I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
160 # BAB 160



Beberapa kantong oleh oleh sudah ada di tangan Tesya untuk si bagikan kepada saudaranya yang ada di Jogja.


" Sudah malam pulang yuk mas, kita belum packing loh."


" Ngapain packing, di rumah eyangkan masih ada baju yang di tinggal waktu itu."


" Oh iya aku lupa, mas kalau Dita ikut ga papa kan. Kasihan dia kepengen jalan jalan juga."


" Ya gapapalah, emang kenapa toh kita kesanakan ga mau honeymoon. Kan rencananya malam ini," goda Kevin.


" Ih mas mesum."


" Biarin sama istri sendiri kok ga ada yang larang juga dan secara agama mengaharuskan."


" Hemmm iya iya, nanti kalau ga di turuti akunya dosa."


" Nah itu kamu tahu,"kata Kevin lalu tertawa geli melihat wajah istrinya.


Di rumah Dita sedang menata beberapa baju dan memasukkan ke dalam tas.


" Kamu mau kemana kok bajunya di masukkan ke dalam tas?"tanya bi Mun.


" Dita di ajak mbak Tesya ke Jogja bu."


" Hati hati kamu disana, jangan merepotkan mbak Tesya sama mas Kevin ya."


" Iya bu, ibu mau oleh oleh apa dari Jogja nanti Dita belikan."


" Ibu kepengen makan gudeg yang kaya mbak Tesya kasih waktu itu."


" Kalau bapak mau di belikan apa?"tanya Dita.


" Bapak apa saja yang penting enak,"jawab pak Udin sambil tertawa.


" Ah bapak kalau soal makan pasti juara," ledek bi Mun.


" Ya tidak apa apa bu, mau gimana lagi."


Sementara itu di kamar Tesya dan Kevin selesai bersih bersih tubuh langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


" Tidur yuk mas biar besok ga kesiangan," ajak Tesya.


" Tuhkan lupa sama janjinya, sengaja nih buat aku kesal lagi."


" Ga mas tapi aku capek tahu, besok besok kan bisa."


" Ayolah sayang mumpung Kay lagi sama eyangnya,kapan lagi manjain suamimu ini," rengek Kevin.


" Ga mau," goda Tesya.


" Jahat kamu sayang,"gerutu Kevin.


" Sekali ga tetap ga, besok bisa kesiangan tahu ga sih mas," kata Tesya sambil menahan tawa karena sukses membuat suaminya kesal.


" Auah terserah kamu,"kata Kevin benar benar marah.


" Cie marah," goda Tesya.


" Ga lucu, terserah," kata Kevin lalu menaikan selimutnya.


" Ya udah kalau ga mau," aku mau lihat film saja."


Kevin semakin kesal karena ulah istrinya, begitu melihat Tesya beranjak dari tempat tidur secepat kilat Kevin menarik tangan istrinya lalu menerkamnya.


Paginya mereka berdua benar benar kesiangan, rencana habis subuh berangkat ini habis subuh baru bangun.


" Mas ayo mas sudah siang nih, kita kesiangan."


" Bentar lagi sayang masih ngantuk nih."


" Hemmmm," Tesya bedehem.


Pukul 6 pagi mereka baru berangakat menuju Jogja, mata Dita tampak berbinar karena sudah lama ia ga jalan keluar.


" Makasih ya mbak mas udah ajak Dita jalan jalan, udah lama sekali Dita ga jalan."


" Sama sama Dit, nanti kalau aku sama mas Kevin ada waktu luang kita ajak dech semua karyawan buat jalan jalan."


" Wah pasti mereka semua senang mbak,"kata Dita.


Siangnya mereka semua sudah sampai di Jogja rumah eyangnya Tesya.


" Halah kok pakai repot repot segala sih nduk* ," kata eyangnya Tesya.


" Ga repot kok eyang, rumah kok sepi yang pada kemana?"


" Pada ke rumah budhe ambil pisang, disana baru panen pisang. Ini siapa kok cantik sekali,"tanya eyang.


" Oh Dita yang bantuin Tesya di toko kue?"


" Iya eyang," jawab Dita.


" Dit kamu mau di sini atau mau ikut mbak ke tempat budhe. Mbak udah kangen sama Kay,"kata Tesya.


" Ikut mbak."


" Eyang ikut ya Vin."


" Ayo eyang, mau jalan sendiri atau mau Kevin gendong?"


" Halah gayamu, walaupun sudah tua gini eyang masih kuat jalan sendiri. Kemarin juga masih kuat kok gendong gendong Kay. Kalian nanti ikut pulang sama papa mamamu atau mau nginap dulu?"


" Nginap dulu eyang, kalau mau balik hari ini capek. Paling nanti mobilnya biar di bawa sama papa besok aku sama Tesya pulangnya naik kereta."


" Eyang ikut kesana ya besok, di rumah kalau siang sepi."


" Ayo eyang, kalau eyang di rumah bisa tambah rame rumah," jelas Tesya.


Sorenya semua berkumpul lagi di rumah eyangnya Tesya, menikmati pisang goreng buatan Tesya dan Dita. Disana pula ada sesosok laki laki tampan yang sedari tadi memperhatikannya.


Malam menjelang, Dita masih duduk di gazebo rumah eyang majikannya. Tiba tiba punggungnya di tepuk seseorang yang membuat Dita kaget.


" Maaf maaf kamu terkejut ya," katanya.


" Iya gapapa, maaf mas siapa ya?"


" Aku saudaranya Tesya, tepatnya anak budhenya Tesya."


" Oh iya."


" Kenalin nama aku Rama, kalau kamu siapa?"


" Oh aku Dita, anak pembantu di rumah mbak Tesya sama mas Kevin."


" Jalan yuk, mumpung belum terlalu malam. Nanti aku ajak ke tempat tempat yang keren di sini."


" Tapi aku belum ijin sama mbak Tesya."


" Udah santai saja biar nanti aku yang bilang sama mereka."


Keduanya langsung jalan menggunakan motor menikmati indahnya kota Jogja pada malam hari. Walaupun baru kenal keduanya sudah nyambung saat ngobrol.


Paginya Tesya sama yang lain hendak jalan jalan muter muter Jogja, karena mobilnya Kevin sudah di bawa pulang sama papanya. Ia pinjam mobilnya Rama, untuk jalan jalan.


" Mas pinjam mobil ya," kata Tesya.


" Merepotkan saja, kamu itu sekalinya ketemu nyusahin," gerutunya.


" Kalau ga boleh ya udah aku bilang saja sama eyang," kata Tesya lagi.


" Ihhh dasar tukang ngadu, dari dulu ga berubah,"gerutu Rama.


" Habis punya kakak satu saja pelit kaya gini kok, pantes


dari dulu jomblo terus."


" Udah ga usah ngeledekin kakaknya, kamu juga kalau ga di ajak nikah sama Kevin juga pasti sekarang masih jomblo weekkkk," balas Rama.


Kevin geleng geleng melihat tinggah istrinya yang kadang masih seperti anak anak, sementara Dita hanya tersenyum melihat itu.


Mereka jalan jalan sampai sore, tak lupa mereka juga berbelanja. Dita membelikan pesanan kedua orang tuanya.


" Dit pesanan bi Mun sama pak Udin sudah semua?"tanya Kevin.


" Belum mas,kurang gudeg saja yang belum kebeli. Takutnya kalau beli sekarang besok sudah basi."


" Oke, besok saja kalau mau pulang baru beli."


" Baik mas."


" Mas Rama, besok kalau jadi eyang mau ikut ke rumah mas mau ikut juga ga?"


" Lah eyang ngapain mau kesana?"


" Ya mana aku tahu mas, mungkin eyang mau cari suasana baru. Ikut saja mas, siapa tahu nanti dapat jodoh disana. Lagian mas Rama juga belum dapat kerja, tuh di kantor mas Kevin ada banyak lowongan,"ujar Tesya.


" Oke nanti aku pikir pikir dulu, tapi kalau aku kesana tinggal dimana?"


" Di gorong gorong mas," ledek Tesya.


" Tesya," teriak Rama lalu mengejar adik sepupunya yang berlari.