I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
118# BAB 118



 


" Pagi mas, sapa Tesya kepada suaminya yang sama sama baru membuka mata."


"Selamat pagi juga sayang gimana tidurnya malam ini?"


" Lumayan nyenyak mas,walaupun bolak balik ke kamar mandi."


 


" Hari ini jadikan ke dokternya?"


" Jadi mas, kemarin aku sudah ambil nomor antri kok. Dapatnya agak siang jadi mau ke toko sebentar."


" Oke, kalau gitu mas juga mau santai dulu."


" Mas mandi dulu nanti gantian, aku mau buat susu dulu."


"Iya sayang, tapi kenapa kita ga mandi bareng saja kan lebih cepat, goda Kevin."


" Mas, aku lagi ga mood buat begituan."


" Hemm, mas kan cuma ngajak mandi bukan ngajak begituan."


" Awalnya memang ngajak mandi tapi kalau sudah sampai kamar mandi bakal lain ceritanya."


" Ahh kamu sukanya mancing mancing sih,jadi pengen kan."


" Tuh kan mulai, sudah sana mas mandi dulu."


" Iya iya sayang tapi yakin kamu ga mau ikut, godanya lagi."


" Ga mau mas, hus hus sana."


 


Sukses menggoda istrinya Kevin tertawa sambil berlalu ke kamar mandi. Sementara Tesya membuatkan kopi dan membantu bi Mun di dapur menyiapkan sarapan.


 


Selesai masak ia langsung menuju ke kamar untuk bersiap. Tak butuh waktu lama untuknya mempersiapkan diri, ia langsung menyusul suaminya untuk sarapan.


"Mas aku mau ke toko sebentar mau ikut apa di rumah aja, tanya Tesya ketika acara sarapannya selesai?"


" Ikut ah, lama ga kesana mau ngicip resep kue baru kamu sayang."


" Ya udah ayo, special buat mas aku buatin sendiri habis ini."


 


Sepagi ini toko kue milik Tesya sudah ramai di datangi pembeli. Bahkan kadang toko belum buka sudah banyak yang datang.


 


" Pagi mbak Tesya mas Kevin sapa Dita yang sibuk melayani pembeli."


" Pagi juga Dita, jawab keduanya bersamaan."


 


Tesya dan Kevin langsung menuju ke dapur, sesuai janji Tesya ia langsung meracik bahan untuk membuat kue. 45 menit berlalu kue yang di kukusnya sudah matang sempurna . Harum bau kue yang matang membuat Kevin tak sabar untuk melahapnya.


Tesya mengambilkan beberapa untuk suaminya dan sisanya ia bawa ke depan untuk contoh. Baru saja ia taruh nampan di etalase sudah langsung habis di serbu.


" Mbak, besok pagi saya mau kue yang seperti ini 100 buah ya, kata salah seorang pembeli."


 


 


Karena banyak yang hendak memesan Tesya turun tangan membantu Dita yang kewalahan.


 


" Selamat pagi, maaf ada yang bisa saya bantu ?"


" Mbak saya mau pesan kue ini sama yang ini untuk besok siang 150 kotak ya. Aku juga mau mbak campur kaya gitu buat pagi 100 kotak, seru yang lainnya."


" Iya bu, tolong ini di isi dulu formulirnya biar kami mudah untuk menjumlahnya sertakan alamat dan nomor telponnya ya ,ujar Tesya."


" Sayang sudah hampir jam 10 yuk berangkat nanti kesiangan, ajak Kevin."


" Iya mas, sebentar aku cek pesanan hari ini dulu jawabnya."


 


Semua selesai Tesya lantas mengambil tasnya dan keluar dari toko kuenya. Di dalam mobil ia tampak cemas dan rasa campur aduk ada di hatinya. Antara senang dan terharu sebentar lagi akan melihat anaknya walaupun masih di dalam perut.


" Jangan tegang seperti itu sayang."


" Iya mas, tapi rasanya dag dig dug gitu apa lagi sebentar lagi sudah mau lahiran saja."


" Ga kerasa ya sayang udah mau jadi orang tua saja.HPLnya masih 2 minggu lagikan sayang biar mas bisa atur kerjaan dari sekarang."


" Kalau HPLnya memang masih dua minggu lagi tapi kan kita ga tahu mas, bisa maju bisa mundur juga."


" Kok aku ikutan panik gini sih sayang, ucap Kevin."


 


" Tuhkan mas aja panik apalagi aku,kata Tesya sambil menata napasnya biar lebih santai."


 


Klinik bersalin tempat Tesya biasa melakukan pemerikasaan setiap bulan terasa menegangkan hari ini. Entah hanya perasaannya saja atau entah apa yang membuatnya gugup.


 


" Oke mbak Tesya semunya bagus, babynya juga sudah siap untuk lahir. Tinggal nunggu waktunya saja misal sampai HPLnya belum ada tanda tanda mbak Tesya datang kesini lagi ya, ujar dokternya."


" Baik dok kalau begitu kami permisi dulu, pamit Kevin."


 


" Lega kalau sudah tahu keadaan si dedek di perut."


 


" Semoga lancar ya sayang sampai lahiran nanti,kata Kevin."


 


" Iya mas, semoga lancar dan selamat semuanya tanpa ada kurang satu apapun."


 


" Aminn, doa terbaik untukmu sayang."