I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
83# BAB 83



 


Keesokan paginya mereka masih berada di Jogja, mumpung ada disana mereka sekalian jalan jalan. Belanja macam macam pernak pernik khas Jogja yang tak ketinggalan jelas kulinernya.


 


Hari ini mereka memutuskan untuk ke pabrik batik langganan keluarga Kevin. Lia dan Intan begitu bersemangat melihat motif batik yang di pajang disana.


 


" Aduhhh rencana mau irit bisa pupus nih, kata Lia sambil memasukkan beberapa potong kain ke dalam keranjang."


" Iya nih dapat bonus langsung lewat, ini benar benar memanjakan hati dan mata, tapi menguras kantong,imbuh Intan."


" Lagian kalian ini beli kain kok maruk gitu, mau buat apaan, seru Tesya."


 


" Sayang Sya udah sampai sini kalau ga beli, kan bentar lagi lebaran bisa kan buat seragam sama keluarga, jelas Lia."


" Ya udah lanjutin belanjanya aku mau ngecek punya bang Vano dulu, kata Tesya sambil berjalan meningggalkan ke dua sahabatnya yang masih asik dengan belanja."


Sedang Kevin dan Arda menata bagasi biar bisa muat untuk menata semua barang bawaannya.


 


Puluhan gulung kain tampak sudah di tata rapi sama pemilik pabrik tinggal menunggu di ambil pemesannya. Vano tak hanya memesan kain batik terapi ada beberapa jenis lain seperti tile, brokade, bahkan sutra pun ada.


" Ini mas punya pak Vano, ini yag gulungan yang ini udah potongan 2 meteran. Kalau yang khusus buat keluarga masih di dalam mas belum saya bawa ke sini, jelas salah seorang pegawai."


" Gila ni bang Vano , siapa aja yang mau di kasih sampai pesan segini banyak, seru Kevin ketika melihat gulungan kain yang sudah di siapkan."


 


" Semua karyawan dapat kali mas, kata Tesya yang tak kalah kaget."


" Oh iya mas, ini belum semua kok kemarin mas Vano sudah pesan lagi, sambung pegawai tadi."


 


"Iya mas, kalau begitu tolong bantu masukan ke mobil ya, ujar Kevin sambil mencoba menghubungi abangnya."


" Gila lu bang, beli segini banyak. Elu mau nikah apa mau buka toko kain, omel Kevin lewat telepon."


" Hahahaaha, Vano hanya tertawa sambil membayangkan wajah Kevin yang kesal karena ia kerjai."


Bahkan Tesya sendiri juga tergiur untuk membeli beberapa gulung buat karyawannya.


Ketika semua sudah selesai belanja dan bersiap buat pulang, mereka terkejut melihat barang belanjaan mereka yang semuanya berupa kain.


" Ya habis motif batiknya membuat aku tergoda , jawab Tesya."


" Karena mobil udah penuh barang bawaan habis dari sini ga mampir mampir lagi kecuali makan , seru Arda."


" Kalau tempatmu ga muat Lia biar pindah ke mobilku, kata Kevin yang kasian melihat Lia jadi obat nyamuk buat Arda dan Intan."


 


" Siap bos kata Lia kegirangan, lalu secepat kilat ia menjatuhkan tubuhnya ke jok mobil."


Sepanjang perjaanan pulang Tesya bercerita dengan Lia dan Kevin,sementara Arda dan Intan yang berbeda mobil asik dengan dunia mereka sendiri.


 


 


" Untung pak Kevin ijinin aku pindah kesini kalau ga bakal jadi obat nyamuk sepanjang perjalanan."


 


" Ya maklumlah Li, mereka kan baru kasmaran jadi dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak, kata Tesya sambil tertawa."


" Kok mereka kayanya ada yang di sembunyiin ya, sambung Lia."


 


" Masa sih Li, emang ada yang berubah ya sama mereka selama aku liburan,tanya Tesya?"


 


" Besok kalau kamu main ke kantor pasti tahu Sya, susah kalau di jelasin."


 


" Oke, kalau ada waktu aku main kesana, tapi kan mereka tahunya aku udah keluar gimana dong."


 


"Tinggal berangkat bareng sama mas, terus langsung masuk keruangan kan aman, ujar Kevin."


" Tuh kan ga usah pusing pusing Sya, orang kantor punya suami sendiri kok, kata Lia."