I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
62# BAB 62



 


Habis istirahat kantor Kevin sama Arda keluar buat memesan sesuatu.


 


"Vin nanti bilangin ke Tesya ya buat atur waktu,ucap Arda."


" Siap, apapun yang kamu mau akan aku lakukan,kata Kevin sambil tertawa."


Tesya sedang asik mendesain tiba tiba handphonenya berbunyi.


 


" Hallo mas , ada apa?


" Hallo sayang nie mas nganter Arda cari cincin buat Intan, kamu atur waktu ya biar Intan bisa jalan sama Arda."


 


" Iya mas,nanti aku susun rencana dulu sama Lia "


 


" Tumben sepi, Intan sama Lia kemana?"


" Lia baru ambil kertas kalau Intan ke kamar mandi."


" Mas kalau balik lagi ke kantor beliin burger ya, tiba tiba pengen nih,seru Tesya."


"Iya sayang nanti mas belikan, mau berapa?"


 


" 2 ya mas tapi yang double beefnya, ujar Tesya."


" Hemm iya sayang, udah dulu ya nie Arda udah selesai kok."


" Iya mas, hati hati di jalan,kata Tesya dan menutup panggilannya."


Saat Lia sudah kebali Tesya buru buru menghampirinya.


" Lia weekend depan mau kemana,tanya Tesya."


" Belum tahu sih emang kenapa Sya."


Tesya membisikan sesuatu ke telinga Lia soal rencananya.


" Sipp, di usahahan ada waktu, kata Lia setuju."


" Oke besok kita bahas lagi kalau aku udah dapat info dari pak Arda ."


Keduanya lantas tertawa bahagia.


" Tadi ngajak pulang cepet cepet kok dari tadi masih santai di situ, omel Intan."


" Sabar bu, goda Tesya."


Di parkiran Intan dan Lia pulang duluan,sedangkan Tesya masih menunggu Kevin keluar.


Begitu melihat Kevin keluar Tesya langsung berhambur ke pelukannnya.


" Hemmm mulai nih manjanya, ga bisa jauh jauh ya dari suamimu yang tampan ini, goda Kevin."


" Iya nih bawaannya pengen nempel terus, si dedeknya anak papa,jawab Tesya."


" Yakin si dedek yang pengen nempel bukan mamanya,goda Kevin lagi."


" Dua duanya, pulang yuk mas pengen cepet cepet rebahan,ajak Tesya."


 


Pukul 21.00 Kevin dan Tesya bersiap untuk tidur. Kevin memeluk Tesya dari belakang sambil mengusap perut istrinya itu.


 


" Mas kayanya q mau keluar aja dech dari kantor,ucap Tesya."


" Kenapa?"


 


 


" Kalau menurut mas sih terserah kamu enaknya gimana, Mas ga bakalan paksa kok,jelas Kevin."


 


Lama lama tangan Kevin kemana membuat Tesya kegelian.


" Mas, kata Tesya sambil memegang tangan suaminya."


" Sekali ya, mas kangen,ucap Kevin memelas."


 


" Iya dech."


 


 


Akhirnya terjadi lagi, untuk ke sekian kalinya.


Pagi Harinya.


 


" Bangun mas, sudah siang, kata Tesya yang kaget lihat matahari udah masuk ke ruangan kamarnya."


" Jam berapa sayang,tanya Kevin sambil perlahan membuka matanya."


 


" Jam 6 mas, ayo buruan ,ujar Tesya."


 


Mereka buru buru sampai ga sempat sarapan. Gara gara pertempuran semalam ia kesianga.


 


" Mas ke supermarket sebentar aku lupa ga bawa susu, kata Tesya."


" Iya ,sekalian beli sarapan ,ujar Kevin."


Sementara itu di kantor Intan dan Lia sedang merapikan meja kerjanya. Keduanya yang kini datang tiap hari bersamaan ga sadar kalau Tesya belum datang.


" Eh iya Li ngomong ngomong kok kaya ada yang kurang apaan ya, tanya Intan?"


" Bukan apaan Tan tapi siapa?"


 


" Oh iya Tesya mana nih udah jam segini belum datang juga ,bisa kena omel kalau sampai telat."


Tak berapa lama Kevin tampak memasuki ruangannya, Intan dan Lia saling pandang. Tesya juga tampak lari lari kecil di belakangnya.


 


" Kesiangan lagi,tanya Intan dan Lia bersamaan?


" Iya,pak Kevin udah datang belum,tanya Tesya."


" Udah baru aja masuk ,jawab Lia."


" Waduh alamat nih ,ucap Tesya."


Lima menit kemudian Arda tampak datang mencari Tesya.


" Sya di suruh ke ruangan pak Kevin, ujarnya."


" Iya."


Kedua temannya memberikan semangat buat Tesya. Padahal ia di panggil buat sarapan karena tadi belum sempat.