
Entah sudah berapa lama mengarungi samudra menerjang ombak yang ganas, akhirnya rombongan Tigor pun sampai di pelabuhan Victoria Hongkong.
Untuk menghindari pemeriksaan di Victoria harbour, Nakhoda yang sudah sangat memahami tentang seluk beluk di pelabuhan itu sengaja membawa Tigor dan rombongannya mendarat di kawasan pantai Tsim sha Tsui.
Setelah itu, baru menelepon Martin di Kota Tasik putri dan memberikan lokasi spesifik agar Martin bisa menelepon mitra bisnis nya yang berada di Hongkong untuk segera menjemput Tigor dan rombongannya di lokasi yang sudah diberikan kepada Martin tadi.
Tidak berapa lama kemudian, tampak iring-iringan mobil sedan menunggu di jalan menuju ke pantai dan kini dari mobil yang paling tengah, keluar dua orang lelaki setengah baya menghampiri Tigor dan rombongannya.
"Selamat sore. Apakah anda yang bernama Tigor yang datang dari kota Tasik putri?" Tanya seorang lelaki berkepala botak.
Mendengar bahwa lelaki itu lancar berbahasa Indonesia, Tigor pun teringat bahwa Martin pernah berkata bahwa rekan bisnisnya akan membawa penerjemah mendampinginya demi kelancaran komunikasi.
Kebayang kan kalau Tigor dan rombongannya menggunakan bahasa ibunda mereka sedangkan orang Hongkong juga berbicara dalam bahasa ibunda mereka, bisa ngalor ngidul tuh pembahasan.
"Ya benar Pak. Kami adalah utusan Martin dari Kota Tasik putri." Jawab Tigor.
"Baiklah. Selamat datang di negara Hongkong. Perkenalkan. Nama saya Mister Long kang. Dan ini adalah Boss saya dan rekan bisnis Martin. Namanya Mister Ming kang Khang." Kata Lelaki botak itu.
"Oh. Perkenalkan! Teman saja ini bernama Mister Acong. Yang ini bernama Mister Ameng. Yang di kiri saya ini bernama Mister Thai ngam Bhang, dan yang ini bernama Mister Thai Lhin Chong. Sedangkan saya sendiri bernama Mister King no Kong." Kata Tigor sambil memperkenalkan Acong, Ameng, Andra dan Timbul kepada Mister Long Kang dan Mister Ming kang Khang.
"Wah. Sungguh nama-nama yang sulit untuk di ingat. Tapi tidak apa-apa. Saya hanya akan berurusan dengan anda saja. Maaf. Boleh anda ulangi sekali lagi siapa nama anda?" Tanya Mister Long Kang kepada Tigor.
"King no Kong. Anda bisa memanggil saya dengan sebutan Mister King no Kong." Kata Tigor dengan bangga nya. Bahkan sangat bangga sekali walaupun berkali-kali Mister Long Kang mengernyitkan dahi mendengar nama samaran Tigor tadi.
Hal yang sama juga dirasakan oleh dua orang yang mengangkut rombongan Tigor dan kawan-kawannya. Namun mereka hanya diam saja. Toh mereka hanya orang sewaan. Tidak memiliki hak untuk bicara kecuali di pinta.
"Tigor. Kami akan mengamankan speed boat terlebih dahulu. Ketika transaksi mu selesai, kau bisa melapor kepada Martin dan Martin akan menelepon ku untuk menjemput kalian." Kata Nakhoda/sopir speed boat itu kepada Tigor.
"Oh. Silahkan pak. Kami tidak akan lama. Anda jangan terlalu jauh! Nanti kami pulang naik apa? Di sini tidak ada batang pisang yang bisa digunakan sebagai rakit untuk pulang kampung." Kata Tigor becanda.
"Hahaha. Di saat seperti ini kau masih bisa bercanda. Hati-hati Gor. Kau di sini itu ilegal. Malam ini kau jangan berkeliaran. Faham?!"
"Terimakasih Pak. Saya mengerti." Jawab Tigor.
Dengan bantuan dari beberapa anak buah Mister Ming Kang Khang, akhirnya mereka selesai juga memindahkan koper-koper berisi Narkoboi itu kedalam mobil dan langsung tancap gas menuju sebuah lokasi yang Tigor sendiri pun tidak tau apa namanya itu. Karena tulisan di sana sama sekali tidak bisa dibaca oleh Tigor.
Iring-iringan Mobil itu terus melaju dengan kecepatan tinggi dan akhirnya sampai juga di sebuah rumah besar bahkan lebih besar dari rumah milik Martin di Komplek elit Tasik putri.
Begitu mobil itu berhenti di halaman rumah super besar itu, tampak para pengawal berlari-lari membukakan pintu mobil yang ditumpangi oleh Tigor dan tampak mereka begitu sigap mengangkat barang-barang bawaan Tigor dan langsung memasuki sebuah pintu dan begitu Tigor dipersilahkan untuk ikut, ternyata pintu itu menghubungkan ke satu ruangan yang luas dan di sisi kirinya ada pintu rahasia yang langsung membawa mereka ke sebuah ruangan lain tepat nya di bawah tanah.
"Huh.. Benar-benar canggih tempat mereka ini. Aku tidak mengira bahwa dinding yang tadinya sama rata ternyata adalah pintu rahasia." Kata Tigor dalam hati sambil saling pandang dengan Andra.
Setelah semua berada di ruangan itu, entah apa yang dibicarakan oleh mereka, tiba-tiba beberapa orang pengawal langsung meletakkan koper bawaan Tigor di atas meja lalu membukanya.
Kemudian salah seorang dari pengawal itu memberikan pisau kepada Mister Ming kang Khang.
Tigor hanya memperhatikan saja ketika Mister Ming kang Khang menusuk beberpa bungkusan dari koper yang berbeda secara acak lalu mencolek dengan jari telunjuk dan menjilat serbuk putih tersebut.
Entah apa yang di ucapkan oleh Mister Ming kang Khang yang terdengar oleh Tigor hanya Cing cong cing cong saja. Namun terlihat jelas dari wajah Mister Ming Kang Khang bahwa dia terlihat sangat puas.
"Mister Long Khang! Kalau saya boleh tau, apa tadi yang dikatakan oleh boss mu itu?" Tanya Tigor.
"Oh. Dia tadi berkata bahwa barang yang kalian bawa ini adalah barang yang sangat bagus. Bahkan dia sangat jarang mendapatkan barang sebagus ini. Kali ini dia sangat puas dan memuji Martin." Kata Mister Long Kang menjelaskan kepada Tigor arti dari ucapan boss nya tersebut.
Tak berapa lama, Mister Ming kang Khang kembali berkata yang langsung diterjemahkan oleh Mister Long Kang.
"Boss saya berkata, Bahwa dia sangat terkesan dengan barang yang kalian bawa. Dia juga mengatakan bahwa 70 juta Dollar sebagai uang muka sudah di transfer kemarin dan 80 juta Dollar lagi sedang dalam proses transfer. Kalian boleh istirahat dulu di rumah ini. Besok pagi jika kalian ingin berjalan-jalan, dia akan mengajak kalian. Namun jika kalian ingin langsung kembali ke Tasik Putri, dia juga tidak keberatan." Kata Mister Long Kang menerjemahkan ucapan dari Mister Ming kang Khang tadi.
"Oh begitu. Baiklah Mister Long Kang. Katakan kepada Tuan mu itu, bahwa kami tidak boleh terlalu lama di sini. Ini bukan negara kami. Selain tidak ingin merepotkan kalian, kami juga memiliki pekerjaan yang sangat penting di sini." Kata Tigor menolak dengan halus.
Mister Long Kang langsung menerjemahkan apa yang di ucapkan oleh Tigor tadi kepada Mister Ming kang Khang. Namun kali ini sepertinya Mister Ming kang Khang tidak setuju.
Mister Long Kang kembali menghadap ke arah Tigor dan berkata. "Mister King no Kong, boss saya ini menginginkan agar anda bersedia bertahan di sini selama sehari besok. Lusa kalian baru berangkat untuk kembali. Dia secara pribadi akan menelepon Martin untuk meminta izin sekaligus agar Martin tidak mengkhawatirkan kalian." Kata Mister Long Kang.
"Baiklah jika begitu. Kami tidak masalah harus berapa hari berada di sini. Yang penting tugas kami sudah selesai, dan uang nya sudah ditransfer ke rekening Martin." Kata Tigor.
"Kalau masalah itu anda jangan Khawatir Mister King no Kong. Boss saya dan boss anda sudah menjalin kerja sama selama 10 tahun. Anda tenang saja. Semua sudah beres."
"Baiklah. Terimakasih untuk kerja keras anda." Kata Tigor sambil memberikan gestur hormat ala China kepada kedua orang itu.
"Mister King no Kong. Anda mungkin kelelahan di perjalanan tadi. Sekarang mari ikuti saya. Saya akan menunjukkan kamar kalian untuk beristirahat." Kata Mister Long Kang yang segera berlalu dan di ikuti oleh Tigor serta keempat Mister dadakan.