
Setelah mengantar suaminya berangkat ke kantor, Tesya madih sibuk di dapur.
" Loh Sya, katanya kamu mau jalan kok masih sibuk di dapur sudah sana siap siap. Oh iya sebelum kamu jalan antar eyang ke rumah mama kamu ya."
" Iya eyang, Tesya ke Dita sebentar ya."
TOKO KUE
" Dit siang ini kamu ada jadwal kuliah ga?" tanya Tesya.
" Hari ini ga ada mbak , ada apa ya?"
" Kamu bisa temani mbak ke salon ga?"
" Bisa mbak."
" Kalau gitu kamu siap siap dulu nanti mbak tunggu di ruang tamu."
" Baik mbak."
Tepat pukul 09.30 pagi Tesya Dita dan eyang keluar rumah. Sementara di kantor Kevin, ia malah asik main sama Kay dari pada kerja.
" Wih tumben nih keponakan om yang cantik ikut ke kantor?" tany Arda.
" Mamanya baru nyalon, ya ga papalah kasih waktu istrinya buat me time. Gimana persiapan pernikahan kamu sama Intan?"
" Alhamdulillah udah selesai tinggal nunggu hari H nya, ini aku mau ajuin cuti."
" Ga ada undangan nih buat bosnya?"
" Ga perlu undangan, ini aku mau undang saja secara lisan. Lagian aku juga ga adakan pesta kok cuma syukuran saja. Vin aku cuti seminggu ya, biar bisa honeymoon."
" Iya tenang saja, nanti kalau kamu sudah selesai cuti gantian aku mau kosongin jadwal selama seminggu."
" Waduh ada apa nih?"
" Mau honeymoon jugalah, ini kamu nikahannya kapan?"
" Hari senin bos, minggu depan."
" Datang ya ajak semuanya, kalian itu bagian dari perjalanan cintaku sama Intan."
" Siap."
" Tadi pagi katanya ajak saudaranya Tesya mana kok ga kelihatan disini?"
" Lagi di ajak keliling sama HRD,katanya mau milih kerjaan yang cocok sama dia. Padahal lulusan luar negeri tapi kalau kerja di tempatkan sama bidang yang ia pelajari ga mau anehkan."
" Berati nanti dia tinggal sama kamu dong?
" Ya iyalah, orang eyangnya Tesya juga ikut kok kesini. Katanya bosen di rumah terus kepingin jalan jalan ya udah pas aku sama Tesya kesana aku ajak saja kesini biar buat teman Tesya di rumah kalau aku tinggal kerja."
" Buatin Kay adik biar Tesya ga kesepian."
" Maunya aku gitu Da,tapi Tesyanya ga mau nunggu Kay besar dulu katanya. Mana dia ikut progam KB lagi, padahal ga ikut juga ga papa."
" Huu dasar, Intan juga ikut KB kok. Lagian kalau ga kasihan tahu Vin."
" Da cari makan sana sekalian belikan buat kakaknya Tesya nanti taruh saja di ruang metting. Oh iya buat Kay sekalian ya."
" Oke."
Salon Langganan Tesya
Tesya dan Dita sedang menikmati semua layangan yang ada di salon itu. Tepat jam makan siang Tesya dan Dita keluar dari salon itu.
" Makasih ya mbak sudah buat aku jadi cantik," kata Dita.
" Sama sama Di, oh iya habis ini kita ke mall ya makan siang terus kita belanja," ajak Tesya.
" Tapi mbak."
" Da ada tapi tapian pokoknya kamu ikut saja," ujar Tesya.
Hari ini Tesya benar benar memanjakan Dita, itu cara Tesya berterima kasih karena perjuangan Dita memasarkan kue kuenya.
" Mbak ini kebanyakan, baju Dita itu sudah banyak banget mbak."
" Udah pokoknya ga boleh nolak ."
Pukul 16.00 Dita dan Tesya sampai di rumah.
" Assalamualaikum," salam Tesya.
" Waalaikumsalam," jawab seseorang dari dalam.
Ternyata Kevin, Rama sama eyang sudah ada di rumah.
" Loh mas kok sudah pulang?" tanya Tesya.
" Iya ga ada kerjaan juga, sekalian tadi jemput eyang di rumah mama. Gimana me timenya seneng ga?"
" Seneng dong, lihat penampilan Dita sekarang cantik ga?"
" Masyallah, eyang sampai pangling lihat penampilan Dita."
" Cantik ya eyang."
" Cantik sekali, wah kalau gini bisa jadi rebutan teman teman kampusnya."
" Oh ga bisa," kata Rama spontan.
" Apanya yang ga bisa kak?" tanya Kevin.
" Bukan apa apa, udah aku mau ke kamar dulu."
" Mas aku bersih bersih dulu ya, terus mau lihat Kay juga kangen seharian ga main sama dia."
" Ayo mas bantu bawa belanjaannya."
" Eyang, aku sama mas Kevin ke kamar dulu ya," pamit Tesya.
" Iya, eyang mau ke toko kue kamu boleh ya."
" Boleh eyang, nanti biar di temani bi Mun."
" Ga usah eyang bisa sendiri, kalau kamu sudah mandi bisakan nyusul kesana ajak Kevin sekalian ya. Ada yang eyang mau bicarakan sama kalian."
" Baik eyang."
Setelah mandi Kevin dan Tesya menemui eyangnya di toko roti.
" Ada apa sih eyang kok kayanya ada yang penting?" tanya Tesya.
" Eyang cuma mau tanya, apa kedudukan Dita di toko ini?"
" Kalau sekarang sama sekali belum aku kasih jabatan eyang, soalnya Dita masih kuliah juga takutnya terbebani."
" Ya jangan begitulah, kalau kalian sudah percaya sama dia kasihlah tanggung jawab. Kalian bisa kok angkat dia jadi manager pemasaran. Eyang lihat dia sangat gigih dalam bekerja. Semangatnya juga luar biasa apa lagi pas eyang lihat di media sosialnya. Cara dia memasarkan produk kamu sangat menarik."
" Gimana menurutmu mas?"
" Kalau mas sih terserah kamu sayang, kan itu toko punya kamu."
" Aku setuju sama saran dari eyang, besok aku suruh orang buat tata ulang ruangan ini."
" Kamu buat sruktur kepemimpinan yang bagus, kalau masmu ga mau kerja di kantor Kevin ya kamu suruh saja dia kerja di toko roti. Aku dengar dari mamamu katanya kamu mau buka cabang di beberapa daerah."
" Makasih eyang buat idenya, ga salah aku ajak eyang kesini."
" Walaupun sudah tua gini eyang pengalaman, kalau eyang ga kerja itu perusahaan papamu pakdhe pakhemu sama om kamu juga ga bakal berdiri."
" Besok pagi kalian kumpulkan semua karyawan eyang bantu seleksi semuanya."
" Eyang keren sumpah, bisa nih Kevin ajak ke kantor buat kasih wejangan karyawan Kevin yang suka seenaknya sendiri."
" Halah kamu itu apa Vin Vin, kamu bosnya kok mau minta tolong sama eyang."
" Ya siapa tahu kalau eyang yang ngasih tahu sama mereka bisa lebih patuh gitu."
" Ga ada, kamu urus sendiri kantor kamu. Udah eyang mau balik ke rumah."
Sementara itu didalam kamar Rama berpikir lagi soal ucapannya.
" Lah kok aku bisa bilang kaya gitu ya, apa iya aku suka sama Dita. Ah kita juga baru kenal masa udah suka saja, ga lucu kayanya. Tapi anaknya memang cantik sih mana baik banget lagi. Kalau ngobrol sama dia nyambung banget padahal usia kita terpaut jauh. Dekat sama dia itu nyaman banget rasanya. Eh bentar bentar ini kayanya aku beneran jatuh cinta sama Dita, tapi. Auah pikir nanti saja," katanya.