I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
100# BAB 100



 


Dua piring nasi goreng lengkap dengan telur ceplok di atasnya sudah tersaji di atas meja. Kedua anak manusia yang kelaparan langsung menyantapnya sampai habis tak tersisa.


 


" Gimana sayang enak ga?"


"Enak kok mas pas di lidah porsinya pas juga di perut. Gimana kalau di resto mas nanti ada menu nasi gorengnya. Tapi yang rasanya kaya gini."


" Tapi mas ga yakin dech sayang."


 


" Ga ada salahnya buat mencoba. Kalau menu lainnya cari makanan yang lagi hits di kalangan anak muda."


" Kalau begitu habis ini bantu mas nyari menu dan dekorasi yang bagus buat spotphotonya."


" Iya mas nanti aku bantuin. Eh ya mas besok pagi jangan lupa bilang sama bi Mun dan pak Udin, biar mereka bisa cepat pindah kesini."


" Oh iya, hampir aja mas lupa.Besok pagi kalau mas lupa ingetin lagi ya."


 


" Baik bos."


Di balkon kamarnya Tesya dan Kevin mencari menu dan dekorasi yang hits. Beberapa kali mereka tampak bersitegang buat menentukan yang terbaik. Kadang juga keduanya tampak kompak dengan pilihannya.


 


" Kira kira restonya nanti di kasih nama apa ya sayang?"


 


" Aduh apa ya mas, besok tanya sama mama atau papa saja. Binggung mas, soalnya namakan doa."


" Iya sih, besok kalau acara bang Vano selesai baru kita mulai renovasi kalau bareng bareng urusi ini itu bikin pusing."


 


Setelah semua yang mereka cari selesai keduanya kembali tidur biar besok pagi tubuhnya terasa segar.


 


Paginya selepas sarapan Kevin menemui bi Mun yang sedang menyapu halaman belakang.


 


" Bi, tolong panggilkan pak Udin ya. Ada yang mau saya sampaikan, tapi nanti bibi ikut juga ya,ujar Kevin."


" Iya mas, kalu gitu saya permisi dulu, pamit bi Mun."


 


" Maaf ada apa ya mas kok mencari saya, tanya pak Udin yang tangannya gemetaran dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya."


" Duduk dulu pak Udin sama bi Mun, ujar Tesya."


Keduanya duduk di lantai menghadap Kevin dan Tesya.


 


" Loh kok duduk di bawah, ayo naik di bawah dingin, kata Tesya lagi."


" Iya mbak, jawab keduanya lalu mereka pindah. Sebenarnya ada apa mbak kok saya dan istri di panggil. Apa kami melakukan kesalahan kalau iya saya minta maaf ya mas mbak."


" Ga ada yang salah kok pak , sebenarnya begini kehamilan Tesya kan sudah mulai besar terus lebih cepat capek. Kalau saya minta pak Udin sama keluarga tinggal disini biar ga capek bolak balik. Terus biasanya kan masak urusan Tesya mulai besok saya mohon bantuan bi Mun ya, jelas Kevin."


 


" Saya pikir ada apa mas, saya sudah takut kalau sampai di pecat. Iya mas nanti sore saya beres beres di kontrakan biar bisa pindah kesini."


 


" Nanti pak Udin sekeluarga bisa tinggal di mes samping toko roti."


" Terima kasih mas, kalau begitu saya dan istri permisi dulu mau melanjutkan pekerjaan, pamit pak Udin."


 


 


" Mas hari ini aku ikut ke kantor ya bosen di rumah sendiri, pinta Tesya."


 


"Ayo tapi disana jangan pegang kerjaan apapun, cukup duduk di aja jangan kemana mana."


" Oke, aku siap siap dulu."


 


" Mas tunggu di mobil ya sayang."


Sekarang tak perlu khawatir kalau Tesya ikut ke kantor suaminya. Semua orang sudah tahu kalau ia sudah sah jadi istri direktur utama disana.