I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
46 # BAB 46



 


Jam menunjukkan pukul 02.30 undangan belum selesai di tulis. Mata Tesya sudah ga mampu menahan kantuknya. Sedangakan Kevin sudah terlebih dulu memejamkan mata.Dia tidur bersandar sofa, kini Tesya pun ikut memejamkan matanya di karpet.


Pagi harinya pak Bayu terkejut melihat Tesya dan Kevin tertidur di ruang keluarga.


" Sya bangun udah siang,kata pak Bayu membangunkan putrinya."


"Jam berapa pa,tanya Tesya?"


" Jam 5 buruan bangun langsung mandi,ujar pak Bayu."


Kemudian Bayu gantian membangunkan Kevin yang tidur di dekat sofa.


" Ayo Vin bangun sudah siang ,katanya."


" Eh iya pa,maaf semalam ketiduran disini. Soalnya mau pulang mata udah lengket."


" Iya gapapa,kalau mau mandi nanti biar Tesya ambilkan baju papa."


" Iya pa ,maaf ngrepotin."


" Ga ada yang di repotin."


 


Semuanya telah siap dan berkumpul di meja makan. Beberapa makanan tampak tersaji disana. Selesai makan Tesya memasukan kopernya kedalam mobil dan beberapa perlengakapan yang lainnya di bantu Kevin.


" Pa ma nanti Tesya langsung berangkat dari kantor. Soalnya kalau bolak balik capek,kata Tesya berpamitan kepada kedua orang tuanya."


" Iya hati hati, nanti papa mama sama Tya,berangkat agak sore nunggu Tya pulang sekolah,kata Bayu."


Kantor Kevin masih sepi, Tesya agak santai jalan bareng dengan Kevin menuju ruangan masing masing.


 


" Wih berangkat pagi mau pindah tidur non,kata Intan yang melihat Tesya tidur di mejanya."


" Stttt jangan berisik aku ngantuk berat nih Tan, tidur bentar ya. Ntar kalau udah jam kerja bangunin."


" Yang satu tidur yang satu datang matanya kaya panda,kata Intan kesal begitu melihat Lia juga pasang tampang ngantuk."


" Tesya kenapa kok malah tidur,tanya Lia "


" Ga tahu tadi aku sampai dia sudah tidur sakit mungkin,jawab Intan."


" Bangunin gih bentar lagi jam setengah delapan, tumben sampai tepar gitu."


" Sya bangun udah siang cuci muka sana, ujar Intan."


 


" Iya semalam lembur nulis undangan, lihat nih mata udah kaya panda. Pengen tidur lagi rasanya."


 


" Undangan, teriak Lia dan Intan bersamaan."


" Elu mau nikah,tanya Intan penasaran."


" Nih undangan buat kalian dan nitip nih buat tante sama om,jelas Tesya."


 


" Kirain elu mau kawin,ledek Lia sambil memabaca isi undangan."


" Ga lah masa mendadak, mikir nih undangan aja udah bikin begadang semalaman."


" Emang berapa ratus undangannya,kok sampai ga tidur gitu, kata Intan."


" Teman papa mama ada 250 orang sedangkan punyaku 75 orang. Mana harus selesai semalam juga soalnya hari ini mau di bawa sama papa ke Solo."


 


" Eh iya Li, gimana malam pertamanya, tanya Intan kepo."


" Dasar Intan yang di tanya begituan, ga sadar disini ada anak di bawah umur,ledek Tesya."


" Dibawah umur dari Hongkong orang sudah 23 tahun, lagian kamu harus tahu hal hal kaya gitu biar nanti ga kagok pas punya suami,kata Intan nyerocos kaya orang paling ngerti."


" Jangan jangan kamu belum pernah kiss,tambah Lia."


" Emang belum pernah, aneh ya. Tesya binggung karena dia memang belum pernah nglakuin kaya gitu. Nyentuh tangan laki laki juga baru Kevin sama papanya."


" Cewek kaya gini harus di lesatriin,sudah jarang di temui. Nanti yang suamimu laki laki beruntung soalnya kamu masih benar benar di segel,seru Intan."


" Ihhh kalian malah bahas gituan, eh iya hari ini aku setengah hari loh soalnya mau ke Solo ada acara keluarga lagi,jelas Tesya."


 


" Oleh oleh ya Sya, kata Intan semangat."


" Iya dech mau apa kamu nanti tinggal Whatsapp ya."