I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
85 # BAB 85



 


Keesokan harinya Kevin masih bermalas malasan di atas ranjang. Sesekali menggoda istrinya yang masih terlelap. Ia memainkan ujung rambutnya berharap ia cepat membuka mata.


 


" Sayang bangun dong jalan yuk , bisik Kevin di telinga Tesya."


 


" Ah mas gangguin aja, kata Tesya sambil menarik lagi selimutnya."


" Ayolah sayang, bujuk Kevin yang ikut masuh ke dalam selimut."


 


" Lima menit lagi ya mas, mata aku masih belum bisa melek."


Karena gemas dari tadi di cuekin terus, akhirnya ia mencium bibir mungil istrinya.


 


" Mas, ihh di bilang lima menit lagi juga kata Tesya kesal."


" Sttt ga boleh marah marah sama suaminya, kata Kevin dan langsung mencium bibir Tesya untuk menghentikan omelannya."


Akhirnya ritual pagipun di lakukan setelah beberapa minggu Kevin puasa.


 


Setelah mandi Tesya tampak mengeringkan rambutnya di meja rias sambil menunggu Kevin selesai mandi.


" Hari ini ke kantor mas, tanya Tesya ketika melihat Kevin keluar dari kamar mandi."


" Sepertinya tidak, mas mau temani kamu buat nata ulang toko kue. Lagian mas kan udah janji bakal kerja dari rumah."


" Jangan gitulah mas, di perusahaan mas lebih di butuhkan."


" Ya udah nanti kalau toko kamu udah resmi buka mas bakal ke kantor."


 


Keduanya keluar dari kamar Tesya langsung menuju ke dapur sementara Kevin ke gazebo belakang.


 


Tiba tiba tukang kebunnya datang mengejutkan Kevin.


" Pagi mas, sapanya."


" Sebenarnya saya ga enak bilangnya pak, tapi kalau tidak kok rasanya ada yang mengganjal di hati saya."


" Sudah bilang saja jangan sungkan, kalau memang ada yang membuat bapak tidak nyaman tinggal bilang sama saya kalau ga sama Tesya."


" Jadi begini mas, anak saya kan udah lulus sekolah dia pengen banget bisa kuliah kaya teman temannya tapi dengan keadaan saya yang seperti ini jelas tidak mampu buat membiayainya. Gimana kalau anak saya kuliah sambil kerja di toko kue mbak Tesya mas, biar bisa bantu biaya masuk kuliah."


 


" Soal biaya masuk bapak ga usah khawatir nanti saya bantu dan kalau mau kerja di toko Tesya bapak bicara langsung sama dia."


" Terima kasih mas, tapi ada satu lagi yang menggajal hati saya. Kemarin pas mas sama mbak Tesya liburan teman mas yang tidur disini selalu pulang sama seorang perempuan mas tapi saya kurang paham dia siapa, jelasnya."


 


" Yang bapak maksud Arda?"


" Iya mas, beberapa kali saya ketemu dia mengajak seorang perempuan datang ke sini, tapi kalau pagi pas saya datang perempuan tadi udah ga ada mas, sambungnya."


" Terima kasih ya pak buat infonya kalau ada apa apa lagi jangan sungkan pokoknya. Kalau begitu saya masuk dulu ya pak, pamit Kevin yang langsung bergegas masuk buat mengecek cctv di ruang kerjanya."


 


Kevin berjalan terburu buru setelah mendengar info dari tukang kebunnya sampai tidak menyapa istrinya yang sedang berada di dapur. Melihat ada yang aneh sama suaminya Tesya langsung mengikutinya.


" Mas kenapa ya kok jalannya buru buru gitu, batin Tesya."


Setibanya Kevin di ruang kerjanya ia mulai mengecek cctv beberapa hari yang lalu. Deg hatinya keget begitu melihat apa yang di lakukan Arda di rumahnya.


Tesya yang sudah berdiri di belakangnya pub tak kalah kaget dengan apa yang ia lihat.


"Massyaallah mas, apa yang mereka lakukan teriak Tesya."


" Sayang, kata Kevin yang baru sadar kalau Tesya ada di belakangnya."


" Ya allah mas kenapa mereka berbuat seperti itu, tanya Tesya."


" Aku juga ga tahu sayang, besok kalau ke kantor mas mau tanya sama Arda. "


" Iya mas biar jelas semuanya, eh iya mas bantuin masak yuk hari ini kan masih lanjutin kerjaan yang kemarin."


" Boleh sayang ayo, kata Kevin bersemangat."