I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
146# BAB 146



Mereka ngobrol sampai malam, demi kelangsungan bisnis mereka nanti. Keputusanpun bulat, Laras tak jadi menjual toko tersebut tetapi ia mempercayakan semuanya kepada Kevin dan istri, di bantu karyawan yang lainnya.


" Maaf ya teman teman kalian pulangnya jadi larut gara gara harus metting dulu, kata Laras."


" Ga papa mbak demi kebaikan bersama, kata salah satu karyawannya."


" Oke pokoknya saya minta kerja samanya dan saya juga berharap walaupun saya ga di sini dan di gantikan sama pak Kevin dan istri kalian tetap bekerja seperti biasanya. Saya ga mau kalau reputsasi toko ini hancur. Satu lagi mulai besok kalian akan mendapat jatah makan siang dari sini dan uang makan tetap ada kok."


" Baik mbak jawab mereka bersamaan."


" Kalau ada apa apa kalian bisa kok hubungi Joko sebagai wakil Laras di sini atau bisa hubungi saya sama istri, tambah Kevin."


" Terima kasih atas waktunya dan saya mohon bimbingannya, kata Tesya."


Urusan hari ini selesai, mereka semua pulang untuk istirahat. Kevin dan Tesyapun kembali ke hotel.


" Kay sayang, jangan rewel ya malam ini mama capek sekali, kata Tesya sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang."


" Kerja samanya ya anak papa yang cantik, jujur nih papa sudah ga bisa melek lagi karena ngantuk berat, ucap Kevin lalu terlelap."


Tapi malam ini keberungan Kevin sama Tesya, Kay hanya ke bangun sekali dan langsung tidur lagi.


Setengah lima pagi, Kevin dan keluarga pergi ke salah satu tempat di sana untuk melihat sunrice.


" Semoga keburu ya sayang,lihat sunricenya."


" Iya mas, dari dulu pengen banget tapi ga pernah kesampaian soalnya kesiangan terus."


" Berdoa saja semoga kali ini bisa, kata Kevin sambil melajukan kuda besinya."


Pukul 5.15 pagi, Kevin berdampingan dengan Tesya sementara Kay, ada di panggkuan papanya. Seberkas cahaya jingga tampak membentang di ufuk timur.


" Akhirnya setelah sekian lama ingin melihatmu terbit dari Jogja kesampaian juga, kata Tesya."


" Habis ini mau kemana lagi, tanya Kevin?"


" Jalan jalan lihat satwa, biar Kay tahu realnya ga cuma sekedar gambar."


" Oke siap anak papa yang cantik, kita balik ke hotel terus siap siap dech kita jalan jalan lagi. Seneng ga anak papa di ajak jalan."


Kay menjawab dengan senyuman dan teriakan khas bayinya.


Kriinggg Kringggg Kriingg


" Hallo ada apa Da, gangguin orang liburan saja."


" Ya habis ini klien kamu nyebelin banget, besok siang bisa ga bisa harus ketemu sama kamu, mau bahas ga tahu tadi apa aku lupa. Pokoknya besok jam makan siang kamu harus sudah ada di kantor. Oh iya soal desain kemarin dia maunya tetap Intan Tesya dan Lia yang kerjakan."


" Ihhh gila, baru berangkat liburan kemarin dan besok pagi harus balik lagi, sumpah ga lucu. Emang kamu ga bilang sama dia kalau aku lagi keluar kota?"


" Udah Vin, tapi dia maunya ketemu sama kamu. Aku suruh ganti hari ga mau soalnya ada waktunya besok."


" Iya udah besok subuh aku langsung pulang ,satu lagi kamu hubungi Lia biar besok ke kantor sekalian ajak Intan. Rencana liburanku gagal total, teriak Kevin pada Arda."


" Udah sana tidur, biar besok bisa bangun pagi, ujar Arda lalu menekan tombol merah pada handphonenya."


" Ada apa mas kok teriak teriak kedengeran sampai kamar mandi, tanya Tesya?"


" Langsung packing ya sayang, maaf liburannya ke ganggu lagi sama kerjaan."


" Loh, mau pulang sekarang, tanyanya keheranan?"


" Besok subuh sayang, tadi Arda kasih kabar kalau ada klien yang bisa ga bisa harus ketemu sama aku, terus klien dulu yang suka sama kamu itu bilang sama Arda kalau mau order lagi tapi yang bikin nyebelin harus kamu dulu."


" Yahhh liburan tersingkat yang kumiliki, tapi ga papalah mas,lagian kemarin mas juga sudah cerita sama aku kalau pak Arda butuh bonus itu. Semoga lain kali bisa ada waktu buat liburan lagi."


" Makasih ya sayang atas pengertiannya, kata Kevin lalu mencium pipi istrinya."


Keduanya langsung mengemasi barang barang mereka, agar besok pagi bisa langsung berangkat.


" Aduh mas, pesenan kak Sita belum dapat gimana dong ,teriak Tesya."


" Kelupaan, keluar bentar yuk tapi Kay tidur kasihan kalau di ajak sudah malam juga."


" Ya udah mas di sini saja temani Kay biar aku keluar bentar buat nyari, kasihan nanti kalau anaknya ileran gara gara kita kelupaan."


" Hati hati ya sayang,pesan Kevin."


Dengan gesit Tesya mengambil tas dan langsung keluar hotel.