I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
66# BAB 66



 


" Intan coba kamu tenang dulu, jelasin ada apa, tanya Tesya."


 


" Nanti aja , yang penting kamu kesini dulu, dan minta tolong siapa saja buat jemput orang tuanya Lia, soalnya dari tadi ga bisa di hubungi, jelas Intan."


 


" Sekaran kamu di mana biar aku kesana."


" Rumah sakit Harapan, jawab Intan."


" Iya aku langsung kesana, jawab Tesya dengan panik."


" Telpon dari siapa sayang, tanya Kevin?"


 


" Mas antar aku ke rumah sakit Harapan, ujar Tesya."


 


" Siapa yang sakit sayang ,tanya Kevin?"


" Lia mas, udah ayo mas cepet antar aku, kata Tesya."


" Iya mas antar tapi kamu jangan panik kaya gini, kasihan dedeknya, jelas Kevin."


Selesai siap siap Kevin dan Tesya meluncur ke rumah sakit Harapan yang tak begitu jauh. Sebelum berangkat Kevin sempat menghubungi Arda buat menjemput orang tua Lia.


 


Rumah Sakit Harapan


 


Intan binggung harus bagaimana ia mondar mandir di depan ruangan dimana Lia di rawat. Mata yang sembab pikiran yang binggung membuatnya lemas.


 


Tesya datang hampir bersamaan dengan orang tua Lia.


" Sebenarnya apa yang terjadi, tanya mamanya Lia?"


" Tadi sepulang dari kantor Lia langsung masuk kamar aku pun juga. Saat aku keluar mau masak di masih belum keluar kamar . Aku ketuk berkali kali ga ada jawaban dari dalam. Dan pas aku buka pintu lihat Lia pingsan di depan kamar mandi. Dan ada darah keluar dari perut Lia,jelas Intan dengan berurai air mata."


 


Tesya dan mamanya Lia memeluk Intan. Yang jelas di masih kaget melihat kejadian itu.


 


Tak berapa lama dokter yang menangani Lia keluar, dengan cepat Intan menanyakan keaadan sahabatnya.


 


" Keluarga dari saudara Lia, kata dokter ketika keluar."


 


" Iya dok jawab mereka beramaan."


 


" Suaminya kerja di luar dok jadi ga mungkin dalam waktu dekat bisa pulang,jalas papanya Lia."


" Bagaimana keadaannya dok,tanya sang mama?"


" Anak ibu tidak apa apa tapi mohon maaf bayi yang di kandungnya tidak bisa di selamatkan. Karena ada pendarahan hebat yang membuat bayinya tidak tertolong,jelas sang dokter."


Kedua orang tua Lia masuk melihat keadaan anaknya, sementara Intoan, Tesya dan Arda menunggu di luar, sedangkan Kevin tidur di dalam mobil.


Jam menunjukkan pukul 22.00 setelah berpamitan Tesya, Intan dan Arda pulang karena besok mereka harus tetap bekerja.


 


Intan pulang di antar sama Arda, kalau Tesya jelas dengan Kevin.


" Ayo mas buruan,ajak Tesya."


" Kenapa buru buru,tanya Kevin."


" Aku lapar mas, jelas Tesya."


" Itu di belakang ada burger double beef, kentang goreng sama air jeruk hangat."


" Uhhh mas tahu aja, seru Tesya."


" Habis kamu lama di dalam, aku lapar ya udah beli itu saja,jelas Kevin."


" Makasih mas, jawab Tesya lalu melahap burgernya."


" Bagaimana keadaan Lia, tanya Kevin?"


" Sudah baikan mas, tapi bayinya ga tertolong karena pendarahan hebat."


" Kamu harus hati hati ya sayang jaga dedek, kata Kevin sambil memegang perut Tesya."


 


Sesampainya di gang masuk ke rumahnya Tesya melihat ada tukang nasi goreng yang mangkal membuat perutnya seketika lapar.


 


" Mas, panggil Tesya."


" Kenapa,tanya Kevin?"


" Laper, ayo beli nasi goreng, rengek Tesya."


" Kan habis makan burger sama kentang goreng, jelas Kevin."


" Belum makan nasi mas, masih laper, rengek Tesya lagi."


" Ya udah ayo beli, kata Kevin lalu memutar bali mobilnya."


" Mas baik dech ,rayu Tesya."


Kevin hanya tersenyum melihat tingkah Tesya yang selalu membuatnya terhibur.