
Semakin hari Tesya mulai menikmati status barunya.Kevin yang perhatian dan tulus sedikit demi sedikit meluluhkan hati Tesya.Walaupun kebahagiaan itu hanya mereka yang tahu.
Sepulang kantor Kevin mengajak Tesya makan malam,biar bisa ngobrol dan lebih tahu tentangnya. Tesya sendiri mulai nyaman dekat dengan Kevin.
"Sya gimana meeting tadi siang,tanya Kevin membuka percakapan."
" Pusing pak klien yang satu ini banyak maunya minta yang designnya benar benar ada unsur cintanya,jawab Tesya."
" Haha lagi jatuh cinta mungkin,kata Kevin lagi."
" Yang lagi jatuh cinta itu bapak,ledek Tesya."
" Iya yang bikin saya jatuh cinta itu kamu,balasnya."
" Lusa harus meeting lagi tapi katanya harus sama bapak."
" Oke,tapi ngomong ngomong jangan panggil bapak dong,kok kesannya aku tua banget,kata Kevin."
"Terus maunya di panggil apa,tanya Tesya?"
" Ya apa gitu,sayang apa cinta terserah kamu,ucap Kevin."
" Aduh apa ya,kalau di panggil mas gimana?"
" Terserah mau panggil apa yang penting kamu nyaman,ujar Kevin."
Keduanya terseny ada rasa bahagia yang menyelimuti mereka.Tesya yang baru sekali memiliki pendamping benar benar bahagia,walaupun dia belum sepenuhnya bisa mencintai Kevin."
" Sya selain kita di kantor ada yang tahu ga hubungan kita, tanya Kevin lagi?"
" Yang tahu ya pak Arda,teman teman belum ada yang tahu.jawab Tesya."
" Kamu ga pengen kasih tahu hubungan kita ke mereka,apa kamu belum yakin sama saya,tanya Kevin sambil mengengam tangan Tesya."
" Pengen sih tapi ga sekarang kayaknya,nanti takutnya ada yang ga suka terus imbas ke pekerjaan.Kalau soal yakin apa belum Tesya sudah yakin sama keseriusan pak Kevin,tapi hati saya belum bisa terbuka sepenuhnya,jelas Tesya."
Kevin tahu banyak karyawannya yang menaruh hati padanya.Bahkan. banyak pula yang saling menjatuhkan untuk mendapatkan hatinya. Kalau tiba tiba mengumumkan kalau dia bertunangan dengan Tesya pasti akan terjadi keributan.
" Sya bagaimana kalau kita cepat cepat menikah saja,ajak Kevin."
" Menikah,kata Tesya yang terkejut mendengar ajakkan Kevin."
" Iya menikah,lagian tujuan kita tunangan kan buat menuju ke pelaminan. Tenang saja kalau kamu belum siap kita bisa beda kamar kok,jelas Kevin."
Tesya tersenyum mengisyaratkan menerima ajakkan Kevin.Selesai makan Kevin mengantar Tesya pulang,dia tak percaya ajakkanya kali ini ga di tolak.
" Semoga ini awal yang baik buat kedepannya nanti.Aku tak salah menjadikanmu tambatan hati,kata Kevin dalam hati."
Kevin berpamitan lalu pulang,wajah keduanya berhiaskan senyum.Membuat orang yang melihatnya menjadi iri.
RUMAH TESYA
Seperti biasa malam inipun keluarga Tesya sedang berkumpul di ruang keluarga,tampak papa mama dan adeknya sedang bersantai.
" Cie yang habis pacaran wajahnya ceria benar,goda Tia."
" Huu ngiri aja sukanya,makanya cepat gede biar bisa pacaran ,kata Tesya sewot."
" Hem mulai kan,kalau sudah ketemu selalu berantem kalau ga ada pada nyariin, kata pak Bayu."
"Pa ma Tesya ke kamar dulu mau bersih bersih,pamit Tesya."
Selesai bersih bersih Tesya bergabung keluarganya melihat tv.Tesya tiduran di pangkuan mamanya dan membuat adeknya iri.
" Ihhh kakak udah mau nikah masih manja,gerutu Tia."
" Emang ga boleh manja sama mama,orang mama diam aja kok kakak tidur disini,ucap Tesya."
" Kakak nyebelin,kata Tia ngambek."
" Pa ma tadi mas Kevin ngajakin buat nikah,kata Tesya."
" Bagus dong semakin cepat semakin baik, semakin cepat papa menimang cucu,seru papanya."
" Tapi Tesya belum siap pa ma."
" Siap ga siap ya harus siap,usia kamu sudah pas buat menikah,dulu mama usia 23 sudah hamil kamu,jelas mamanya."
" Kakak yang aneh di ajak nikah sama kak Kevin kok ga mau,kalau Tia ga bakal nolak secara kak Kevin ganteng ga kalah sama oppa oppa Korea,mapan kaya lagi,cerocos Tia."
" Adek,kakaknya jangan di godain terus dong,sana belajar katanya besok ada ulangan,lerai pak Bayu."
Tia meninggalkan ruang keluarga dan masih saja meledek kakaknya.Soal bergaul Tia lebih berpengalaman dari kakaknya,dia lebih banyak teman dan banyak kegiatan yang ia ikuti di sekolah. Tidak seperti kakaknya yang anak rumahan.