa, rewel ga semalam bobok sama mama,sapa Kevin kepada Kayla lewat video call."
" Pagi juga papa, Kaykan anak pinter jadi ga rewel,jawab Tesya menirukan suara anak kecil."
" Kalau mama gimana bisa bobok ga di tinggal papa?"
" Papa pagi pagi udah gombal, ada Kay jangan mancing mancing. Papa susah sarapan belum, kalau belum sarapan dulu nanti kesiangan loh."
" Belum sarapan masih nunggu eyang kung selesai mandi. Hari ini mau di rumah saja apa mau jalan sama Kay?"
" Kay mau main ke rumah ounty Intan papa, pengen main sama dedek Kei."
" Hati hati ya sayang , papa sarapan dulu sama eyang. Baik baik di rumah jangan rewel dan jangan buat mama repot,kata Kevin."
" Papa juga baik baik di sana ya, jawab Tesya lalu mematikan panggilannya."
Hatinya masih tak tenang walaupun sudah melihat suaminya baik baik saja di sana. Sambil berkemas untuk main ke rumah Intan, Tesya memandani wajah cantik putrinya. Senyum dan wajahnya tak jauh beda dari sang ayah.
Setelah sarapan Tesya pergi ke toko kuenya untuk meninjau dan mengambil beberapa kue untuk di bawa ke rumah Intan.
" Ada apa Sya kok kamu cemberut saja, katanya main biar fress pikirannya kok malah diam saja."
" Nanti saja ceritanya kalau anak anak tidur Tan,gimana jadi nikah kapan, tanya Tesya mengalihkan pembicaraan?"
" Baru mau di bahas lagi Sya, surat surat juga baru terkumpul semuanya kok. Doakan saja ya Sya berjalan lancar sampai hari H."
" Lia udah tahu belum Tan, kalau kamu keluar kantor?"
" Belum Sya, aku saja belum sempat buat surat pengunduran diri kok."
" Gimana sekarang bisa hidup bareng pak Arda seru ga Tan."
" Hahaha bisa aja kamu Sya, aku sama mas Arda sampai sekarang masih kaku. Padahal pas melakukan itu santai santai saja kok sekarang malah kaku."
" Widiiihh buatnya santai tapi, akhirnya bikin panik kan. Asli Tan pas lihat kamu masuk klinik aku sama mas Kevin paniknya bukan main."
" Maaf Sya, tapi sekarang udah legakan Sya. Berkat kamu pula aku sama mas Arda sekarang bisa jadi satu. Tadi kamu mau cerita apa sih Sya bikin aku penasaran saja?"
" Kemarin mas Kevin pergi ke luar kota, tapi entah ga tahu kenapa persaanku ga enak banget Tan.Padahal biasanya di tinggal ke luar kota juga biasa aja gitu. Tapi kemarin rasanya ada yang beda ."
" Kesana sama papa dan ada beberapa karyawan sih. Ga tahu rasanya takut kehilangan gitu Tan, perasaanku sensitif gitu jadinya."
" Jangan jangan kamu isi lagi kali makanya sensi."
" Ya ga mungkinlah Tan orang aku habis pasang susuk buat 3 tahun kok. Aku sama mas Kevin mau fokus dulu sama Kayla. Kamu sendiri gimana Tan nanti kalau sudah sah jadi istrinya pak Arda mau langsung nambah apa nunggu Key besar dulu?"
" Nunggu besar dululah Sya, inget rasanya lahiran kemarin aja huhhh masih suka ngilu."
" Aku yang sudah lima bulan yang lalu saja kadang kalau ingat masih suka ngilu kok."
" Terus kenapa kalau kamu ga isi kenapa jadi sensi, kalau aku jadi kamu ya Sya aku susul pak Kevin."
" Masa iya sih Tan aku nyusul kesana, ribet harus bawa Kayla juga."
" Dari pada kamu di sini was waskan mending kamu kesana biar tahu apa yang di lakukan sama pak Kevin."
" Gimana ya Tan kok aku jadi binggung, mungkin itu cara terbaik biar aku ga cemas. Makasih ya Tan buat solusinya, mungkin nanti sore aku susul mas Kevin kalau ga selambat lambatnya besok pagi."
" Nah gitu donk."
" Aku pulang ya Tan, mau packing biar ga keburu buru."
" Oke siap, kalau ada waktu main lagi kesini. Aku siap kok dengar semua keluh kesahmu."
" Hemmm iya dech mentang mentang sekarang sudah jadi ibu rumah tangga."
" Dada aunty dada dede Key,kata Tesya."
Untuk menghemat waktu Tesya membeli tiket kereta lewat online, dia mencari keberangkatan besok pagi. Setibanya di rumah ia menidurkan Kayla dan packing beberapa pakaian untuk di bawa besok.
" Mbak Tesya mau kemana kok packing pakaia, tanya bi Mun?"
" Mau nyusul bapak ke Jogja bi, tapi besok pagi berangkatnya. Jadi aku packing dari sekarang biar besok tinggal berangkat, jelas Tesya."
" Mbak malam ini mau makan apa biar saya masakin?"
" Ga usah masak bi nanti kita makan di luar saja. Sekalian ya bi bilang sama pak Udin Dita, sama Wawan juga."
" Baik mbak, kalau begitu saya permisi ke bawah dulu ya mbak."
" Iya bi, jawab Tesya."