
" Mas cepetan mandinya itu pak Arda udah datang,teriak Tesya sambil mengemas beberapa pakian suaminya kedalam koper."
" Iya sayang sebentar lagi."
Kevin dan Tesya keluar kamar menemui Arda yang sedang dudui di ruang tamu.
" Mas berangkat dulu ya sayang hati hati di rumah, kalau ada apa apa cepet kasih kabar."
" Mas juga hati hati ,eh ya ini ada bekal buat mas kan belum sempat sarapan dan ini untuk pak Arda ,jelas Tesya sambil memberikan satu tepak penuh kepada keduanya."
Setelah keduanya berlalu Tesya mulai siap siap buat ke kantor. Karena harus bawa mobil sendiri dia musti berangkat lebih pagi ,soalnya takut terjebak macet.
" Tumben pagi amat Sya,kata Lia yang baru sampai."
" Iya nih bawa mobil sendir kalau ga pagi males kalau kejebak macet."
" Ga di anter hari ini,tanyanya lagi."
" Lagi pengen bawa sendiri biar bisa mampir mampir,jelas Tesya."
" Kalau gitu nanti pulang kerja bisa jalan dulu dong,seru Intan yang baru masuk."
" Mau jalan kemana, kalau hari ini aku ga bisa ada jadwal cek kandungan, kata Lia."
Deg Tesya lupa kalau belum sempat tes tadi pagi.
" Aduh kenapa aku sampai bisa lupa sih, kata Tesya dalam hati."
" Gimana Sya mau jalan kemana,tanya Intan."
" Gimana kalau ikut Lia aja,seru Tesya."
" Kamu sendiri apa sama si Bram tanya Intan."
" Sendiri Tan, mas Bram udah berangkat lagi. Tadi pagi dia telpon katanya minta kamu nemenin aku di rumah soalnya dia khawatir kalau aku sendirian di rumah."
" Ya udah mulai nanti sore aku bakal nginep di tempatmu, jawab Intan."
Dengan dia ikut ke tempat Lia periksa,sedikit banyak bakal tahu tentang kehamilan.
" Tumben sepi ,kata Intan sambil clingak clinguk mencari seseorang."
" Nyari siapa Tan, kata Tesya yang geli melihat sahabatnya."
" Hehehe,Intan hanya tertawa."
" Nyariin pak Ardalah Sya kan dari tadi belum nonggol kesini,goda Lia."
" Pak Arda sama pak Kevin ke Surabaya tadi pagi, jelas Tesya lalu dengan cepat menutup mulutnya dengan kedua tangan."
" Aduh keceplosan ,ucapnya dalam hati."
" Kok kamu tahu Sya kalau pak Arda ke Surabaya, tanya Intan penasaran."
" Nih tadi lihat storynya pak Kevin din medsos, jawab Tesya hati hati."
" Huh pantes dari pagi belum kelihatan, kata Intn kesal."
"Lia, lihat map biru yang kemarin aku taruh meja ga,tanya Intan."
" Tuh di atas printer , besok besok kalau mau pulang di beresin dulu biar paginya ga binggung,omel Lia."
Melihat kedua temannya ribut ia malah asik sendiri sama handphonenya. Senyam senyum sendiri sambil sesekali memegang perutnya.
From : Tesya
To : Kevin
🤗🤗🤗🤗
From : Kevin
To : Tesya
Miss you too baby. Baru di tinggal beberapa jam saja udah kangen.
From : Tesya
To : Kevin
Ga tahu nih mas tiba tiba kangen berat gini sama kamu.😘😘😘.
From: Kevin
To : Tesya
Hemmm,,,, pasti ada maunya nich. Tenang sayang besok mas udah pulang kok tapi sampai rumah udah malam. Kerjaan disini juga udah ke handle semua. Sabar ya sayang ,😘😘😘
From : Tesya
To : Kevin
Oleh oleh jangan lupa. Love you 😍😍.
From : Kevin
To: Tesya
Love you too beb
" Sya ..... Sya panggilan Intan dari tadi masih ga di respon sama Tesya."
Lalu Intan mencoba memannggil untuk yang ketiga kali sambil memegang bahunya.
"Sya "
" Apaan sih Tan, jawabnya kesal."
" Ya orang dari tadi di panggil ga nenggok nenggok malah asik main hp mana sambil senyum senyum sendiri."
" Ya maaf, ada apa Tan?"
"Tadi ada anak dari bagian produsi minta desain terakhir yang mau di buat sample, jelas Intan.
" Oke, dech aku antar kesana. kata Tesya.
Dengan cepat Tesya pergi sampai lupa memasukkan handphonya kedalam tas. Karena rasa penasaran Intan , ia mencari tahu apa yang membuat sahabatnya dari tadi ga konsen.