
" Makasih ya Sya sudah temani kakak jalan hari ini, lain kali kalau lagi badmood kita jalan lagi ya, kata Sita ketika sampai di rumah."
" Iya kak, aku juga senang kok bisa jalan gini sebentar lagi bakal susah kalau mau keluar."
" Aku pulang dulu ya Sya, pamit Sita."
" Da kak, jawab Tesya,padahal rumah mereka hanya berjarak 10 meter dan tiap hari Sita juga bolak balik ke sini."
Rumah mewah yang di hadiahkan orang tua Vano kepada menantunya. Tepat bersebelahan dengan milik putranya yang kedua.
" Loh mas kok sudah pulang, tanya Tesya ketika keluar dari kamar mandi."
" Habis metting di luar mau balik kantor males ya udah langsung pulang saja."
" Tadi jalan kemana sama kak Sita?"
" Ke mall mas, sama makan udah itu aja. Biasa kak Sita moodnya lagi jelek makanya ajak jalan."
" Berantem sama bang Vano, tanya Kevin ?"
" Ga kok mas, tadi pagi katanya cek kehamilan ternyata negatif eh siangnya pas mau jalan tamu bulannanya datang ya moodnya tambah jelek akhirnya kalap belanja dech."
" Lah baru satu setengah bulan juga nikahnya kok udah ga sabar banget pengen cepat punya anak nikmati dulu masa masa berdua ya ga sayang."
" Itukan kita mas, beda sama kak Sita. Keluarga kak Sita sudah nanya terus kapan hamil gitu, bukannya kalau kaya gitu bikin stres ya mas?"
" Betul sayang, kasihan kak Sita.Kalau kita bikin terus sampai ga tahu ternyata kamu sudah hamil, kata Kevin sambil memeluk Tesya yang merapikan rambutnya."
" Mas bau asem, mandi dulu sana, pinta Tesya kepada suaminya."
" Siap bos, buatin kopi ya."
" Iya mas, aku tunggu di depan."
Tesya pergi ke toko kuenya, mencari Dita untuk mengecek laporan minggu ini sambil menunggu suaminya selesai mandi.
" Dita laporan minggu lalu bagaimana?"
" Alhamdullilah mbak toko kita semakin ramai, beberapa pesanan juga sudah aku terima. Banyak yang minta varian baru buat donatnya."
" Oke, nanti kita cari varian baru. Dit di belakang bahan pokoknya masih ada kan? Kalau sudah mau habis langsung telpon ke tempat biasa biar ga kehabisan stok."
" Baik mbak, sekalian aku mau ijin mbak untuk seminggu ke depan soalnya mau ujian."
" Boleh tapi seperti biasa ya, sepulang dari kampus sempatin cek toko sebentar."
" Iya mbak."
" Di cariin kemana mana ternyata disini,kata Kevin."
" Habis mas mandinya lama, ya udah aku tinggal dulu."
" Tadi minta ijin mas,mulai besok ada ujian di kampus. Terus aku bilang seperti biasa sepulang kampus tetap kesini. Biar nanti paginya aku yang di sini."
" Jangan capek capek sayang, mas ga mau kamu kenapa napa."
" Mas keluar yuk kopi sama susunya di gazebo, mau sekalian aku bawain kue ga mas?"
" Mau pilih sendiri saja ah biar pas sama selera. Lagi pengen yang manis manis sayang."
" Makannya sambil lihat aku pasti tambah manis, goda Tesya."
" Apalagi kalau kamu yang mas makan pasti hemmm, balas Kevin sambil menggandeng mesra istrinya."
Karyawan Tesya tersenyum mendengar gombalan kedua bosnya itu. Mereka selalu di buat iri dengan kemesraan kedua bosnya itu. Banyak juga yang mengidamkan suami seperti Kevin.
" Tesya sayang panggil mama Mira dan mama Mia bersamaan."
" Loh ada apa ma, kok tumben barengan habis dari mana?"
" Masuk yuk mama punya sesuatu, ajak mama Mira."
Tesya masuk bersama kedua mamanya, sementara Kevin mengekor di belakang. Dan betapa terkejutnya Tesya ketika melihat ruang keluarganya di penuhi barang belanjaan yang semua adalah perlengkapan bayi.
" Ma, kok sebanyak ini. Aku sama mas sudah nyicil beli kok, lagian kalau sebanyak ini binggung mau di taruh dimana?"
" Jangan di tolak pokoknya ini hadiah dari oma oma kece buat cucu pertama, seru mama Mia."
Kevin hanya diam melihat dua mamanya dan satu calon mama yang heboh dengan perlengkapan bayi.
" Vin bantu masukin ke kamar, mama mau tata biar rapi, ujar mama Mira."
" Baik ma,jawab Kevin."
Dan kehebohan berikutnya di mulai,dua calon oma dan satu calon mama mulai beraksi mendekor kamar.