BLACK CAT

BLACK CAT
Bab 10 Pertarungan



*****


"Apa keadaanmu sudah membaik?."


Roren sedikit mengkhawatirkan keadaan Lacky, ia juga tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan Lacky mengapa ia sampai lari ke hutan yang di larang ini. Padahal perjanjian antara kaum lainnya sudah resmi, tidak boleh ada kaum lain memasuki wilayah ini tanpa izin dari pemimpin.


Karena Lacky dari dulu belum pernah di beri tahu larangan-larangan apapun, ayahnya juga ingin memberi tahukan semuanya ketika Lacky sudah menyelesaikan upacara kedewasaannya, jadi ia tidak mengetahui apapun tentang aturan kaumnya sendiri.


Sebab itulah Lacky tidak tahu apapun tentang aturan atau perbatasan wilayahnya. Namun sekarang Lacky juga kehilangan ingatannya dan membuatnya tidak dapat menjelaskan apapun kepada Roren yang sebagai pemimpin kaum kucing oren saat ini.


Karena Roren adalah pemimpin yang baik, ia tidak ingin membiarkan Lacky dalam bahaya sebelum ingatannya kembali pulih kembali. Ia ingin Lacky tinggal di desanya untuk sementara waktu selagi ingatannya masih belum kembali. Ia juga sedikit penasaran mengapa keturunan bangsawan sampai nyasar ke wilayahnya.


--


"Ayah? Siapa yang sedang datang itu? Apakah seseorang yang ingin mencari Lacky?."


Cioren memiliki penciuman yang sangat tajam, ia dapat mencium beberapa mil jauhnya, ia juga mengetahui bahwa orang asing dari tadi itu sudah mengawasi hutan mereka, tempat mereka tinggal. Namun ia tahu bahwa pasukan ayahnya sangatlah banyak dan kuat.


"Iya, tapi aku tidak berani menyerahkan Lacky begitu saja, aku takut mereka bukan orang baik."


"Apa ayah benar-benar yakin?."


Vioren sedikit takut karena baru kali ini tempat mereka di datangi oleh kaum lainnya, semua itu karena Lacky sedang berada di wilayah mereka. Ia juga sebenarnya ingin mengusir Lacky dari desa mereka, ia tidak mau keluarganya nanti dalam bahaya gara-gara Lacky yang bahkan tidak diketahui asal-usulnya.


"Aku sangat yakin! Hawa mereka terlihat tidak begitu baik. Jadi aku takut Lacky sedang di kejar oleh mereka, dan aku juga tahu bahwa Lacky ini adalah keturunan bangsawan jadi mungkin keluarganya juga sedang mencarinya."


"Kita antar kan saja dia ke keluarganya! Kita juga tidak bisa menyembunyikannya seperti ini di dalam desa? Bagaimana jika mereka diam-diam menyerang tempat ini?."


Vioren tetap keras kepala ingin mengusir Lacky dari desa, ia tidak mau keluarganya dalam bahaya, terutama bagi ibunya yang sedang sakit di dalam kamar. Ia bahkan sedikit curiga dengan Lacky apakah ia hilang ingatan atau hanya pura-pura.


"Kakak? Kamu tidak boleh bicara seperti itu di depannya?."


Cioren sedikit tidak enakan melihat kakaknya yang ceplas-ceplos dalam berbicara kepada tamu, ia juga tahu bahwa itu memang yang terbaik bagi desa mereka, namun ia juga tidak tega melihat jika Lacky dalam bahaya saat ini.


"Apa yang tidak boleh? Apakah kamu mau bertanggung jawab jika desa kita di serang oleh seseorang yang sedang mencarinya?."


Vioren terlihat berdiri di ruangan tamu dengan sedikit meninggikan suaranya karena ia sudah tidak tahan menahan amarahnya itu. Baru kali ini ia melihat adiknya membantah pernyataannya hanya karena laki-laki asing.


"Kalian tidak perlu bertengkar! Aku akan pergi dari sini? Aku bisa menjaga keselamatanku sendiri."


Lacky memohon agar Vioren berhenti memarahi adiknya, ia juga sedikit tidak enak jika membuat keluarga mereka dalam bahaya akibat kehadirannya itu. Ia juga masih bingung harus kemana lagi setelah ini, ia juga sudah terlihat meninggalkan mereka dan berjalan keluar rumah.


"Lacky tunggu! Aku akan mengantarkanmu keluar perbatasan?."


"Tidak usah Cioren! Aku bisa sendiri kok!."


"Tidak apa-apa! Aku boleh mengantarnya kan yah?."


Terlihat Cioren mencoba meminta izin kepada ayahnya untuk mengantarkan Lacky keluar perbatasan mereka. Vioren juga terlihat memalingkan wajahnya karena masih marah kepada adiknya. Lacky terus melanjutkan langkahnya meninggalkan mereka yang berdiri di ruang tamu.


--


"Totttttttt!!!!."


Tiba-tiba trompet bahaya terdengar sangat keras di pintu masuk belakang dari desa mereka. Lacky juga sangat terkejut melihat orang-orang di sana terlihat panik setelah mendengar trompet itu. Ayahnya Vioren dan Cioren juga tiba-tiba mangambil pedagangnya di dalam kamar.


"Cioren ambilkan panahku sekarang juga?."


"Baik kak!."


Vieron terlihat sangat serius setelah mendengar trompet bahaya itu. Seperti sesuatu sedang terjadi di sana, ia juga langsung berlari setelah Cioren mengambilkan panahnya. Bersama ayahnya mereka meninggalkan Cioren dan Lacky yang masih berada di depan rumah.


"Cioren tunggu kami disini! Jaga ibu mu jangan sampai ia terluka lagi."


Ayahnya terlihat memegangi pundak Cioren agar tetap berada di rumah, ia juga sangat mengkhawatirkan istrinya yang sedang terbaring koma di dalam kamar. Cioren tahu bahwa keributan itu adalah musuh yang dulu pernah menyerang desanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?."


Lacky juga penasaran mengapa semua orang-orang terlihat panik ketika mendengar trompet itu. Ia juga di tarik paksa oleh Cioren untuk masuk kedalam rumah. Semua pintu dan jendela di kunci sangat rapat oleh Cioren.


"Ini terjadi 5 tahun yang lalu. Sebenarnya kami tidak tahu mengapa mereka menyerang desa kami? Apa yang sebenarnya mereka incar (cari) di desa kami ini."


"Siapa mereka? Apakah mereka itu orang jahat?."


Cioren menceritakan semuanya kepada Lacky bahwa desanya pernah di serang oleh kaum kucing hutan. Mereka menghancurkan desa dan membawa beberapa wanita di desanya untuk menjadi wadah untuk melahirkan anak-anak bagi kaum jantan kucing liar.


Sekarang tragedi itu terulang lagi, mereka kembali lagi menyerang desa. Sekarang saatnya bagi mereka untuk melindungi desa, semua kaum jantan kucing oren akan menjaga desa ini untuk melindungi kaum betina kucing oren bagaimanapun caranya.


--


Beberapa jam kemudian..


"Argh..Tolong!!."


Tiba-tiba bunyi teriakan Cioren terdengar keras di kamar ibunya. Lacky yang berada di ruangan tamu langsung saja berlari ke sana, ia tidak menyangka bahwa orang-orang jahat itu sudah menyandera Cioren, salah satu dari mereka sudah membekap Cioren dengan sebuah pisau yang mengarah ke lehernya agar Lacky tidak mendekat.


Mereka juga terlihat berusaha membawa ibunya Cioren yang masih koma di atas kasur. Lacky berusaha mencari cara agar bisa menyelamatkan mereka, ia tidak tahu harus berbuat apa, keselamatan mereka berdua ada di tangan Lacky saat ini.


"Bruk!!."


"Argh!!."


Tiba-tiba beberapa balok kayu dari atap rumah jatuh dan tidak sengaja mengenai kepala Lacky yang belum sepenuhnya sembuh. Beberapa kaum kucing liar juga masih berada di luar, mereka mengulurkan tali dari atas atap rumah yang sudah mereka lubangi untuk membawa Cioren dan ibunya.


Lacky masih terlihat kesakitan akibat ke jatuhan balok kayu itu. Ingatannya juga sedikit mulai kembali karena benturan yang lumayan keras mengenai kepalanya, ia langsung saja melompat dan menerjang kaum kucing liar itu yang ingin membawa Cioren dan ibunya.


Ketika mereka mulai sedikit lengah. Lacky yang masih kesakitan tiba-tiba sudah menerjang ke depan, mereka juga tidak mengira bahwa Lacky akan baik-baik saja, ketika balok kayu yang cukup besar itu sudah menimpa kepalanya.


"Orgh!! Argh-?."


Dengan sebuah tendangan yang cukup keras langsung mengenai kepala dan perut beberapa orang yang berusaha menaikkan Cioren dan ibunya ke atas atap. Lacky berhasil menggagalkan niat mereka untuk membawanya, namun Lacky ternyata belum tahu bahwa rumah itu sudah di kepung oleh kawanan kaum kucing liar.


Hanya bermodalkan pisau yang di bawa salah satu kaum kucing liar itu, ia berusaha mengalahkan semua kaum kucing liar yang berusaha mencoba membunuhnya. Untungnya ingatan Lacky tentang bertarung yang selama ini ia latih bersama ayahnya langsung saja kembali, jika tidak ia tidak tahu bagaimana nasibnya jika ingatannya itu tidak kembali.


"Swiss..Orghh-?..Argh!!."


Pertarungan terus berlanjut. Cioren terlihat juga sudah pingsan karena ia berusaha membantu Lacky bertarung namun ia di pukul dengan keras menggunakan sebuah pemukul kayu oleh kaum kucing liar dari belakang. Sekarang hanya Lacky tersisa melawan beberapa kaum kucing liar.


Lacky sudah terlihat lelah, ia juga sudah berusaha melindungi Cioren dan ibunya, ia juga terluka karena melawan puluhan orang yang cukup besar dari tubuhnya. Terlihat luka di kepalanya sekarang meneteskan darah yang cukup banyak, kepalanya juga sedikit pusing karena staminanya sudah mulai mencapai batas.


"Haha..Akhirnya kesempatan ini sudah datang, meskipun kamu begitu kuat tapi itu tidak akan bertahan lama jika kamu sudah mengalahkan puluhan dari kami. Meskipun saudaraku sudah mati semua, pengorbanan mereka tidak akan sia-sia karena kamu akan mati dan kami akan membawa ratu dan anaknya..hehe."


Salah satu laki-laki cukup lumayan tua yang juga terlihat sudah cukup terluka parah, ia masih kuat untuk bertarung melawan Lacky yang bahkan berdiri saja sudah terlihat miring. Ia juga sedikit menjelaskan mengapa mereka menginginkan Cioren dan ibunya itu.


"Mengapa kaum kalian menyerang desa ini?."


Lacky dengan penuh emosi bertanya, ia juga terlihat sudah mengeluarkan darah di mulutnya saat ia mencoba bertanya. Namun demi mengetahui kebenarannya ia rela memaksa tubuhnya itu untuk bertahan lebih lama lagi. Meskipun harus mengorbankan nyawanya sekalipun.


"Raja kami ingin menggunakan kekuatan mereka untuk membangun kerajaan yang tidak terkalahkan. Karena ratu ini memiliki kekuatan melihat masa depan dan memiliki kepintaran membuat obat-obatan dan racun. Sedangkan anak itu memiliki penciuman yang sangat tajam, ia mengetahui bau orang-orang yang berniat jahat puluhan mil jauhnya."


"Apa kalian akan menghancurkan semua kaum yang ada?."


"Tentu saja, kami hanya akan menyisakan kaum kami saja. Dan ratu ini hanya terkena racun saja, dan kami memiliki penawarnya jadi dia akan segera bangun. 5 tahun lalu kami berhasil meracuninya dengan menggunakan anak panah, dan hari ini adalah hari yang tepat untuk membawanya, jadi aku tidak perlu membuang waktu lagi disini."


"...??."


Lacky terdiam marah, kukunya tiba-tiba menjadi panjang dan sangat tajam. Matanya mulai berwarna ungu terang, suasana di ruangan juga semakin gelap di penuhi dengan hawa yang sangat mencekik. Kaum kucing liar yang tersisa itu terlihat sedikit ketakutan memandang mata itu, ia sedikit mengingat sesuatu yang pernah ia temui.


"Swuss!!."


"Crukk!!."


"..-? Ka-mu? Adalah Shadow King-? Kaum manusia kucing hitam-?...!."


Terlihat gerakan Lacky sangat cepat, sampai-sampai ia tidak dapat di lihat oleh musuhnya, ia juga sudah berada di belakang dan menusuk jantung kaum kucing liar itu dengan menggunakan tangannya yang berbentuk seperti tombak yang sangat tajam.


Kaum kucing liar itu hanya bisa menoleh melihat kekuatan itu yang pernah ia temui di saat ia masih kecil, ia pernah melihat momen yang pernah terjadi ratusan tahun lalu, ketika keluarganya juga dibantai habis di depan matanya. Ia hanya bisa bersembunyi di dalam semak-semak melihat ayahnya juga di tusuk dari belakang oleh Shadow King.


Ia bertekad ingin menghapus seluruh kaum manusia kucing hitam, namun sialnya ia harus bertemu dengan Lacky yang tidak sengaja mewarisi kekuatan Shadow King, dan ia hanya bisa tersenyum melihat jantungnya sudah berlobang. Ia terjatuh ke lantai dan mati.


"Bruk!!."


"Ayah-? Rumah kita di serang juga-?."


Lacky juga tumbang karena luka yang sangat banyak di sekujur tubuhnya akibat pertarungannya, ia hanya bisa sedikit mendengar suara Vioren yang berteriak dari luar rumah, dan akhirnya ia harus pingsan setelah pertarungan sengit itu. Beberapa mayat kaum kucing liar bergeletakan di lantai, sisa darah-darah pertarungan tadi juga berhamburan kemana-mana.


Ketika Roren dan Vioren masuk, mereka sangat terkejut melihat puluhan mayat kaum kucing liar berada di rumah mereka. Vioren yang panik langsung saja pergi menuju kemar untuk memeriksa keadaan ibu dan adiknya.


Roren juga termenung melihat bekas pertarungan itu, ia bahkan tidak dapat melakukannya jika sendirian melawan puluhan kaum kucing liar, ia bingung siapa yang dapat melakukan itu semua. Ia juga berlari pergi ke kamar istrinya untuk memastikan mereka baik-baik saja.


Bersambung...


Jangan Lupa di Like, Subscribe, dan Share. Oh iya Vote-nya juga. Agar Author Semakin Semangat Updatenya. Makasih.