I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
158 # BAB 158



Pagi ini semua kembali kerutinitasnya masing masing, bedanya sekarang Tesya masih libur ga ada kerjaan sama seperti kemarin. Ia bisa full sama Kay dan bisa full perhatikan suaminya.


" Mas kok belum bangun, hari ini ga kekantor?"


" Lima menit lagi ya sayang, masih ngantuk nih habis semalam sampai larut nontonnya."


" Hemmm, udah buruan bangun nanti kesiangan loh. Oh iya mas bukannya hari ini kita mau ke kantor polisi buat urus masalah Fanny ya."


" Oh iya mas lupa, ya udah mas siap siap dulu. Nanti Kay titip saja dulu ke Dita, kasihan kalau harus di ajak."


Semua yang di perlukan siap, Tesya dan Kevin langsung tancap gas menuju ke kantor polisi.


" Selamat pagi pak Kevin dan istri," kata kuasa hukum keluarganya.


" Selamat pagi pak, bagaimana kelajutan kasus Fanny?"


" Sama seperti kemarin pak, keluarganya minta bapak untuk mencabut laporannya."


" Sudah aku duga, tapi semua bukti sudah ada sama bapakkan?"


" Sudah pak, lusa sidang perdana akan di lakukan. Saya mohon bapak sama ibu bisa datang,"ujarnya.


" Saya usahakan untuk datang pak."


" Oh iya bapak sudah di tunggu di dalam kata penyelidik ada yang mau di sampaikan."


" Terima kasih pak," jawab Kevin lalu berjalan menuju ke dalam di temani sang istri.


Tepat jam makan siang, urusan Fanny sudah selesai tinggal menuju sidang. Kevin dan Tesya langsung menuju ke kantor soalnya keduanya harus meeting dengan klien.


" Lega aku mas."


" Mas juga, kalau ga di kasih efek jera dia bisa melakukannya lagi lagi dan lagi. Kita juga ga tahu di luar sana ada banyak orang yang seperti Fanny. Tapi kalau sekarang kita buat jera, yang lain juga pasti ga berani."


" Beruntungnya aku punya kamu mas."


" Ya beruntunglah, mana sudah tampan, tajir melintir, ga sombong, baik hati."


" Tapi sayang sikapnya dingin kaya es batu," sambung Tesya.


" Masa sih, kalau mas dingin kaya es kok kamu cinta?"


" Habis di paksa sih," jawab Tesya lalu berlari menuju ke ruangan suaminya.


" Di paksa gimana, kamu ada ada saja deh," kata Kevin sambil menyusul istrinya.


" Kalau ga di paksa mana mau aku sama kamu mas, kan waktu itu aku masih kepengen jalan jalan, kerja,seneng seneng sama teman teman, buka usaha eh di paksa nikah sama om om," kata Tesya.


" Om om gimana, aku masih muda tahu cuma selisih sedikit juga sama kamu. Tapi sekarang cintakan takutkan kalau aku sama yang lain," goda Kevin.


" Ya cinta dong, kalau ga cinta mana bisa ada Kay sekarang."


" Biar makin cinta Kay buatin adek ya," goda Kevin lagi.


" Ga mau, Kay biar gede dulu."


" Mau dong ya ya ya," kata Kevin lalu memeluk tubuh istrinya.


" Mas," teriak Tesya.


" Apa sih sayang, jangan teriak teriak nanti ada yang dengar," kata Kevin yang tambah mempererat pelukannya.


Wajah keduanya semakin dekat, mata mereka saling beradu. Tapi ketika Kevin hendak mendaratkan bibirnya pintu ruangannya tiba tiba terbuka.


" Hemmm masih kurang bermesraanya di rumah, ingat bos ini kantor kalau mau ehem ehem tuh tirai di tutup dulu biar ga di lihat tuh sama bawahan. Untung yang tadi yang lihat aku kalau yang lain jadi tontonan bos."


" Ah kamu Da gangguin saja lagi mau asik tahu."


" Hemm, udah setengah dua bos bentar lagi meeting."


" Mas sih jadi malu aku sama pak Arda."


" Ya habis kebawa suasana sih mau gimana, lagian dulu pertama kali mas cium kamu juga disinikan."


" Mas ih malu tahu, udah ah sana mas ke ruang meeting aku tunggu di sini."


" Bentarlah masih setengah jam lagi kok, masih bisa manja manjaan sama kamu sambil nostalgia awal kita ketemu dulu."


" Hemmm, pasti ada maunya nih bisa ketebak banget."


" Hehehe tahu saja sih kamu sayang," kata Kevin.


" Nanti kalau di rumah sekarang masih di kantor, apalagi mas mau meeting juga."


" Meetingnya mas tunda ya, biar bisa manja manjaan sama kamu di sini."


" Ihhh kalau gitu aku pulang saja, mas jangan tunda kerjaan dong."


" Iya dech, kamu di sini saja jangan kemana mana. Meetingnya ga lama kok, kalau mau apa apa pesen saja pakai ojol."


" Iya mas, sudah sana buruan kasihan yang nungguin."


Tesya duduk di kursi kerja suaminya lalu menyalakan komputer dan ia mulai melihat film. Beberapa camilan juga sudah ada di atas meja kerja suaminya.


Dertttt derrtttt derttt suara handphone Tesya berdering.


" Hallo Sya ini mama."


" Hallo juga ma, ada apa sih kok kayanya penting gitu?"


" Ini mama, papa sama Tya ada di rumah kamu, lagi main sama Kay. Kamu sama Kevin masih lama pulangnya?"


" Belum tahu ma, ini Tesya masih nunggu mas Kevin selesai meeting baru pulang. Memang ada apa sih ma,ada yang mau di bicarain sama aku sama mas Kevin."


" Sebenarnya ada Sya, tapi kalau ngguin kamu pulang waktunya ga keburu."


" Ada apa sih ma?"


" Siang ini mama sama papa mau berangkat ke Jogja ke rumah eyang, tapi mama mau ajak Kay bolehkan?"


" Aduh gimana ya ma, coba tanya sama mas Kevin dulu, aku ga berani kasih keputusan. Emang kenapa sih ma harus ajak Kay?"


" Ya nanti mama coba ijin sama Kevin, eyang kamu itu kepengen ketemu sama cucu buyutnya. Kamu kemarin me Jogja kan ga sempat mampir."


" Sudah ya Sya, mama mau telpon Kevin dulu semoga di perbolehkan. Mama disana juga cuma sebentar kok besok sore juga sudah pulang."


" Iya mama coba telpon mas Kevin saja."


Di ruangan meeting handphone Kevin berdering.


" Maaf semuanya saya angkat telpon dulu,"kata Kevin.


" Hallo Kevin,"sapa mama mertuanya.


" Hallo ada apa ma?"


" Vin mama ajak Kay ke Jogja boleh ya, ini eyang buyutnya kepengen ketemu sama Kay. Cuma dua hari kok Vin besok sore mama sudah pulang lagi. Kasihan eyang buyutnya mau kesini sudah ga kuat kalau perjalanan jauh. Kalau kamu sama Tesya longgar ga ada kerjaan bisa nyusul kok."


" Kalau aku sih ga papa selama Kaynya ga rewel, tapi mama sudah bilang belum sama Tesya?"


" Sudah kok, tadi tesya bilang suruh tanya sama kamu. Katanya kalau kamu boleh dia juga ijinin."


" Besok kalau memang ga ada kerjaan yang mendesak aku sama Tesya susul ke Jogja, tapi kalau Tesyanya mau sih."


" Iya udah kalau kamu sama Tesya ijinin mama packing keperluan Kay ya. Udah mepet nih sama jadwal keretanya," jelas mama mertuanya.


" Hati hati ya ma, salam buat semua yang ada di Jogja," kata Kevin lalu mematikan handphonennya dan melanjutkan lagi meetingnya.