
Tak ada yang tak bahagia malam ini dengan kehadiran baby Kay, putra pertama dan cucu pertama untuk kedua keluarga Kevin dan Tesya.
Sore harinya Tesya sudah di perbolehkan untuk pulang, di rumah Tesya sudah di sambut oleh karyawan karyawannya. Ruang tamu yang di hias sedemikian cantiknya, puluhan kado tersusun rapi di atas meja.
" Selamat datang mbak Tesya dan baby Kayla, teriak semuanya ketika Tesya masuk ke dalam rumah."
Mata Tesya berkaca kaca mendapat kejutan dari semua karyawannya. Bahagia dan terharu itu yang ada di hati Tesya saat ini. Kebahagian yang tak bisa di ungkapkan dengan kata.
" Selamat datang keponakan aunty, teriak Sita."
" Sini Sya aku mau gendong Kayla, gemes dech liat anak kecil gini, sambung Vano."
" Terima kasih ya buat semuanya, aku ga nyangka kalau kalian membuat kejutan seperti ini."
" Sama sama mbak Tesya, ini ga sebanding dengan kebaikan mbak sama mas Kevin sama kami, jawab salah satu karyawannya."
Hari ini di mulai drama baru antara Kevin Tesya dan baby Kayla. Yang suka ngajak begadang mama papanya.
" Mas aku tidur sebentar ya, udah ga kuat nih matanya."
" Iya sayang biar mas yang jagain,kamu tidur saja."
Kayla tidur di pelukkan papanya, karena tak kuat menahan kantuk Kevin ikut terlelap bersandar sofa. Dan keduannya kompak bangun ketika mendengar Kayla menangis.
" Kayla bawa kesini saja mas, biar tidurnya enak. Mas juga bisa tidur kan besok harus kerja."
" Besok mas mau libur dulu ah, masa istrinya baru saja melahirkan langsung di tinggal."
" Besok mama kesini kok mas, mas kerja juga ga papa."
" Ga ah, mas mau di rumah saja titik. Sudah ayo cepat tidur biar besok pagi fress."
Kini mereka terlelap dan bangun dengan tubuh yang segar. Setelah memandikan Kayla, Tesya dan Kevin mengajaknya berjemur.
" Mas yakin hari ini ga ke kantor, kasihan Arda kalau harus kerja sendirian."
" Tapi mas lebih kasihan sama kamu sayang pokoknya mas berangkatnya lusa biar tubuh kamu enakkan dulu."
" Ya udah aku ngikut saja, eh ya mas kemarin kata mama suruh beli jamu. Dekat dekat sini ada ga ya mas yang jual?"
"Nanti tanya saja sama mama kalau sudah sampai disini."
" Ada apa kok mama di sebut sebut, pasti kamu lupakan Vin sama pesan mama buat beli jamu. Nih sudah mama belikan,kata mama Mia yang baru saja datang."
" Wah makasih mama, semoga setelah minum jamu asiku jadi lancar.Masuk yuk ma, ajak Tesya."
" Loh Vin kok kamu ga ke kantor?"
" Lusa ma, kasihan Tesya kalau aku tinggal ke kantor."
" Kan mama sudah bilang bakal kesini tiap hari kamu jangan khawatir. Lagian hari ini sampai seminggu ke depan mama mau nginap di sini."
" Lah papa sama Tya gimana ma?"
"Papa tadi pagi berangkat luar kota kalau Tya liburan bareng teman temannya, jelas mama Mia."
" Loh kok liburan ma? Bukannya belum pengumuman kelulusan ya."
" Kaya kamu ga tahu Tya, kalau habis ujian ya liburan ga peduli nanti nilainya gimana. Sya tadi pas mama ke pasar beli jamu ketemu sama Intan. Kalau mama lihat dari fisiknya kaya baru hamil ya. Eh tapi kan belum nikah."
" Ga cuma mama yang nebak gitu aku, mas Kevin sama Lia juga. Tapi ga tahu jugalah ma, soalnya akhir akhir ini dia menjauh dari aku sama Lia."
" Sayang, mama aku ke kantor sebentar ya ,barusan Arda kasih kabar kalau ada klien yang mau ketemu, pamit Kevin."
" Hemm tu kan tadi di suruh ke kantor alasan terus."
" Kay, anak papa yang cantik jangan rewel ya papa kerja dulu,pamit Kevin."
" Hati hati mas, ucap Tesya."
Setelah mengecup kening istri dan anaknya dan mencium tangan mama mertuanya Kevin berangkat ke kantor.
" Sebahagia ini aku punya istri anak dan mertua yang baik, kata Kevin dalam hati."