I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
86# BAB 86



 


Tak berapa lama keluarganya pada datang, Vano juga sudah datang setelah menjemput kekasihnya. Mereka semua sudah tampak memulai pekerjaan memotong kain. Hari ini semua pada kompak bolos kerja.


 


" Eh sudah pada datang , sapa Tesya sambil membawa beberapa kue yang tadi ia bikin."


 


Sedangkan Kevin membantu membawakan minumnya.


 


" Ga perlu repot repot sayang, kata pak Sanjaya begitu melihat menantu dan anaknya sudah menyiapkan camilan."


 


" Ayo di makan mumpung masih hangat, ujar Tesya."


 


Disana terhidang pisang goreng , dadar gulung, pastel, dan putu ayu. Serempak mereka langsung menghentikan aktifitasnya dan mencoba makan yang di buat oleh Tesya.


 


" Pantes bang Vano betah disini, orang tiap hari menu makannya enak gini , goda Sita."


"Iya lah lihat nih sebulan lebih disini perutku sudah sama kaya perut Tesya yang hamil, kata Vano sambil mengelus perutnya."


" Sya, aku boleh ga belajar masak sama kamu, biar nanti kalau udah nikah bisa irit ga perlu jajan di luar, kata Sita bersemangat."


 


" Boleh dong,nanti aku ajari bareng sama karyawan toko kue ya kak."


" Emang kapan mau buka tokonya Sya tanya bang Vano?"


" Seminggu lagi bang, rencananya baru besok buka lowongannya, paling orang sekitar sini dulu."


 


" Betul itu sayang cari dulu orang orang di sekitar tempat usaha kamu, siapa tahu masih ada yang belum kerja, ujar mama Mira."


 


" Iya ma, doakan toko kuenya sukses ya."


 


"Mama akan selalu doakan yang terbaik buat anak anak mama."


Ke dua anak dan dua menantunya langsung berhambur ke pelukan Mira. Mereka bersyukur punya seorang mama yang selalu memberikan dukungan dan semangat. Tak membeda bedakan satu sama lain.


 


" Sayang kalau nanti urusan cattring kita serahkan sepenuhnya sama Tesya gimana, dari pada susah nyari yang cocok sama lidah kita, ujar Vano."


 


" Boleh tuh bang, cattring Tesya rasanya udah pas banget rasanya di lidah kita, kata Sita."


 


" Wah senengnya, makasih ya bang, kak Sita, semoga saja ini bisa jadi ajang promosi biar cattring Tesya tambah ramai, kata Kevin."


 


" Gitu aja sampai terharu sih Sya, ledek Vano."


" Gimana ga terharu coba bang, tamunya nanti pasti banyak banget dan semua akan mencicipi masakan dari tempatku, itu membuat kebangaan tersendiri buatku. Tinggal sekarang bang Vano sama semuanya nentuin menunya biar nanti Tesya tinggal buat listnya."


 


" Oke, besok atau lusa aku main ke tempat cattringmu ya sambil lihat menu apa yang cocok, kata Vano."


 


Acara potong kain kelar tinggal diantar sambil menunggu undangan jadi.


 


" Sayang jadwal kedokternya kapan mama pengen ikut, tanya mama Mira?"


" Sabtu ini ma, di klinik Mutiara Bunda."


" Yah kalau sabtu mama ada arisan, kalau hari ini aja gimana, ini kan udah selesai dan mumpung mama ga ada acara juga sampai sore."


" Iya ma, kalau begitu aku siap siap dulu ya, pamit Tesya."


" Ma, aku ikut ya kata pak Sanjaya dan Sita bersamaan."


" Ya udah ayo semuanya saja sekalian nanti kita makan malam di luar , kata mama Mira."


 


Klinik Mutiara Bunda


 


 


Setelah mendaftar kini mereka menunggu giliran , masih ada beberapa pasien lagi sebelum tiba giliran Tesya.


 


Mereka semua tak sabar ingin tahu bagaimana keadaan janin yang ada di dalam perut Tesya.


" Nyonya Tesya, panggil seorang suster."


Tesya dan keluarga besarnya masuk ke ruang periksa. Setelah di cek berat badan dan tekanan darahnya Tesya langsung di minta untuk rebahan di ranjang. Suster tadi mulai menaruh gel ke atas perut Tesya dan dokter Indah mulai melakukan USG.


" Usianya sudah 17 minggu ya, ini suara detak jantungnya, air ketubannya bagus masih banyak, organ organnya mulai terbentuk, jelas dokter Indah."


 


"Periksa lagi kapan dok, tanya Kevin?"


" Nanti saya tuliskan jadwalnya sekalian resepnya di usahakan vitaminnya di minum sampai habis, banyak makan yang bergizi minum susu terus kalau pagi di ajak jalan jalan ya pak, imbuhnya."


" Iya dok terima kasih, kata Kevin lalu mereka semua keluar dari ruang periksa."